20 Cerita Bahasa Inggris dan Artinya: Belajar Bahasa Inggris Lebih Cepat!
Belajar bahasa Inggris dengan cara tradisional sering kali terasa menyesakkan dan melelahkan secara mental. Menghafal kosakata yang sama berulang-ulang, mengerjakan latihan kaku tanpa makna, namun tetap “blank” saat membaca atau berbicara—pengalaman ini membuat banyak orang merasa gagal, bodoh, dan kehilangan motivasi. Semakin dipaksakan, semakin tidak masuk. Pada akhirnya, belajar bahasa Inggris berubah dari proses berkembang menjadi beban yang ingin dihindari.
Sebaliknya, cerita bahasa inggris dan cerita bahasa inggris pendek menawarkan pendekatan yang jauh lebih manusiawi. Melalui alur cerita yang hidup, kosakata dan struktur kalimat dipelajari secara alami dalam konteks yang mudah dipahami dan diingat. Anda tidak lagi sekadar menghafal, tetapi memahami, membayangkan, dan menikmati proses belajar—tanpa tekanan berlebihan.
Dalam artikel dari PREPEDU ini, Anda akan menemukan 20 cerita bahasa Inggris lengkap dengan artinya, dirancang untuk memulihkan kembali minat belajar dan mempercepat pemahaman. Jika Anda lelah merasa jalan di tempat, inilah saatnya berhenti memaksa diri dan mulai belajar dengan cara yang benar—baca selengkapnya sekarang!
I. Cerita Dongeng dalam Bahasa Inggris
Dongeng adalah cerita fantasi yang sarat dengan karakter ajaib, plot sederhana, dan pesan moral yang kuat. Cerita dongeng bahasa inggris ini sangat cocok untuk pembelajar bahasa Inggris karena menggunakan struktur kalimat yang mudah dipahami dan kosakata yang sering diulang, membantu Anda membangun fondasi bahasa yang solid sambil menikmati narasi yang menghibur.
1. The Little Red Riding Hood (Si Tudung Merah)
Cerita Bahasa Inggris:
Once upon a time, there lived a little girl who always wore a red hooded cloak. Everyone called her Little Red Riding Hood. One day, her mother asked her to take some food to her sick grandmother who lived in the forest.
"Stay on the path and don't talk to strangers," her mother warned. But in the forest, she met a cunning wolf who asked where she was going. Innocently, she told him about her grandmother's house.
The wolf ran ahead to the grandmother's cottage, swallowed the old woman whole, and disguised himself in her nightgown and cap. When Little Red Riding Hood arrived, she noticed something strange about her grandmother.
"What big eyes you have!" she exclaimed. "All the better to see you with," replied the wolf. "What big teeth you have!" she cried. "All the better to eat you with!" the wolf roared, jumping from the bed.
A woodcutter nearby heard the screams and rushed in, saving both the grandmother and Little Red Riding Hood. From that day on, she always listened to her mother's advice.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Dahulu kala, hiduplah seorang gadis kecil yang selalu mengenakan jubah bertudung merah. Semua orang memanggilnya Si Tudung Merah. Suatu hari, ibunya memintanya mengantarkan makanan ke neneknya yang sakit dan tinggal di hutan.
"Tetaplah di jalan setapak dan jangan berbicara dengan orang asing," ibu memperingatkan. Namun di hutan, ia bertemu serigala licik yang menanyakan ke mana ia pergi. Dengan polos, ia menceritakan tentang rumah neneknya.
Serigala berlari mendahului ke pondok nenek, menelan wanita tua itu bulat-bulat, dan menyamar dengan gaun tidur dan topinya. Ketika Si Tudung Merah tiba, ia melihat sesuatu yang aneh pada neneknya.
"Betapa besar matamu!" serunya. "Agar lebih baik melihatmu," jawab serigala. "Betapa besar gigimu!" teriaknya. "Agar lebih baik memakanmu!" raung serigala, melompat dari tempat tidur.
Seorang penebang kayu di dekatnya mendengar teriakan dan bergegas masuk, menyelamatkan nenek dan Si Tudung Merah. Sejak hari itu, ia selalu mendengarkan nasihat ibunya.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
hooded /ˈhʊdɪd/ |
bertudung |
She wore a hooded jacket to protect herself from the rain. (Dia mengenakan jaket bertudung untuk melindungi diri dari hujan.) |
|
cunning /ˈkʌnɪŋ/ |
licik, cerdik |
The cunning fox tricked the farmer into leaving the henhouse open. (Rubah licik itu menipu petani agar membiarkan kandang ayam terbuka.) |
|
innocently /ˈɪnəsəntli/ |
dengan polos |
The child innocently believed everything the magician said. (Anak itu dengan polos percaya semua yang dikatakan pesulap.) |
|
disguised /dɪsˈɡaɪzd/ |
menyamar, menyamarkan |
The spy disguised himself as a waiter to enter the building. (Mata-mata itu menyamar sebagai pelayan untuk masuk ke gedung.) |
|
exclaimed /ɪkˈskleɪmd/ |
berseru, mengatakan dengan keras |
"What a beautiful sunset!" she exclaimed in wonder. (Matahari terbenam yang indah! serunya dengan takjub.) |
|
woodcutter /ˈwʊdˌkʌtər/ |
penebang kayu |
The woodcutter carried his heavy axe through the forest. (Penebang kayu itu membawa kapak beratnya melewati hutan.) |
|
screams /skriːmz/ |
teriakan |
The loud screams from the haunted house scared everyone away. (Teriakan keras dari rumah berhantu itu menakuti semua orang.) |
|
rushed /rʌʃt/ |
bergegas, tergesa-gesa |
When the alarm rang, everyone rushed toward the exit. (Ketika alarm berbunyi, semua orang bergegas menuju pintu keluar.) |
|
advice /ədˈvaɪs/ |
nasihat |
My teacher gave me valuable advice about preparing for exams. (Guru saya memberi nasihat berharga tentang persiapan ujian.) |
|
warned /wɔːrnd/ |
memperingatkan |
The weather forecast warned residents about the approaching storm. (Prakiraan cuaca memperingatkan penduduk tentang badai yang mendekat.) |
2. Cinderella
Cerita Bahasa Inggris:
Cinderella lived with her cruel stepmother and two stepsisters who treated her like a servant. While they attended grand balls and wore beautiful dresses, Cinderella cleaned the house wearing nothing but rags.
One day, an invitation arrived from the palace announcing a royal ball where the prince would choose his bride. Cinderella's stepsisters were thrilled, but they forbade her from attending. After they left for the ball, Cinderella wept bitterly.
Suddenly, her Fairy Godmother appeared and transformed a pumpkin into a golden carriage, mice into horses, and Cinderella's rags into a magnificent gown with glass slippers. "You must return before midnight when the magic ends," the Fairy Godmother cautioned.
At the ball, the prince was enchanted by Cinderella's beauty and grace. They danced all evening until the clock struck twelve. Cinderella rushed away, losing one glass slipper on the palace steps.
The prince searched the entire kingdom for the maiden whose foot fit the slipper. When he arrived at Cinderella's house and the slipper fit her perfectly, he recognized his true love. They married and lived happily ever after.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Cinderella tinggal bersama ibu tiri kejam dan dua saudara tiri yang memperlakukannya seperti pelayan. Sementara mereka menghadiri pesta megah dan mengenakan gaun indah, Cinderella membersihkan rumah hanya mengenakan kain compang-camping.
Suatu hari, undangan tiba dari istana mengumumkan pesta kerajaan di mana pangeran akan memilih calon istrinya. Saudara tiri Cinderella sangat gembira, tetapi mereka melarangnya hadir. Setelah mereka pergi ke pesta, Cinderella menangis dengan pilu.
Tiba-tiba, Ibu Peri muncul dan mengubah labu menjadi kereta emas, tikus menjadi kuda, dan kain compang-camping Cinderella menjadi gaun megah dengan sepatu kaca. "Kamu harus kembali sebelum tengah malam saat keajaiban berakhir," Ibu Peri memperingatkan.
Di pesta, pangeran terpesona oleh kecantikan dan keanggunan Cinderella. Mereka menari sepanjang malam hingga jam berbunyi dua belas. Cinderella bergegas pergi, kehilangan satu sepatu kaca di tangga istana.
Pangeran mencari di seluruh kerajaan untuk menemukan gadis yang kakinya pas dengan sepatu itu. Ketika ia tiba di rumah Cinderella dan sepatu itu pas sempurna, ia mengenali cinta sejatinya. Mereka menikah dan hidup bahagia selamanya.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
cruel /ˈkruːəl/ |
kejam |
The cruel dictator showed no mercy to his opponents. (Diktator kejam itu tidak menunjukkan belas kasihan kepada lawan-lawannya.) |
|
stepmother /ˈstepˌmʌðər/ |
ibu tiri |
After her father remarried, she had to live with her stepmother. (Setelah ayahnya menikah lagi, ia harus tinggal dengan ibu tirinya.) |
|
servant /ˈsɜːrvənt/ |
pelayan |
The wealthy family employed several servants to maintain their mansion. (Keluarga kaya itu mempekerjakan beberapa pelayan untuk merawat rumah besar mereka.) |
|
rags /ræɡz/ |
kain compang-camping |
The homeless man wore rags that barely protected him from the cold. (Pria tunawisma itu mengenakan kain compang-camping yang nyaris tidak melindunginya dari dingin.) |
|
forbade /fərˈbeɪd/ |
melarang (bentuk lampau forbid) |
My parents forbade me from staying out late on school nights. (Orang tua saya melarang saya pulang larut di malam hari sekolah.) |
|
wept /wept/ |
menangis (bentuk lampau weep) |
She wept tears of joy when she heard the good news. (Dia menangis bahagia ketika mendengar kabar baik itu.) |
|
transformed /trænsˈfɔːrmd/ |
mengubah |
The abandoned warehouse was transformed into a modern art gallery. (Gudang terbengkalai itu diubah menjadi galeri seni modern.) |
|
enchanted /ɪnˈtʃæntɪd/ |
terpesona |
The audience was enchanted by the pianist's incredible performance. (Penonton terpesona oleh penampilan luar biasa pianis itu.) |
|
maiden /ˈmeɪdən/ |
gadis |
In fairy tales, a brave knight often rescues a maiden in distress. (Dalam dongeng, seorang kesatria pemberani sering menyelamatkan gadis yang dalam kesulitan.) |
|
recognized /ˈrekəɡnaɪzd/ |
mengenali |
I barely recognized my old friend after ten years apart. (Saya hampir tidak mengenali teman lama saya setelah sepuluh tahun berpisah.) |
3. Snow White and the Seven Dwarfs (Putri Salju dan Tujuh Kurcaci)
Cerita Bahasa Inggris:
Snow White was a beautiful princess with skin as white as snow, lips as red as blood, and hair as black as ebony. Her jealous stepmother, the Queen, possessed a magic mirror that always told the truth.
Every day, the Queen asked, "Mirror, mirror on the wall, who is the fairest of them all?" The mirror always replied, "You are, my Queen." But one day, the mirror declared that Snow White had become the fairest in the land.
Consumed by envy, the Queen ordered a huntsman to take Snow White into the forest and kill her. However, the huntsman took pity on the innocent princess and let her escape. Lost and frightened, Snow White stumbled upon a tiny cottage belonging to seven dwarfs.
The kind dwarfs allowed her to stay in exchange for keeping house. When the Queen's mirror revealed that Snow White still lived, she disguised herself as an old woman and gave Snow White a poisoned apple.
Snow White fell into a deep sleep that seemed like death. The heartbroken dwarfs placed her in a glass coffin. A prince passing by was moved by her beauty, kissed her, and broke the curse. Snow White awakened, and they lived happily together.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Putri Salju adalah putri cantik dengan kulit seputih salju, bibir semerah darah, dan rambut sehitam kayu eboni. Ibu tirinya yang cemburu, sang Ratu, memiliki cermin ajaib yang selalu mengatakan kebenaran.
Setiap hari, Ratu bertanya, "Cermin, cermin di dinding, siapa yang tercantik di seluruh negeri?" Cermin selalu menjawab, "Anda, Ratu saya." Tetapi suatu hari, cermin menyatakan bahwa Putri Salju telah menjadi yang tercantik di negeri itu.
Dikuasai rasa iri, Ratu memerintahkan seorang pemburu untuk membawa Putri Salju ke hutan dan membunuhnya. Namun, pemburu itu merasa kasihan pada putri yang tidak bersalah dan membiarkannya melarikan diri. Tersesat dan ketakutan, Putri Salju menemukan pondok kecil milik tujuh kurcaci.
Kurcaci yang baik hati mengizinkannya tinggal dengan imbalan mengurus rumah. Ketika cermin Ratu mengungkapkan bahwa Putri Salju masih hidup, ia menyamar sebagai wanita tua dan memberikan apel beracun kepada Putri Salju.
Putri Salju jatuh ke dalam tidur nyenyak yang tampak seperti kematian. Kurcaci yang patah hati menempatkannya di peti kaca. Seorang pangeran yang lewat tersentuh oleh kecantikannya, menciumnya, dan memutus kutukan. Putri Salju terbangun, dan mereka hidup bahagia bersama.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
jealous /ˈdʒeləs/ |
cemburu |
She felt jealous when her best friend won the competition. (Dia merasa cemburu ketika sahabatnya memenangkan kompetisi.) |
|
possessed /pəˈzest/ |
memiliki |
The museum possessed rare artifacts from ancient civilizations. (Museum itu memiliki artefak langka dari peradaban kuno.) |
|
fairest /ˈfeərɪst/ |
tercantik (bentuk superlatif fair) |
The contest aimed to find the fairest contestant among hundreds of participants. (Kontes itu bertujuan menemukan kontestan tercantik di antara ratusan peserta.) |
|
envy /ˈenvi/ |
iri hati |
His success became the envy of all his colleagues at work. (Kesuksesannya menjadi iri hati semua rekan kerjanya.) |
|
huntsman /ˈhʌntsmən/ |
pemburu |
The experienced huntsman tracked the deer through the dense forest. (Pemburu berpengalaman itu melacak rusa melewati hutan lebat.) |
|
pity /ˈpɪti/ |
kasihan |
I felt pity for the stray dog shivering in the cold rain. (Saya merasa kasihan pada anjing liar yang menggigil dalam hujan dingin.) |
|
stumbled upon /ˈstʌmbəld əˈpɒn/ |
menemukan secara tidak sengaja |
While hiking, we stumbled upon a beautiful hidden waterfall. (Saat mendaki, kami menemukan air terjun tersembunyi yang indah secara tidak sengaja.) |
|
poisoned /ˈpɔɪzənd/ |
beracun |
The detective discovered that the victim had consumed poisoned wine. (Detektif menemukan bahwa korban telah mengonsumsi anggur beracun.) |
|
heartbroken /ˈhɑːrtˌbroʊkən/ |
patah hati |
She was heartbroken when she learned about her grandmother's passing. (Dia patah hati ketika mengetahui tentang meninggalnya neneknya.) |
|
curse /kɜːrs/ |
kutukan |
In the legend, the ancient curse could only be broken by true love. (Dalam legenda itu, kutukan kuno hanya bisa dipatahkan oleh cinta sejati.) |
4. Hansel and Gretel
Cerita Bahasa Inggris:
Hansel and Gretel were siblings living in a poor woodcutter's family during a terrible famine. Their cruel stepmother convinced their father to abandon the children deep in the forest so there would be more food for the adults.
Hansel overheard the plan and collected white pebbles to mark their path home. The next morning, when their parents led them into the woods, Hansel dropped pebbles along the way. Following the trail, the children safely returned home, much to their stepmother's dismay.
The stepmother insisted they try again, but this time Hansel could only use breadcrumbs to mark the path. Unfortunately, birds ate all the breadcrumbs, leaving the children hopelessly lost in the forest.
After wandering for days, they discovered a house made entirely of gingerbread and candy. Starving, they began eating the walls. Suddenly, an old witch emerged and lured them inside, planning to fatten Hansel and cook him.
Gretel cleverly tricked the witch into checking the oven, then pushed her inside and locked the door. The children found treasure in the witch's house and used it to return home, where their remorseful father welcomed them with open arms.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Hansel dan Gretel adalah saudara kandung yang tinggal di keluarga penebang kayu miskin selama kelaparan yang mengerikan. Ibu tiri kejam mereka meyakinkan ayah mereka untuk meninggalkan anak-anak jauh di dalam hutan agar ada lebih banyak makanan untuk orang dewasa.
Hansel mendengar rencana itu dan mengumpulkan kerikil putih untuk menandai jalan pulang mereka. Keesokan paginya, ketika orang tua mereka membawa mereka ke hutan, Hansel menjatuhkan kerikil di sepanjang jalan. Mengikuti jejak, anak-anak dengan selamat kembali ke rumah, membuat ibu tiri mereka sangat kecewa.
Ibu tiri bersikeras mereka mencoba lagi, tetapi kali ini Hansel hanya bisa menggunakan remah roti untuk menandai jalan. Sayangnya, burung memakan semua remah roti, membuat anak-anak tersesat tanpa harapan di hutan.
Setelah berkeliaran selama berhari-hari, mereka menemukan rumah yang seluruhnya terbuat dari kue jahe dan permen. Kelaparan, mereka mulai memakan dinding. Tiba-tiba, seorang penyihir tua muncul dan memancing mereka masuk, berencana menggemukkan Hansel dan memasaknya.
Gretel dengan cerdik menipu penyihir untuk memeriksa oven, lalu mendorongnya ke dalam dan mengunci pintu. Anak-anak menemukan harta di rumah penyihir dan menggunakannya untuk kembali ke rumah, di mana ayah mereka yang menyesal menyambut mereka dengan tangan terbuka.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
siblings /ˈsɪblɪŋz/ |
saudara kandung |
My siblings and I share many childhood memories together. (Saudara kandung saya dan saya berbagi banyak kenangan masa kecil bersama.) |
|
famine /ˈfæmɪn/ |
kelaparan |
The severe famine forced thousands of families to migrate to other regions. (Kelaparan parah memaksa ribuan keluarga bermigrasi ke daerah lain.) |
|
convinced /kənˈvɪnst/ |
meyakinkan |
The lawyer convinced the jury of his client's innocence. (Pengacara itu meyakinkan juri tentang ketidakbersalahan kliennya.) |
|
pebbles /ˈpebəlz/ |
kerikil |
Children collected colorful pebbles from the beach to decorate their sandcastle. (Anak-anak mengumpulkan kerikil berwarna dari pantai untuk menghias istana pasir mereka.) |
|
dismay /dɪsˈmeɪ/ |
kekecewaan |
To everyone's dismay, the concert was cancelled due to bad weather. (Untuk kekecewaan semua orang, konser dibatalkan karena cuaca buruk.) |
|
breadcrumbs /ˈbredˌkrʌmz/ |
remah roti |
She coated the chicken with breadcrumbs before frying it. (Dia melapisi ayam dengan remah roti sebelum menggorengnya.) |
|
hopelessly /ˈhoʊpləsli/ |
tanpa harapan |
The team was hopelessly behind in the final minutes of the game. (Tim itu tertinggal tanpa harapan di menit-menit terakhir pertandingan.) |
|
gingerbread /ˈdʒɪndʒərˌbred/ |
kue jahe |
We decorated gingerbread cookies with colorful icing for Christmas. (Kami menghias kue jahe dengan glasir berwarna untuk Natal.) |
|
lured /lʊrd/ |
memancing, memikat |
The fisherman lured the fish with fresh bait on his hook. (Nelayan itu memancing ikan dengan umpan segar di kailnya.) |
|
remorseful /rɪˈmɔːrsfəl/ |
menyesal |
The remorseful criminal apologized to his victims before sentencing. (Penjahat yang menyesal itu meminta maaf kepada korban-korbannya sebelum dijatuhkan hukuman.) |
5. The Three Little Pigs (Tiga Babi Kecil)
Cerita Bahasa Inggris:
Three little pigs decided it was time to leave home and build houses of their own. The first pig, being lazy, built his house quickly using straw. The second pig, slightly more industrious, constructed his house from sticks.
The third pig, however, worked diligently for many weeks building a sturdy brick house with a strong foundation. His brothers laughed at him for working so hard while they played and relaxed.
One day, a hungry wolf came prowling through the forest. He approached the first pig's straw house and demanded to be let in. When the pig refused, the wolf huffed and puffed and blew the house down. The terrified pig ran to his brother's stick house.
The wolf followed and easily destroyed the stick house as well. Both pigs fled to their brother's brick house. The wolf tried desperately to blow it down, but the solid structure stood firm against his efforts.
Finally, the exhausted wolf climbed onto the roof and attempted to enter through the chimney. The clever third pig had prepared a pot of boiling water in the fireplace, and the wolf fell right into it, never to bother them again.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Tiga babi kecil memutuskan sudah waktunya meninggalkan rumah dan membangun rumah mereka sendiri. Babi pertama, karena malas, membangun rumahnya dengan cepat menggunakan jerami. Babi kedua, sedikit lebih rajin, membangun rumahnya dari ranting.
Babi ketiga, bagaimanapun, bekerja dengan tekun selama berminggu-minggu membangun rumah bata yang kokoh dengan fondasi kuat. Saudara-saudaranya menertawakannya karena bekerja begitu keras sementara mereka bermain dan bersantai.
Suatu hari, seekor serigala lapar datang berkeliaran melalui hutan. Ia mendekati rumah jerami babi pertama dan menuntut untuk diizinkan masuk. Ketika babi menolak, serigala menghembus dan meniup sampai rumah roboh. Babi yang ketakutan lari ke rumah ranting saudaranya.
Serigala mengikuti dan dengan mudah menghancurkan rumah ranting juga. Kedua babi melarikan diri ke rumah bata saudara mereka. Serigala mencoba dengan putus asa meniupnya, tetapi struktur kokoh itu berdiri teguh melawan usahanya.
Akhirnya, serigala yang kelelahan memanjat ke atap dan mencoba masuk melalui cerobong asap. Babi ketiga yang cerdik telah menyiapkan panci air mendidih di perapian, dan serigala jatuh tepat ke dalamnya, tidak pernah mengganggu mereka lagi.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
lazy /ˈleɪzi/ |
malas |
The lazy student never completed his homework on time. (Siswa malas itu tidak pernah menyelesaikan pekerjaan rumahnya tepat waktu.) |
|
straw /strɔː/ |
jerami |
Farmers use straw as bedding for their animals in the barn. (Petani menggunakan jerami sebagai alas tidur untuk hewan mereka di gudang.) |
|
industrious /ɪnˈdʌstriəs/ |
rajin |
The industrious worker received a promotion for her dedication. (Pekerja rajin itu menerima promosi atas dedikasinya.) |
|
diligently /ˈdɪlɪdʒəntli/ |
dengan tekun |
She studied diligently every night to prepare for the final exam. (Dia belajar dengan tekun setiap malam untuk mempersiapkan ujian akhir.) |
|
sturdy /ˈstɜːrdi/ |
kokoh |
The sturdy table could support the weight of several heavy books. (Meja kokoh itu bisa menopang beban beberapa buku berat.) |
|
prowling /ˈpraʊlɪŋ/ |
berkeliaran |
The security guard noticed someone prowling around the building at night. (Satpam melihat seseorang berkeliaran di sekitar gedung pada malam hari.) |
|
huffed /hʌft/ |
menghembus |
The exhausted runner huffed and puffed after completing the marathon. (Pelari yang kelelahan menghembus napas setelah menyelesaikan maraton.) |
|
terrified /ˈterəfaɪd/ |
ketakutan |
The terrified child hid under the bed during the thunderstorm. (Anak yang ketakutan bersembunyi di bawah tempat tidur selama badai petir.) |
|
desperately /ˈdespərətli/ |
dengan putus asa |
He searched desperately for his lost wallet in every pocket. (Dia mencari dengan putus asa dompetnya yang hilang di setiap saku.) |
|
chimney /ˈtʃɪmni/ |
cerobong asap |
Santa Claus traditionally enters houses through the chimney on Christmas Eve. (Santa Claus secara tradisional masuk ke rumah melalui cerobong asap pada Malam Natal.) |
II. Cerita Rakyat dalam Bahasa Inggris
Cerita rakyat muncul dari tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, mengandung nilai budaya dan kebijaksanaan lokal yang universal. Cerita rakyat dalam bahasa inggris membantu pembelajar bahasa Inggris memahami ekspresi idiomatik dan pola narasi yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari, sambil memberikan wawasan tentang budaya dan tradisi berbagai masyarakat.
1. The Gingerbread Man (Manusia Kue Jahe)
Cerita Bahasa Inggris:
An old woman baked a gingerbread man one afternoon. As soon as she opened the oven, the gingerbread man jumped out and ran away, shouting, "Run, run, as fast as you can! You can't catch me, I'm the Gingerbread Man!"
The old woman and her husband chased after him, but he was too quick. Along the way, he encountered a cow, a horse, and a group of farmers, all trying to catch him. Each time, he taunted them with his famous rhyme while easily outrunning them all.
Feeling confident and proud, the gingerbread man reached a river. A clever fox approached and offered to carry him across on his back. The naive cookie agreed, thinking the fox was being helpful.
As they crossed the river, the fox gradually moved the gingerbread man from his back to his nose, pretending the water was getting deeper. When they neared the opposite bank, the fox suddenly tossed the gingerbread man into the air and caught him in his mouth.
With one snap of his jaws, the fox swallowed the gingerbread man whole. The overconfident cookie learned too late that cleverness can triumph over speed.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Seorang wanita tua memanggang manusia kue jahe suatu sore. Begitu ia membuka oven, manusia kue jahe melompat keluar dan melarikan diri, berteriak, "Lari, lari, secepat yang kamu bisa! Kamu tidak bisa menangkapku, aku Manusia Kue Jahe!"
Wanita tua dan suaminya mengejarnya, tetapi ia terlalu cepat. Sepanjang jalan, ia bertemu sapi, kuda, dan sekelompok petani, semuanya mencoba menangkapnya. Setiap kali, ia mengejek mereka dengan sajak terkenalnya sambil dengan mudah meninggalkan mereka semua.
Merasa percaya diri dan bangga, manusia kue jahe mencapai sungai. Seekor rubah licik mendekati dan menawarkan untuk membawanya menyeberang di punggungnya. Kue naif itu setuju, mengira rubah sedang membantu.
Saat mereka menyeberangi sungai, rubah secara bertahap memindahkan manusia kue jahe dari punggungnya ke hidungnya, berpura-pura air semakin dalam. Ketika mereka mendekati tepi seberang, rubah tiba-tiba melemparkan manusia kue jahe ke udara dan menangkapnya di mulutnya.
Dengan satu jepitan rahangnya, rubah menelan manusia kue jahe bulat-bulat. Kue yang terlalu percaya diri belajar terlambat bahwa kecerdikan bisa mengalahkan kecepatan.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
baked /beɪkt/ |
memanggang |
My grandmother baked delicious chocolate chip cookies every Sunday. (Nenek saya memanggang kue cokelat chip yang lezat setiap hari Minggu.) |
|
chased /tʃeɪst/ |
mengejar |
The police chased the suspect through the crowded marketplace. (Polisi mengejar tersangka melewati pasar yang ramai.) |
|
encountered /ɪnˈkaʊntərd/ |
bertemu |
During our expedition, we encountered several rare species of birds. (Selama ekspedisi kami, kami bertemu beberapa spesies burung langka.) |
|
taunted /ˈtɔːntɪd/ |
mengejek |
The bullies taunted the new student about his unusual accent. (Para pengganggu mengejek siswa baru tentang aksen tidak biasanya.) |
|
outrunning /ˌaʊtˈrʌnɪŋ/ |
meninggalkan (dalam berlari) |
The athlete focused on outrunning his competitors in the final lap. (Atlet itu fokus meninggalkan pesaingnya di putaran terakhir.) |
|
naive /naɪˈiːv/ |
naif, polos |
The naive investor lost money by trusting an unreliable financial advisor. (Investor naif itu kehilangan uang dengan mempercayai penasihat keuangan yang tidak dapat diandalkan.) |
|
gradually /ˈɡrædʒuəli/ |
secara bertahap |
The sun gradually set behind the mountains, painting the sky orange. (Matahari secara bertahap terbenam di balik gunung, mewarnai langit oranye.) |
|
pretending /prɪˈtendɪŋ/ |
berpura-pura |
She was pretending to be asleep when her parents checked on her. (Dia berpura-pura tidur ketika orang tuanya memeriksanya.) |
|
overconfident /ˌoʊvərˈkɑːnfɪdənt/ |
terlalu percaya diri |
The overconfident player underestimated his opponent and lost the match. (Pemain yang terlalu percaya diri meremehkan lawannya dan kalah dalam pertandingan.) |
|
triumph /ˈtraɪʌmf/ |
kemenangan, mengalahkan |
Her triumph over adversity inspired everyone around her. (Kemenangannya atas kesulitan menginspirasi semua orang di sekitarnya.) |
2. Jack and the Beanstalk (Jack dan Pohon Kacang)
Cerita Bahasa Inggris:
Jack lived with his poor widowed mother and their only cow. When the cow stopped giving milk, his mother sent him to the market to sell it. Along the way, Jack met a mysterious stranger who offered to trade the cow for five magic beans.
Jack's mother was furious when he returned with beans instead of money and threw them out the window. Overnight, a gigantic beanstalk grew, reaching high into the clouds. Curious, Jack climbed the beanstalk and discovered a magical kingdom in the sky.
He found a massive castle belonging to a fearsome giant. Inside, Jack discovered treasures including a hen that laid golden eggs and a magical harp. Each time he visited, he stole something valuable from the sleeping giant.
On his final visit, the harp cried out when Jack grabbed it, waking the giant who roared, "Fee-fi-fo-fum!" and chased Jack down the beanstalk. Jack quickly reached the ground and chopped down the beanstalk with an axe.
The giant fell to his death, and Jack and his mother lived prosperously ever after with their magical treasures.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Jack tinggal bersama ibu jandanya yang miskin dan sapi mereka satu-satunya. Ketika sapi berhenti memberikan susu, ibunya mengirimnya ke pasar untuk menjualnya. Di sepanjang jalan, Jack bertemu orang asing misterius yang menawarkan menukar sapi dengan lima biji kacang ajaib.
Ibu Jack sangat marah ketika ia kembali dengan biji kacang alih-alih uang dan melemparkannya keluar jendela. Semalaman, batang kacang raksasa tumbuh, mencapai tinggi ke awan. Penasaran, Jack memanjat batang kacang dan menemukan kerajaan ajaib di langit.
Ia menemukan kastil besar milik raksasa yang menakutkan. Di dalam, Jack menemukan harta termasuk ayam yang bertelur emas dan harpa ajaib. Setiap kali ia berkunjung, ia mencuri sesuatu yang berharga dari raksasa yang tidur.
Pada kunjungan terakhirnya, harpa berteriak ketika Jack meraihnya, membangunkan raksasa yang mengaum, "Fee-fi-fo-fum!" dan mengejar Jack menuruni batang kacang. Jack dengan cepat mencapai tanah dan menebang batang kacang dengan kapak.
Raksasa jatuh dan meninggal, dan Jack serta ibunya hidup makmur selamanya dengan harta ajaib mereka.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
widowed /ˈwɪdoʊd/ |
janda |
The widowed woman raised her three children alone after losing her husband. (Wanita janda itu membesarkan tiga anaknya sendirian setelah kehilangan suaminya.) |
|
mysterious /mɪˈstɪriəs/ |
misterius |
A mysterious package arrived at my doorstep with no return address. (Paket misterius tiba di depan pintu saya tanpa alamat pengirim.) |
|
furious /ˈfjʊriəs/ |
sangat marah |
My father was furious when he discovered I had crashed his car. (Ayah saya sangat marah ketika ia menemukan bahwa saya telah menabrakkan mobilnya.) |
|
gigantic /dʒaɪˈɡæntɪk/ |
raksasa |
The gigantic whale breached the surface of the ocean magnificently. (Paus raksasa itu muncul ke permukaan laut dengan megah.) |
|
beanstalk /ˈbiːnstɔːk/ |
batang kacang |
The farmer planted several beanstalk seeds in his vegetable garden. (Petani itu menanam beberapa biji batang kacang di kebun sayurnya.) |
|
fearsome /ˈfɪrsəm/ |
menakutkan |
The fearsome dragon guarded the treasure in its mountain cave. (Naga menakutkan itu menjaga harta di gua gunungnya.) |
|
valuable /ˈvæljuəbəl/ |
berharga |
She kept her valuable jewelry in a secure safe at the bank. (Dia menyimpan perhiasan berharganya di brankas aman di bank.) |
|
grabbed /ɡræbd/ |
meraih |
The child grabbed the last cookie from the jar before anyone could stop him. (Anak itu meraih kue terakhir dari toples sebelum siapa pun bisa menghentikannya.) |
|
chopped /tʃɑːpt/ |
menebang |
The lumberjack chopped down the old oak tree with his sharp axe. (Penebang kayu itu menebang pohon ek tua dengan kapak tajamnya.) |
|
prosperously /ˈprɑːspərəsli/ |
dengan makmur |
The business grew prosperously under the new management team. (Bisnis itu tumbuh dengan makmur di bawah tim manajemen baru.) |
3. The Little Red Hen (Ayam Betina Merah Kecil)
Cerita Bahasa Inggris:
A little red hen lived on a farm with a lazy cat, dog, and duck. One day, she found some grains of wheat and asked her companions, "Who will help me plant these seeds?" The cat, dog, and duck all replied, "Not I," preferring to rest and play.
The hen planted the wheat herself. When it grew tall and golden, she asked, "Who will help me harvest the wheat?" Again, her lazy friends refused. She harvested it alone, working under the hot sun while the others relaxed in the shade.
Next, she asked, "Who will help me grind the wheat into flour?" and "Who will help me bake the bread?" Each time, the selfish animals declined, finding excuses to avoid work.
Finally, when the delicious bread was ready and its wonderful aroma filled the barnyard, the hen asked, "Who will help me eat this bread?" Suddenly, all three animals eagerly volunteered, "I will!"
The wise hen shook her head and said, "No, you will not. Those who do not work do not deserve the rewards." She enjoyed the entire loaf herself, teaching her lazy companions a valuable lesson about responsibility and effort.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Seekor ayam betina merah kecil tinggal di sebuah peternakan dengan kucing, anjing, dan bebek yang malas. Suatu hari, ia menemukan beberapa biji gandum dan bertanya kepada teman-temannya, "Siapa yang akan membantuku menanam biji-biji ini?" Kucing, anjing, dan bebek semua menjawab, "Bukan aku," lebih memilih beristirahat dan bermain.
Ayam menanam gandum sendiri. Ketika tumbuh tinggi dan keemasan, ia bertanya, "Siapa yang akan membantuku memanen gandum?" Sekali lagi, teman-teman malasnya menolak. Ia memanen sendiri, bekerja di bawah matahari terik sementara yang lain bersantai di tempat teduh.
Selanjutnya, ia bertanya, "Siapa yang akan membantuku menggiling gandum menjadi tepung?" dan "Siapa yang akan membantuku memanggang roti?" Setiap kali, hewan-hewan egois itu menolak, mencari alasan untuk menghindari pekerjaan.
Akhirnya, ketika roti lezat sudah siap dan aromanya yang indah memenuhi halaman kandang, ayam bertanya, "Siapa yang akan membantuku memakan roti ini?" Tiba-tiba, ketiga hewan dengan bersemangat menawarkan diri, "Aku mau!"
Ayam bijaksana menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, kalian tidak akan. Mereka yang tidak bekerja tidak pantas mendapat hasilnya." Ia menikmati seluruh roti sendiri, mengajarkan teman-teman malasnya pelajaran berharga tentang tanggung jawab dan usaha.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
grains /ɡreɪnz/ |
biji-bijian |
Whole grains provide essential nutrients and fiber for a healthy diet. (Biji-bijian utuh memberikan nutrisi dan serat penting untuk diet sehat.) |
|
companions /kəmˈpænjənz/ |
teman |
My travel companions made the long journey much more enjoyable. (Teman seperjalanan saya membuat perjalanan panjang jauh lebih menyenangkan.) |
|
preferring /prɪˈfɜːrɪŋ/ |
lebih memilih |
She stayed home preferring to read rather than attend the noisy party. (Dia tinggal di rumah lebih memilih membaca daripada menghadiri pesta yang bising.) |
|
harvest /ˈhɑːrvɪst/ |
memanen |
Farmers work long hours to harvest their crops before the first frost. (Petani bekerja berjam-jam untuk memanen tanaman mereka sebelum es pertama.) |
|
grind /ɡraɪnd/ |
menggiling |
I need to grind these coffee beans to make a fresh pot of coffee. (Saya perlu menggiling biji kopi ini untuk membuat teko kopi segar.) |
|
flour /ˈflaʊər/ |
tepung |
The baker mixed flour, water, and yeast to create the bread dough. (Tukang roti mencampur tepung, air, dan ragi untuk membuat adonan roti.) |
|
declined /dɪˈklaɪnd/ |
menolak |
She politely declined the invitation because of a prior commitment. (Dia dengan sopan menolak undangan karena komitmen sebelumnya.) |
|
aroma /əˈroʊmə/ |
aroma |
The aroma of freshly brewed coffee filled the entire kitchen. (Aroma kopi yang baru diseduh memenuhi seluruh dapur.) |
|
eagerly /ˈiːɡərli/ |
dengan bersemangat |
Children eagerly awaited the arrival of Santa Claus on Christmas Eve. (Anak-anak dengan bersemangat menanti kedatangan Santa Claus pada Malam Natal.) |
|
deserve /dɪˈzɜːrv/ |
pantas |
Hard-working employees deserve recognition and fair compensation. (Karyawan yang bekerja keras pantas mendapat pengakuan dan kompensasi yang adil.) |
4. Stone Soup (Sup Batu)
Cerita Bahasa Inggris:
Three weary soldiers arrived at a village after a long war, hoping to find food and shelter. However, the suspicious villagers, fearing strangers would deplete their resources, hid all their food and pretended to have nothing to share.
Undeterred, the clever soldiers announced they would make delicious soup from stones. They filled a large pot with water, added three smooth stones, and began stirring. Curious villagers gathered around to watch this peculiar spectacle.
"This stone soup will be magnificent," said one soldier, "but it would taste even better with a few carrots." One villager, intrigued, offered carrots from her hidden stash. Another soldier mentioned that potatoes would enhance the flavor wonderfully. Soon, someone brought potatoes.
As the soup simmered, the soldiers suggested adding onions, celery, meat, and spices. Gradually, each villager contributed something they had claimed not to possess. Before long, the pot contained a rich, hearty soup with vegetables, meat, and seasonings.
The entire village feasted together on the "stone soup," learning that sharing and cooperation create abundance from scarcity. The soldiers moved on, leaving behind a valuable lesson about community and generosity.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Tiga prajurit lelah tiba di sebuah desa setelah perang panjang, berharap menemukan makanan dan tempat tinggal. Namun, penduduk desa yang curiga, takut orang asing akan menghabiskan sumber daya mereka, menyembunyikan semua makanan mereka dan berpura-pura tidak memiliki apa-apa untuk dibagikan.
Tidak gentar, prajurit cerdik mengumumkan mereka akan membuat sup lezat dari batu. Mereka mengisi panci besar dengan air, menambahkan tiga batu halus, dan mulai mengaduk. Penduduk desa yang penasaran berkumpul untuk menyaksikan tontonan aneh ini.
"Sup batu ini akan luar biasa," kata seorang prajurit, "tetapi akan terasa lebih enak dengan beberapa wortel." Satu penduduk desa, tertarik, menawarkan wortel dari simpanan tersembunyinya. Prajurit lain menyebutkan bahwa kentang akan meningkatkan rasa dengan indah. Segera, seseorang membawa kentang.
Saat sup mendidih, prajurit menyarankan menambahkan bawang, seledri, daging, dan bumbu. Secara bertahap, setiap penduduk desa menyumbang sesuatu yang mereka klaim tidak mereka miliki. Tidak lama kemudian, panci berisi sup yang kaya dan mengenyangkan dengan sayuran, daging, dan bumbu.
Seluruh desa berpesta bersama menikmati "sup batu," belajar bahwa berbagi dan kerja sama menciptakan kelimpahan dari kelangkaan. Prajurit melanjutkan perjalanan, meninggalkan pelajaran berharga tentang komunitas dan kemurahan hati.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
weary /ˈwɪri/ |
lelah |
After climbing the mountain all day, the weary hikers finally reached the summit. (Setelah mendaki gunung sepanjang hari, pendaki yang lelah akhirnya mencapai puncak.) |
|
suspicious /səˈspɪʃəs/ |
curiga |
The security guard became suspicious when he noticed someone lurking near the exit. (Satpam menjadi curiga ketika ia melihat seseorang mengintai dekat pintu keluar.) |
|
deplete /dɪˈpliːt/ |
menghabiskan |
Continuous mining activities will eventually deplete our natural resources. (Aktivitas pertambangan berkelanjutan pada akhirnya akan menghabiskan sumber daya alam kita.) |
|
undeterred /ˌʌndɪˈtɜːrd/ |
tidak gentar |
Undeterred by criticism, she continued pursuing her ambitious goals. (Tidak gentar oleh kritik, dia terus mengejar tujuan ambisius nya.) |
|
peculiar /pɪˈkjuːliər/ |
aneh |
The detective noticed a peculiar smell coming from the abandoned warehouse. (Detektif melihat bau aneh datang dari gudang yang terbengkalai.) |
|
spectacle /ˈspektəkəl/ |
tontonan |
The fireworks display created a spectacular spectacle in the night sky. (Pertunjukan kembang api menciptakan tontonan spektakuler di langit malam.) |
|
intrigued /ɪnˈtriːɡd/ |
tertarik, penasaran |
I was intrigued by the mysterious message written in code. (Saya tertarik dengan pesan misterius yang ditulis dalam kode.) |
|
enhance /ɪnˈhæns/ |
meningkatkan |
Good lighting can enhance the atmosphere of any room significantly. (Pencahayaan yang baik dapat meningkatkan suasana ruangan secara signifikan.) |
|
simmered /ˈsɪmərd/ |
mendidih (perlahan) |
The chef simmered the sauce for hours to develop its rich flavor. (Koki mendidih saus selama berjam-jam untuk mengembangkan rasa kayanya.) |
|
scarcity /ˈskeərsəti/ |
kelangkaan |
Water scarcity affects millions of people in drought-stricken regions. (Kelangkaan air mempengaruhi jutaan orang di wilayah yang dilanda kekeringan.) |
5. Molly Whuppie
Cerita Bahasa Inggris:
Molly Whuppie and her two sisters were abandoned by their poor parents in the forest. Wandering hungry and lost, they stumbled upon a house and begged for food. An old woman warned them it belonged to a fearsome giant, but desperate, they stayed anyway.
The giant had three daughters wearing gold chains. That night, Molly cleverly switched the chains with the straw ropes she and her sisters wore. When the giant came to kill the intruders in darkness, he mistakenly harmed his own daughters instead.
Molly quickly woke her sisters, and they fled across a magical bridge made of a single hair that the giant could not cross. Safe on the other side, Molly taunted him, "I am Molly Whuppie, and you'll never catch me!"
A grateful king rewarded Molly's bravery but challenged her to return three times to steal the giant's treasures. Each time, Molly used her wit to outsmart the giant, stealing his sword, purse, and ring.
Though captured once, she escaped by tricking the giant's wife. Molly successfully completed all challenges, and the king married her sisters to princes while she married the king's son, living prosperously forever.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Molly Whuppie dan dua saudara perempuannya ditinggalkan oleh orang tua miskin mereka di hutan. Berkeliaran lapar dan tersesat, mereka menemukan sebuah rumah dan memohon makanan. Seorang wanita tua memperingatkan bahwa rumah itu milik raksasa menakutkan, tetapi karena putus asa, mereka tetap tinggal.
Raksasa memiliki tiga putri yang mengenakan rantai emas. Malam itu, Molly dengan cerdik menukar rantai dengan tali jerami yang ia dan saudara-saudarinya kenakan. Ketika raksasa datang untuk membunuh penyusup dalam kegelapan, ia secara keliru menyakiti putrinya sendiri.
Molly dengan cepat membangunkan saudara-saudarinya, dan mereka melarikan diri melintasi jembatan ajaib yang terbuat dari satu helai rambut yang tidak bisa dilintasi raksasa. Aman di sisi lain, Molly mengejeknya, "Aku Molly Whuppie, dan kamu tidak akan pernah menangkapku!"
Seorang raja yang berterima kasih menghargai keberanian Molly tetapi menantangnya untuk kembali tiga kali mencuri harta raksasa. Setiap kali, Molly menggunakan kecerdasannya untuk mengakali raksasa, mencuri pedang, dompet, dan cincinnya.
Meskipun tertangkap sekali, ia melarikan diri dengan menipu istri raksasa. Molly berhasil menyelesaikan semua tantangan, dan raja menikahkan saudara-saudarinya dengan pangeran sementara ia menikah dengan putra raja, hidup makmur selamanya.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
abandoned /əˈbændənd/ |
ditinggalkan |
The abandoned building became a shelter for homeless people. (Gedung yang ditinggalkan menjadi tempat berlindung bagi orang-orang tunawisma.) |
|
wandering /ˈwɑːndərɪŋ/ |
berkeliaran |
The wandering cat finally found its way back home after three days. (Kucing berkeliaran itu akhirnya menemukan jalan pulang setelah tiga hari.) |
|
desperate /ˈdespərət/ |
putus asa |
The desperate mother searched everywhere for her missing child. (Ibu yang putus asa mencari ke mana-mana anaknya yang hilang.) |
|
chains /tʃeɪnz/ |
rantai |
The prisoner's hands were bound with heavy iron chains. (Tangan tahanan itu diikat dengan rantai besi berat.) |
|
switched /swɪtʃt/ |
menukar |
The magician switched the cards so quickly that nobody noticed. (Pesulap menukar kartu begitu cepat sehingga tidak ada yang menyadari.) |
|
intruders /ɪnˈtruːdərz/ |
penyusup |
The security alarm detected intruders trying to break into the warehouse. (Alarm keamanan mendeteksi penyusup yang mencoba masuk ke gudang.) |
|
mistakenly /mɪˈsteɪkənli/ |
secara keliru |
I mistakenly sent the email to the wrong recipient. (Saya secara keliru mengirim email ke penerima yang salah.) |
|
fled /fled/ |
melarikan diri |
The villagers fled when they heard the volcano was about to erupt. (Penduduk desa melarikan diri ketika mereka mendengar gunung berapi akan meletus.) |
|
wit /wɪt/ |
kecerdasan |
She used her quick wit to solve the complicated puzzle. (Dia menggunakan kecerdasan cepatnya untuk memecahkan teka-teki rumit.) |
|
outsmart /ˌaʊtˈsmɑːrt/ |
mengakali |
The detective managed to outsmart the criminal with a clever trap. (Detektif berhasil mengakali penjahat dengan jebakan cerdik.) |
III. Cerita Legenda dalam Bahasa Inggris
Cerita legenda atau mitologi menceritakan narasi sakral tentang asal-usul, pahlawan legendaris, dan dewa-dewi dengan makna simbolis mendalam. Mempelajari cerita legenda bahasa inggris memperkaya kosakata Anda dengan istilah-istilah yang lebih kompleks sambil memberikan pemahaman tentang referensi budaya yang sering muncul dalam literatur dan percakapan bahasa Inggris.
1. Zeus and the Olympians (Zeus dan Para Olimpian)
Cerita Bahasa Inggris:
Zeus, the king of gods, ruled Mount Olympus with his siblings after overthrowing their tyrannical father, Cronus. The Titan Cronus had swallowed his children to prevent a prophecy that his son would defeat him, but Zeus's mother Rhea saved the infant by hiding him.
When Zeus grew strong, he forced Cronus to regurgitate his siblings—Poseidon, Hades, Hera, Demeter, and Hestia. Together, they waged a ten-year war called the Titanomachy against the Titans, ultimately achieving victory and establishing their reign on Mount Olympus.
Zeus claimed dominion over the sky and thunder, wielding mighty lightning bolts forged by the Cyclopes. Poseidon received control of the seas, while Hades ruled the underworld. The remaining Olympians governed various aspects of life and nature.
From his throne, Zeus maintained order among gods and mortals, though his numerous romantic affairs often caused conflicts. He fathered many divine and mortal children, including Athena, Apollo, Artemis, and the hero Hercules.
The Olympian gods shaped ancient Greek civilization through their interactions with humanity, teaching valuable lessons about power, justice, and the consequences of hubris through countless myths and legends.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Zeus, raja para dewa, memerintah Gunung Olympus bersama saudara-saudaranya setelah menggulingkan ayah mereka yang tiranik, Cronus. Titan Cronus telah menelan anak-anaknya untuk mencegah ramalan bahwa putranya akan mengalahkannya, tetapi ibu Zeus, Rhea, menyelamatkan bayi itu dengan menyembunyikannya.
Ketika Zeus tumbuh kuat, ia memaksa Cronus untuk memuntahkan saudara-saudaranya—Poseidon, Hades, Hera, Demeter, dan Hestia. Bersama-sama, mereka berperang selama sepuluh tahun yang disebut Titanomachy melawan para Titan, akhirnya mencapai kemenangan dan membangun pemerintahan mereka di Gunung Olympus.
Zeus mengklaim kekuasaan atas langit dan petir, mengayunkan petir dahsyat yang ditempa oleh para Cyclopes. Poseidon menerima kontrol atas lautan, sementara Hades memerintah dunia bawah. Para Olimpian yang tersisa mengatur berbagai aspek kehidupan dan alam.
Dari takhtanya, Zeus mempertahankan ketertiban di antara dewa dan manusia, meskipun banyak urusan romantisnya sering menyebabkan konflik. Ia memiliki banyak anak ilahi dan manusia, termasuk Athena, Apollo, Artemis, dan pahlawan Hercules.
Para dewa Olimpian membentuk peradaban Yunani kuno melalui interaksi mereka dengan manusia, mengajarkan pelajaran berharga tentang kekuasaan, keadilan, dan konsekuensi kesombongan melalui mitos dan legenda yang tak terhitung jumlahnya.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
overthrowing /ˌoʊvərˈθroʊɪŋ/ |
menggulingkan |
The rebels succeeded in overthrowing the corrupt government. (Para pemberontak berhasil menggulingkan pemerintahan yang korup.) |
|
tyrannical /tɪˈrænɪkəl/ |
tiranik |
The tyrannical ruler oppressed his people for decades. (Penguasa tiranik itu menindas rakyatnya selama puluhan tahun.) |
|
prophecy /ˈprɑːfəsi/ |
ramalan |
The ancient prophecy predicted a great hero would save the kingdom. (Ramalan kuno meramalkan seorang pahlawan hebat akan menyelamatkan kerajaan.) |
|
regurgitate /rɪˈɡɜːrdʒɪteɪt/ |
memuntahkan |
Some birds regurgitate food to feed their young chicks. (Beberapa burung memuntahkan makanan untuk memberi makan anak-anak mereka.) |
|
waged /weɪdʒd/ |
berperang |
The two nations waged war for control of the disputed territory. (Dua negara berperang untuk kontrol atas wilayah yang diperebutkan.) |
|
dominion /dəˈmɪniən/ |
kekuasaan |
The emperor extended his dominion across the entire continent. (Kaisar memperluas kekuasaannya di seluruh benua.) |
|
wielding /ˈwiːldɪŋ/ |
mengayunkan |
The knight entered the battle wielding a massive two-handed sword. (Kesatria memasuki pertempuran mengayunkan pedang besar bermata dua.) |
|
mortals /ˈmɔːrtəlz/ |
manusia (fana) |
The gods rarely revealed themselves directly to mortals. (Para dewa jarang menampakkan diri secara langsung kepada manusia.) |
|
affairs /əˈferz/ |
urusan |
The politician's secret affairs were exposed by investigative journalists. (Urusan rahasia politisi itu diungkap oleh jurnalis investigasi.) |
|
hubris /ˈhjuːbrɪs/ |
kesombongan |
His hubris led him to believe he was invincible and above the law. (Kesombongannya membuatnya percaya ia tak terkalahkan dan di atas hukum.) |
2. Hercules and His Labors (Hercules dan Kedua Belas Tugasnya)
Cerita Bahasa Inggris:
Hercules, son of Zeus and the mortal woman Alcmene, possessed superhuman strength from birth. Hera, Zeus's jealous wife, despised Hercules and drove him temporarily insane, causing him to kill his own family in madness.
Overwhelmed with remorse, Hercules consulted the Oracle at Delphi, who instructed him to serve King Eurystheus for twelve years. The king assigned him twelve seemingly impossible labors as penance for his terrible crime.
His first labor was slaying the Nemean Lion, whose hide was impervious to weapons. Hercules strangled it with his bare hands and wore its invulnerable skin as armor. He then defeated the nine-headed Hydra, cleaned the Augean stables in a single day, and captured the Erymanthian Boar.
Other labors included obtaining the girdle of Hippolyta, capturing Cerberus from the underworld, and stealing the golden apples of the Hesperides. Each task required immense courage, cleverness, and strength, testing every aspect of his heroic capabilities.
Upon completing all twelve labors, Hercules earned redemption and immortality, becoming one of the greatest heroes in Greek mythology and inspiring countless generations with his perseverance and strength.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Hercules, putra Zeus dan wanita fana Alcmene, memiliki kekuatan super sejak lahir. Hera, istri Zeus yang cemburu, membenci Hercules dan membuatnya sementara gila, menyebabkannya membunuh keluarganya sendiri dalam kegilaan.
Kewalahan dengan penyesalan, Hercules berkonsultasi dengan Oracle di Delphi, yang menginstruksikannya untuk melayani Raja Eurystheus selama dua belas tahun. Raja menugaskannya dua belas tugas yang tampaknya mustahil sebagai penebusan atas kejahatan mengerikannya.
Tugas pertamanya adalah membunuh Singa Nemean, yang kulitnya kebal terhadap senjata. Hercules mencekiknya dengan tangan kosong dan mengenakan kulit yang kebal itu sebagai baju besi. Ia kemudian mengalahkan Hydra berkepala sembilan, membersihkan kandang Augean dalam sehari, dan menangkap Babi Erymanthian.
Tugas lain termasuk mendapatkan ikat pinggang Hippolyta, menangkap Cerberus dari dunia bawah, dan mencuri apel emas Hesperides. Setiap tugas memerlukan keberanian, kecerdikan, dan kekuatan yang sangat besar, menguji setiap aspek kemampuan kepahlawanannya.
Setelah menyelesaikan semua dua belas tugas, Hercules mendapatkan penebusan dan keabadian, menjadi salah satu pahlawan terbesar dalam mitologi Yunani dan menginspirasi generasi yang tak terhitung jumlahnya dengan ketekunan dan kekuatannya.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
superhuman /ˌsuːpərˈhjuːmən/ |
super, luar biasa |
The firefighter showed superhuman courage when rescuing people from the burning building. (Pemadam kebakaran menunjukkan keberanian super saat menyelamatkan orang dari gedung yang terbakar.) |
|
temporarily /ˌtempəˈrerəli/ |
sementara |
The website is temporarily unavailable due to maintenance. (Situs web sementara tidak tersedia karena pemeliharaan.) |
|
insane /ɪnˈseɪn/ |
gila |
The criminal was declared legally insane and sent to a psychiatric hospital. (Penjahat itu dinyatakan gila secara hukum dan dikirim ke rumah sakit jiwa.) |
|
remorse /rɪˈmɔːrs/ |
penyesalan |
The thief felt deep remorse after realizing the harm he had caused. (Pencuri merasa penyesalan mendalam setelah menyadari kerugian yang ia sebabkan.) |
|
penance /ˈpenəns/ |
penebusan |
He performed acts of charity as penance for his past mistakes. (Dia melakukan tindakan amal sebagai penebusan atas kesalahan masa lalunya.) |
|
slaying /ˈsleɪɪŋ/ |
membunuh |
The knight earned fame for slaying the dragon that terrorized the village. (Kesatria mendapatkan ketenaran karena membunuh naga yang meneror desa.) |
|
impervious /ɪmˈpɜːrviəs/ |
kebal |
The submarine's hull is impervious to extreme water pressure. (Lambung kapal selam kebal terhadap tekanan air ekstrem.) |
|
strangled /ˈstræŋɡəld/ |
mencekik |
The villain strangled his victim with a rope in the dark alley. (Penjahat mencekik korbannya dengan tali di gang gelap.) |
|
invulnerable /ɪnˈvʌlnərəbəl/ |
kebal |
The superhero seemed invulnerable to any physical attack. (Pahlawan super tampak kebal terhadap serangan fisik apa pun.) |
|
redemption /rɪˈdempʃən/ |
penebusan |
The reformed criminal sought redemption through community service. (Penjahat yang berubah mencari penebusan melalui pelayanan masyarakat.) |
3. Thor's Hammer (Palu Thor)
Cerita Bahasa Inggris:
Thor, the Norse god of thunder, possessed Mjolnir, a magical hammer capable of leveling mountains and returning to his hand after being thrown. The weapon symbolized his divine power and protected the gods from giants and monsters threatening Asgard.
One morning, Thor discovered his beloved hammer had been stolen while he slept. Without Mjolnir, Asgard remained vulnerable to attacks from their enemies. Loki, the trickster god, volunteered to investigate and discovered the giant Thrym had hidden the hammer deep underground.
Thrym demanded the goddess Freyja as his bride in exchange for returning Mjolnir. When Freyja furiously refused, Loki devised a cunning plan. He convinced Thor to disguise himself as Freyja, wearing a wedding dress and veil to trick the giant.
At the wedding feast, Thrym noticed the "bride" eating and drinking enormous amounts, but Loki cleverly explained it away. When Thrym brought out Mjolnir to consecrate the marriage, Thor seized his hammer and revealed his true identity.
With Mjolnir back in his possession, Thor destroyed Thrym and his giant followers, securing Asgard's safety and teaching the giants never to steal from the gods again.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Thor, dewa petir Norse, memiliki Mjolnir, palu ajaib yang mampu meratakan gunung dan kembali ke tangannya setelah dilempar. Senjata itu melambangkan kekuatan ilahiahnya dan melindungi para dewa dari raksasa dan monster yang mengancam Asgard.
Suatu pagi, Thor menemukan palu kesayangannya telah dicuri saat ia tidur. Tanpa Mjolnir, Asgard tetap rentan terhadap serangan dari musuh mereka. Loki, dewa penipu, menawarkan diri untuk menyelidiki dan menemukan raksasa Thrym telah menyembunyikan palu jauh di bawah tanah.
Thrym menuntut dewi Freyja sebagai pengantin wanitanya sebagai ganti mengembalikan Mjolnir. Ketika Freyja dengan marah menolak, Loki merancang rencana cerdik. Ia meyakinkan Thor untuk menyamar sebagai Freyja, mengenakan gaun pengantin dan kerudung untuk menipu raksasa.
Di pesta pernikahan, Thrym memperhatikan "pengantin" makan dan minum dalam jumlah besar, tetapi Loki dengan cerdik menjelaskannya. Ketika Thrym mengeluarkan Mjolnir untuk memberkati pernikahan, Thor merebut palunya dan mengungkapkan identitas aslinya.
Dengan Mjolnir kembali dalam kepemilikannya, Thor menghancurkan Thrym dan pengikut raksasanya, mengamankan keselamatan Asgard dan mengajarkan para raksasa untuk tidak pernah mencuri dari para dewa lagi.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
thunder /ˈθʌndər/ |
petir |
The loud thunder frightened the children during the storm. (Petir keras menakuti anak-anak selama badai.) |
|
leveling /ˈlevəlɪŋ/ |
meratakan |
The earthquake was capable of leveling entire cities. (Gempa bumi itu mampu meratakan seluruh kota.) |
|
vulnerable /ˈvʌlnərəbəl/ |
rentan |
Young children are particularly vulnerable to infectious diseases. (Anak-anak kecil sangat rentan terhadap penyakit menular.) |
|
trickster /ˈtrɪkstər/ |
penipu |
The clever trickster fooled the villagers with his elaborate schemes. (Penipu cerdik itu menipu penduduk desa dengan skema rumitnya.) |
|
demanded /dɪˈmændɪd/ |
menuntut |
The kidnappers demanded a large ransom for the safe return of the hostage. (Para penculik menuntut tebusan besar untuk pengembalian sandera yang selamat.) |
|
furiously /ˈfjʊriəsli/ |
dengan marah |
She typed furiously on her keyboard to meet the deadline. (Dia mengetik dengan marah di keyboardnya untuk memenuhi tenggat waktu.) |
|
devised /dɪˈvaɪzd/ |
merancang |
The engineer devised an innovative solution to the complex problem. (Insinyur merancang solusi inovatif untuk masalah kompleks.) |
|
disguise /dɪsˈɡaɪz/ |
menyamar |
The spy used a clever disguise to infiltrate the enemy headquarters. (Mata-mata menggunakan penyamaran cerdik untuk menyusup ke markas musuh.) |
|
consecrate /ˈkɑːnsɪkreɪt/ |
memberkati |
The bishop will consecrate the new church building next Sunday. (Uskup akan memberkati gedung gereja baru hari Minggu depan.) |
|
seized /siːzd/ |
merebut |
The police seized illegal drugs worth millions during the raid. (Polisi merebut obat-obatan ilegal senilai jutaan selama penggerebekan.) |
4. King Midas and the Golden Touch (Raja Midas dan Sentuhan Emas)
Cerita Bahasa Inggris:
King Midas ruled a prosperous kingdom but remained dissatisfied despite his wealth. He loved gold more than anything else, constantly counting his treasures and dreaming of possessing even greater riches.
One day, Midas helped the satyr Silenus, a companion of the god Dionysus. Grateful for the king's hospitality, Dionysus offered to grant Midas one wish. Without hesitation, the greedy king wished that everything he touched would turn to gold.
Initially delighted, Midas transformed ordinary objects into precious gold with a simple touch. However, his joy quickly turned to horror when he realized he could not eat or drink—food and water instantly became solid gold in his hands.
The tragic moment arrived when Midas embraced his beloved daughter, who immediately turned into a lifeless golden statue. Desperate and heartbroken, he begged Dionysus to reverse the curse, realizing too late that gold cannot bring genuine happiness.
Dionysus took pity on the suffering king and instructed him to wash in the River Pactolus. The magical waters cleansed Midas of his golden touch, restoring his daughter to life and teaching him that love and relationships hold far greater value than material wealth.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Raja Midas memerintah kerajaan yang makmur tetapi tetap tidak puas meskipun kaya. Ia mencintai emas lebih dari apa pun, terus-menerus menghitung hartanya dan bermimpi memiliki kekayaan yang lebih besar.
Suatu hari, Midas membantu satir Silenus, teman dewa Dionysus. Bersyukur atas keramahan raja, Dionysus menawarkan untuk mengabulkan satu permintaan Midas. Tanpa ragu, raja serakah itu berharap bahwa segala sesuatu yang ia sentuh akan berubah menjadi emas.
Awalnya senang, Midas mengubah benda-benda biasa menjadi emas berharga dengan sentuhan sederhana. Namun, kegembiraannya dengan cepat berubah menjadi horor ketika ia menyadari ia tidak bisa makan atau minum—makanan dan air langsung menjadi emas padat di tangannya.
Momen tragis tiba ketika Midas memeluk putri kesayangannya, yang segera berubah menjadi patung emas tak bernyawa. Putus asa dan patah hati, ia memohon Dionysus untuk membalikkan kutukan, menyadari terlambat bahwa emas tidak bisa membawa kebahagiaan sejati.
Dionysus merasa kasihan pada raja yang menderita dan menginstruksikannya untuk mandi di Sungai Pactolus. Air ajaib membersihkan Midas dari sentuhan emasnya, mengembalikan putrinya ke kehidupan dan mengajarkannya bahwa cinta dan hubungan memiliki nilai jauh lebih besar daripada kekayaan materi.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
prosperous /ˈprɑːspərəs/ |
makmur |
The prosperous merchant owned several successful businesses across the region. (Pedagang makmur itu memiliki beberapa bisnis sukses di seluruh wilayah.) |
|
dissatisfied /dɪsˈsætɪsfaɪd/ |
tidak puas |
The dissatisfied customer demanded a full refund for the defective product. (Pelanggan yang tidak puas menuntut pengembalian dana penuh untuk produk yang rusak.) |
|
treasures /ˈtreʒərz/ |
harta |
Pirates buried their stolen treasures on remote islands. (Bajak laut mengubur harta curian mereka di pulau-pulau terpencil.) |
|
hospitality /ˌhɑːspɪˈtæləti/ |
keramahan |
The hotel staff impressed guests with their warm hospitality. (Staf hotel mengesankan tamu dengan keramahan hangat mereka.) |
|
hesitation /ˌhezɪˈteɪʃən/ |
ragu |
She accepted the job offer without hesitation. (Dia menerima tawaran pekerjaan tanpa ragu.) |
|
greedy /ˈɡriːdi/ |
serakah |
The greedy businessman exploited his workers to maximize profits. (Pengusaha serakah itu mengeksploitasi pekerjanya untuk memaksimalkan keuntungan.) |
|
precious /ˈpreʃəs/ |
berharga |
She kept her mother's precious jewelry in a secure safe. (Dia menyimpan perhiasan berharga ibunya di brankas aman.) |
|
embrace /ɪmˈbreɪs/ |
memeluk |
The mother rushed to embrace her son after his long absence. (Ibu bergegas memeluk putranya setelah ketidakhadiran panjang.) |
|
lifeless /ˈlaɪfləs/ |
tak bernyawa |
The doctor confirmed that the patient had no pulse and was lifeless. (Dokter mengonfirmasi bahwa pasien tidak memiliki denyut nadi dan tak bernyawa.) |
|
cleansed /klenzd/ |
membersihkan |
The wound must be cleansed thoroughly to prevent infection. (Luka harus dibersihkan secara menyeluruh untuk mencegah infeksi.) |
5. Persephone and the Underworld (Persefone dan Dunia Bawah)
Cerita Bahasa Inggris:
Persephone, daughter of Zeus and Demeter, the goddess of harvest, spent her days gathering flowers in beautiful meadows. Hades, god of the underworld, fell deeply in love with her radiant beauty and decided to make her his queen.
One day, while Persephone picked narcissus flowers, the earth suddenly split open. Hades emerged in his dark chariot, seized the terrified maiden, and dragged her down to his shadowy realm beneath the earth before anyone could intervene.
Demeter searched desperately for her missing daughter, and in her grief, she neglected her duties. Crops withered, harvests failed, and eternal winter gripped the world. Zeus finally intervened, ordering Hades to release Persephone.
However, Hades had cunningly given Persephone pomegranate seeds to eat. Ancient law dictated that anyone consuming food in the underworld must remain there. Because she had eaten six seeds, a compromise was reached.
Persephone would spend six months each year with Hades in the underworld and six months with her mother on earth. This myth explains the changing seasons—winter arrives when Demeter mourns her daughter's absence, and spring blooms when Persephone returns.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Persefone, putri Zeus dan Demeter, dewi panen, menghabiskan hari-harinya mengumpulkan bunga di padang rumput yang indah. Hades, dewa dunia bawah, jatuh cinta mendalam dengan kecantikannya yang bersinar dan memutuskan untuk menjadikannya ratunya.
Suatu hari, saat Persefone memetik bunga narcissus, bumi tiba-tiba terbelah. Hades muncul di keretanya yang gelap, merebut gadis yang ketakutan, dan menyeretnya ke kerajaan bayangan di bawah bumi sebelum siapa pun bisa campur tangan.
Demeter mencari putrinya yang hilang dengan putus asa, dan dalam kesedihannya, ia mengabaikan tugasnya. Tanaman layu, panen gagal, dan musim dingin abadi mencengkeram dunia. Zeus akhirnya campur tangan, memerintahkan Hades untuk membebaskan Persefone.
Namun, Hades dengan licik telah memberikan biji delima kepada Persefone untuk dimakan. Hukum kuno mendikte bahwa siapa pun yang mengonsumsi makanan di dunia bawah harus tetap di sana. Karena ia telah memakan enam biji, kompromi dicapai.
Persefone akan menghabiskan enam bulan setiap tahun dengan Hades di dunia bawah dan enam bulan dengan ibunya di bumi. Mitos ini menjelaskan pergantian musim—musim dingin tiba ketika Demeter berduka atas ketidakhadiran putrinya, dan musim semi mekar ketika Persefone kembali.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
harvest /ˈhɑːrvɪst/ |
panen |
Farmers celebrated a bountiful harvest after months of hard work. (Petani merayakan panen yang melimpah setelah berbulan-bulan kerja keras.) |
|
meadows /ˈmedoʊz/ |
padang rumput |
Cattle grazed peacefully in the green meadows beside the river. (Sapi merumput dengan damai di padang rumput hijau di samping sungai.) |
|
radiant /ˈreɪdiənt/ |
bersinar |
The bride looked radiant in her beautiful white wedding dress. (Pengantin terlihat bersinar dalam gaun pengantin putih indahnya.) |
|
chariot /ˈtʃæriət/ |
kereta |
Ancient warriors rode into battle in horse-drawn chariots. (Pejuang kuno naik ke pertempuran dalam kereta yang ditarik kuda.) |
|
intervene /ˌɪntərˈviːn/ |
campur tangan |
The teacher had to intervene when the argument between students became heated. (Guru harus campur tangan ketika pertengkaran antara siswa menjadi panas.) |
|
neglected /nɪˈɡlektɪd/ |
mengabaikan |
The neglected garden became overgrown with weeds and wild plants. (Kebun yang diabaikan menjadi ditumbuhi gulma dan tanaman liar.) |
|
withered /ˈwɪðərd/ |
layu |
The flowers withered and died without sufficient water. (Bunga-bunga layu dan mati tanpa air yang cukup.) |
|
cunningly /ˈkʌnɪŋli/ |
dengan licik |
The fox cunningly stole the cheese from the unsuspecting crow. (Rubah dengan licik mencuri keju dari gagak yang tidak curiga.) |
|
dictated /ˈdɪkteɪtɪd/ |
mendikte |
Ancient traditions dictated how ceremonies should be conducted. (Tradisi kuno mendikte bagaimana upacara harus dilakukan.) |
|
compromise /ˈkɑːmprəmaɪz/ |
kompromi |
After hours of negotiation, both parties finally reached a fair compromise. (Setelah berjam-jam negosiasi, kedua pihak akhirnya mencapai kompromi yang adil.) |
IV. Cerita Fabel dalam Bahasa Inggris
Fabel adalah cerita pendek dengan karakter hewan atau benda mati yang bertindak seperti manusia, selalu mengandung pesan moral yang jelas dan mudah dipahami. Membaca cerita fabel bahasa inggris sangat efektif untuk pembelajaran karena plot yang sederhana, kosakata terfokus pada sifat dan tindakan, serta pesan yang mudah diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. The Lion and the Mouse (Singa dan Tikus)
Cerita Bahasa Inggris:
A mighty lion lay sleeping under a shady tree when a tiny mouse accidentally ran across his nose. The lion awoke with a thunderous roar and trapped the frightened mouse beneath his enormous paw, preparing to devour the little creature.
"Please spare my life, Your Majesty!" squeaked the terrified mouse. "I meant no harm, and someday I may be able to help you in return." The lion found this idea so amusing that he laughed heartily and released the mouse, thinking such a small creature could never possibly assist the king of beasts.
Weeks later, hunters captured the lion in a strong rope net. Despite his tremendous strength, he could not break free and roared helplessly in frustration. The mouse heard the lion's distressed cries and quickly rushed to help.
Using her sharp teeth, the mouse gnawed through the thick ropes until the lion was free. "You laughed when I promised to help you," said the mouse. "Now you see that even the smallest friend can be the greatest friend in need."
The grateful lion learned that no act of kindness, however small, is ever wasted, and that help can come from the most unexpected sources.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Seekor singa perkasa berbaring tidur di bawah pohon rindang ketika seekor tikus kecil secara tidak sengaja berlari melintasi hidungnya. Singa terbangun dengan auman gemuruh dan menjebak tikus yang ketakutan di bawah cakar besarnya, bersiap untuk melahap makhluk kecil itu.
"Tolong selamatkan nyawaku, Yang Mulia!" cicit tikus yang ketakutan. "Aku tidak bermaksud jahat, dan suatu hari aku mungkin bisa membantumu sebagai balasannya." Singa merasa ide ini sangat menghibur sehingga ia tertawa terbahak-bahak dan melepaskan tikus, berpikir makhluk sekecil itu tidak mungkin membantu raja hutan.
Beberapa minggu kemudian, pemburu menangkap singa dalam jaring tali yang kuat. Meskipun kekuatannya yang luar biasa, ia tidak bisa membebaskan diri dan mengaum tanpa daya dalam frustrasi. Tikus mendengar tangisan tertekan singa dan dengan cepat bergegas untuk membantu.
Menggunakan gigi tajamnya, tikus menggerogoti tali tebal sampai singa bebas. "Kamu tertawa ketika aku berjanji membantumu," kata tikus. "Sekarang kamu lihat bahwa bahkan teman terkecil bisa menjadi teman terbesar dalam kesusahan."
Singa yang bersyukur belajar bahwa tidak ada tindakan kebaikan, sekecil apa pun, yang sia-sia, dan bahwa bantuan bisa datang dari sumber yang paling tidak terduga.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
mighty /ˈmaɪti/ |
perkasa |
The mighty warrior defeated all challengers in the tournament. (Pejuang perkasa itu mengalahkan semua penantang dalam turnamen.) |
|
shady /ˈʃeɪdi/ |
rindang, teduh |
We found relief from the hot sun under a shady oak tree. (Kami menemukan kelegaan dari matahari panas di bawah pohon ek yang rindang.) |
|
accidentally /ˌæksɪˈdentəli/ |
secara tidak sengaja |
I accidentally deleted all my important files from the computer. (Saya secara tidak sengaja menghapus semua file penting saya dari komputer.) |
|
thunderous /ˈθʌndərəs/ |
gemuruh |
The crowd erupted in thunderous applause after the amazing performance. (Kerumunan meletus dalam tepuk tangan gemuruh setelah penampilan luar biasa.) |
|
trapped /træpt/ |
terjebak |
The miners were trapped underground for three days before rescue. (Para penambang terjebak di bawah tanah selama tiga hari sebelum diselamatkan.) |
|
devour /dɪˈvaʊər/ |
melahap |
The hungry wolves devoured the entire deer in minutes. (Serigala lapar melahap seluruh rusa dalam hitungan menit.) |
|
spare /sper/ |
menyelamatkan, mengampuni |
The judge decided to spare the young offender from prison time. (Hakim memutuskan untuk menyelamatkan pelanggar muda dari waktu penjara.) |
|
amusing /əˈmjuːzɪŋ/ |
menghibur |
The children found the clown's tricks very amusing. (Anak-anak merasa trik badut sangat menghibur.) |
|
gnawed /nɔːd/ |
menggerogoti |
The hungry rat gnawed through the wooden floorboards. (Tikus lapar menggerogoti papan lantai kayu.) |
|
wasted /ˈweɪstɪd/ |
sia-sia |
All our efforts were wasted when the project was suddenly cancelled. (Semua upaya kami sia-sia ketika proyek tiba-tiba dibatalkan.) |
2. The Tortoise and the Hare (Kura-kura dan Kelinci)
Cerita Bahasa Inggris:
A swift hare constantly boasted about his incredible speed to all the forest animals. He particularly enjoyed mocking the slow-moving tortoise, who patiently endured the hare's cruel teasing without complaint.
Finally, the humble tortoise challenged the arrogant hare to a race. The hare accepted immediately, confident he would win easily and laughing at what he considered the tortoise's foolishness. All the animals gathered to watch the unusual competition.
When the race began, the hare sprinted far ahead, quickly leaving the tortoise far behind. Seeing how slowly his opponent moved, the overconfident hare decided to take a nap beneath a comfortable tree, certain he had plenty of time to rest before finishing.
Meanwhile, the determined tortoise continued plodding steadily forward, never stopping or slowing his consistent pace. He passed the sleeping hare and kept moving toward the finish line with unwavering determination.
The hare awoke too late and raced desperately toward the finish, only to discover the tortoise had already crossed the line. The shocked hare learned that slow and steady wins the race, and that arrogance often leads to defeat.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Seekor kelinci cepat terus membual tentang kecepatannya yang luar biasa kepada semua hewan hutan. Ia khususnya senang mengolok-olok kura-kura yang bergerak lambat, yang dengan sabar menanggung ejekan kejam kelinci tanpa keluhan.
Akhirnya, kura-kura yang rendah hati menantang kelinci yang arogan untuk balapan. Kelinci menerima dengan segera, yakin ia akan menang dengan mudah dan tertawa pada apa yang ia anggap kebodohan kura-kura. Semua hewan berkumpul untuk menyaksikan kompetisi yang tidak biasa.
Ketika balapan dimulai, kelinci berlari cepat jauh ke depan, dengan cepat meninggalkan kura-kura jauh di belakang. Melihat betapa lambatnya lawannya bergerak, kelinci yang terlalu percaya diri memutuskan untuk tidur siang di bawah pohon yang nyaman, yakin ia memiliki banyak waktu untuk beristirahat sebelum selesai.
Sementara itu, kura-kura yang bertekad terus berjalan dengan mantap maju, tidak pernah berhenti atau memperlambat kecepatan konsistennya. Ia melewati kelinci yang tidur dan terus bergerak menuju garis finish dengan tekad yang tidak goyah.
Kelinci terbangun terlambat dan berlari dengan putus asa menuju finish, hanya untuk menemukan kura-kura telah melintasi garis. Kelinci yang terkejut belajar bahwa lambat dan mantap memenangkan perlombaan, dan bahwa kesombongan sering mengarah pada kekalahan.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
swift /swɪft/ |
cepat |
The swift eagle caught the rabbit in its sharp talons. (Elang cepat itu menangkap kelinci dengan cakar tajamnya.) |
|
boasted /ˈboʊstɪd/ |
membual |
He constantly boasted about his expensive car and luxury lifestyle. (Dia terus membual tentang mobil mahalnya dan gaya hidup mewah.) |
|
mocking /ˈmɑːkɪŋ/ |
mengolok-olok |
The bullies were mocking the new student's unusual accent. (Para pengganggu mengolok-olok aksen tidak biasa siswa baru.) |
|
endured /ɪnˈdʊrd/ |
menanggung |
The soldiers endured harsh conditions during the winter campaign. (Para prajurit menanggung kondisi keras selama kampanye musim dingin.) |
|
humble /ˈhʌmbəl/ |
rendah hati |
Despite his success, he remained humble and grateful. (Meskipun suksesnya, ia tetap rendah hati dan bersyukur.) |
|
arrogant /ˈærəɡənt/ |
arogan |
The arrogant athlete refused to shake hands with his defeated opponent. (Atlet arogan itu menolak berjabat tangan dengan lawannya yang kalah.) |
|
sprinted /ˈsprɪntɪd/ |
berlari cepat |
The thief sprinted away when the alarm sounded. (Pencuri berlari cepat ketika alarm berbunyi.) |
|
plodding /ˈplɑːdɪŋ/ |
berjalan dengan mantap |
The tired hikers kept plodding along the mountain trail. (Para pendaki lelah terus berjalan dengan mantap sepanjang jalur gunung.) |
|
unwavering /ʌnˈweɪvərɪŋ/ |
tidak goyah |
She showed unwavering commitment to completing her degree. (Dia menunjukkan komitmen tidak goyah untuk menyelesaikan gelarnya.) |
|
defeat /dɪˈfiːt/ |
kekalahan |
The team suffered a crushing defeat in the championship final. (Tim menderita kekalahan menghancurkan di final kejuaraan.) |
3. The Ant and the Grasshopper (Semut dan Belalang)
Cerita Bahasa Inggris:
During the warm summer months, a colony of industrious ants worked tirelessly, gathering food and storing it for the approaching winter. They carried grain after grain to their underground home, preparing for the harsh season ahead.
A carefree grasshopper spent those same sunny days singing, dancing, and playing his violin without any concern for the future. When he saw the hardworking ants, he mocked them for wasting beautiful summer weather on exhausting labor instead of enjoying life's pleasures.
"Why work so hard?" the grasshopper called cheerfully. "Come dance and sing with me! There's plenty of time to worry about winter later." The wise ants politely declined, explaining that preparation prevents problems, and continued their diligent work.
When winter arrived with freezing temperatures and deep snow, the grasshopper found himself starving and freezing with no shelter or food. Desperately cold and hungry, he approached the ants' warm, well-stocked home and begged for help.
The ants reminded him of his summer mockery and explained, "We worked while you played. Now we have provisions while you have none. It is best to prepare today for the needs of tomorrow."
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Selama bulan-bulan musim panas yang hangat, koloni semut yang rajin bekerja tanpa lelah, mengumpulkan makanan dan menyimpannya untuk musim dingin yang mendekat. Mereka membawa biji demi biji ke rumah bawah tanah mereka, mempersiapkan musim keras di depan.
Seekor belalang yang riang menghabiskan hari-hari cerah yang sama bernyanyi, menari, dan memainkan biolanya tanpa kekhawatiran tentang masa depan. Ketika ia melihat semut-semut pekerja keras, ia mengolok-olok mereka karena menyia-nyiakan cuaca musim panas yang indah untuk kerja yang melelahkan alih-alih menikmati kesenangan hidup.
"Mengapa bekerja begitu keras?" panggil belalang dengan riang. "Ayo menari dan bernyanyi denganku! Ada banyak waktu untuk khawatir tentang musim dingin nanti." Semut bijaksana dengan sopan menolak, menjelaskan bahwa persiapan mencegah masalah, dan melanjutkan pekerjaan rajin mereka.
Ketika musim dingin tiba dengan suhu beku dan salju tebal, belalang mendapati dirinya kelaparan dan kedinginan tanpa tempat tinggal atau makanan. Dengan putus asa dingin dan lapar, ia mendekati rumah hangat semut yang berisi persediaan baik dan memohon bantuan.
Semut mengingatkannya tentang ejekan musim panasnya dan menjelaskan, "Kami bekerja sementara kamu bermain. Sekarang kami memiliki persediaan sementara kamu tidak memiliki apa-apa. Adalah terbaik untuk mempersiapkan hari ini untuk kebutuhan besok."
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
colony /ˈkɑːləni/ |
koloni |
The ant colony contained thousands of individual workers. (Koloni semut berisi ribuan pekerja individual.) |
|
tirelessly /ˈtaɪərləsli/ |
tanpa lelah |
The nurse worked tirelessly through the night caring for patients. (Perawat bekerja tanpa lelah sepanjang malam merawat pasien.) |
|
approaching /əˈproʊtʃɪŋ/ |
mendekat |
Dark clouds were approaching from the west, signaling rain. (Awan gelap mendekat dari barat, menandakan hujan.) |
|
carefree /ˈkerfriː/ |
riang, tanpa beban |
The carefree children played happily in the park all afternoon. (Anak-anak riang bermain dengan gembira di taman sepanjang sore.) |
|
exhausting /ɪɡˈzɔːstɪŋ/ |
melelahkan |
Running a marathon is an exhausting physical challenge. (Berlari maraton adalah tantangan fisik yang melelahkan.) |
|
pleasures /ˈpleʒərz/ |
kesenangan |
Simple pleasures like good food and friendship bring true happiness. (Kesenangan sederhana seperti makanan enak dan persahabatan membawa kebahagiaan sejati.) |
|
declined /dɪˈklaɪnd/ |
menolak |
She politely declined the job offer to pursue graduate studies. (Dia dengan sopan menolak tawaran pekerjaan untuk mengejar studi pascasarjana.) |
|
freezing /ˈfriːzɪŋ/ |
beku |
The freezing temperatures made outdoor activities dangerous. (Suhu beku membuat aktivitas luar ruangan berbahaya.) |
|
starving /ˈstɑːrvɪŋ/ |
kelaparan |
The starving refugees desperately needed food and water. (Para pengungsi yang kelaparan sangat membutuhkan makanan dan air.) |
|
provisions /prəˈvɪʒənz/ |
persediaan |
The expedition team packed enough provisions for two weeks. (Tim ekspedisi mengemas cukup persediaan untuk dua minggu.) |
4. The Fox and the Grapes (Rubah dan Anggur)
Cerita Bahasa Inggris:
A hungry fox wandered through a vineyard on a hot summer afternoon, searching desperately for something to eat. Suddenly, he spotted a beautiful bunch of ripe purple grapes hanging high on a vine above his head.
The grapes looked absolutely delicious, glistening with morning dew in the bright sunshine. The fox's mouth watered at the sight, and he became determined to reach the tempting fruit. He jumped as high as he could, stretching his body upward, but the grapes remained frustratingly out of reach.
Again and again, the fox leaped with all his strength, each time falling short of his goal. He tried different approaches—running and jumping, standing on his hind legs, even attempting to climb the vine. Despite his best efforts, he simply could not reach the grapes.
Finally, exhausted and defeated, the fox gave up his attempts. Walking away with his tail between his legs, he muttered to himself, "Those grapes are probably sour anyway. I didn't really want them."
This fable teaches us that people often pretend to despise things they cannot have, convincing themselves that what they desire isn't worth having after all.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Seekor rubah lapar berkeliaran melalui kebun anggur pada sore musim panas yang panas, mencari dengan putus asa sesuatu untuk dimakan. Tiba-tiba, ia melihat setandan anggur ungu matang yang indah tergantung tinggi di tanaman merambat di atas kepalanya.
Anggur terlihat benar-benar lezat, berkilauan dengan embun pagi di bawah sinar matahari terang. Mulut rubah berair melihat pemandangan itu, dan ia menjadi bertekad untuk mencapai buah yang menggoda. Ia melompat setinggi yang ia bisa, meregangkan tubuhnya ke atas, tetapi anggur tetap berada di luar jangkauan dengan membuat frustrasi.
Berulang kali, rubah melompat dengan seluruh kekuatannya, setiap kali gagal mencapai tujuannya. Ia mencoba pendekatan berbeda—berlari dan melompat, berdiri dengan kaki belakang, bahkan mencoba memanjat tanaman merambat. Meskipun upaya terbaiknya, ia tidak bisa mencapai anggur.
Akhirnya, kelelahan dan kalah, rubah menyerah upayanya. Berjalan pergi dengan ekor di antara kakinya, ia bergumam pada dirinya sendiri, "Anggur itu mungkin asam. Aku tidak benar-benar menginginkannya."
Fabel ini mengajarkan kita bahwa orang sering berpura-pura meremehkan hal-hal yang tidak bisa mereka miliki, meyakinkan diri mereka sendiri bahwa apa yang mereka inginkan tidak layak dimiliki.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
vineyard /ˈvɪnjərd/ |
kebun anggur |
The family owns a successful vineyard in California's wine country. (Keluarga itu memiliki kebun anggur sukses di daerah anggur California.) |
|
ripe /raɪp/ |
matang |
The farmer picked only the ripe tomatoes for the market. (Petani memetik hanya tomat matang untuk pasar.) |
|
glistening /ˈɡlɪsənɪŋ/ |
berkilauan |
Her eyes were glistening with tears of happiness. (Matanya berkilauan dengan air mata kebahagiaan.) |
|
watered /ˈwɔːtərd/ |
berair |
My mouth watered when I smelled the freshly baked bread. (Mulut saya berair ketika saya mencium roti yang baru dipanggang.) |
|
tempting /ˈtemptɪŋ/ |
menggoda |
The chocolate cake looked very tempting, but I'm on a diet. (Kue cokelat terlihat sangat menggoda, tetapi saya sedang diet.) |
|
stretching /ˈstretʃɪŋ/ |
meregangkan |
The cat was stretching lazily in the warm sunlight. (Kucing meregangkan tubuh dengan malas di bawah sinar matahari hangat.) |
|
frustratingly /ˈfrʌstreɪtɪŋli/ |
dengan membuat frustrasi |
The solution remained frustratingly out of reach despite hours of work. (Solusi tetap berada di luar jangkauan dengan membuat frustrasi meskipun berjam-jam bekerja.) |
|
leaped /liːpt/ |
melompat |
The gazelle leaped gracefully over the fallen log. (Gazelle melompat dengan anggun melewati batang kayu yang jatuh.) |
|
defeated /dɪˈfiːtɪd/ |
kalah |
The defeated army retreated from the battlefield. (Tentara yang kalah mundur dari medan perang.) |
|
despise /dɪˈspaɪz/ |
meremehkan |
I despise people who lie and cheat to get ahead. (Saya meremehkan orang yang berbohong dan menipu untuk maju.) |
5. The Crow and the Pitcher (Gagak dan Kendi)
Cerita Bahasa Inggris:
On an extremely hot summer day, a thirsty crow flew desperately across the parched countryside searching for water. After hours of fruitless searching, she finally discovered a tall pitcher standing alone in an abandoned farmyard.
Excited, the crow landed beside the pitcher and peered inside, only to find a small amount of water at the very bottom. The pitcher's narrow neck prevented her from reaching the water with her beak, no matter how hard she tried or how far she stretched.
The intelligent crow refused to give up despite this setback. She looked around carefully and noticed many small pebbles scattered across the dusty ground. Suddenly, a brilliant idea formed in her clever mind.
One by one, the patient crow picked up pebbles in her beak and dropped them into the pitcher. Slowly but surely, the water level began to rise higher and higher with each stone she added.
After considerable effort and persistence, the water finally rose high enough for the crow to drink comfortably. This wise bird proved that necessity is the mother of invention, and that creative thinking can solve even the most difficult problems.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Pada hari musim panas yang sangat panas, seekor gagak haus terbang dengan putus asa melintasi pedesaan kering mencari air. Setelah berjam-jam pencarian yang tidak membuahkan hasil, ia akhirnya menemukan kendi tinggi berdiri sendiri di halaman pertanian yang terbengkalai.
Bersemangat, gagak mendarat di samping kendi dan mengintip ke dalam, hanya untuk menemukan sedikit air di bagian paling bawah. Leher kendi yang sempit mencegahnya mencapai air dengan paruhnya, tidak peduli seberapa keras ia mencoba atau seberapa jauh ia meregangkan.
Gagak cerdas menolak untuk menyerah meskipun kemunduran ini. Ia melihat sekeliling dengan hati-hati dan melihat banyak kerikil kecil berserakan di tanah berdebu. Tiba-tiba, ide cemerlang terbentuk dalam pikiran cerdasnya.
Satu per satu, gagak sabar mengambil kerikil di paruhnya dan menjatuhkannya ke dalam kendi. Perlahan tapi pasti, tingkat air mulai naik lebih tinggi dan lebih tinggi dengan setiap batu yang ia tambahkan.
Setelah usaha dan ketekunan yang cukup, air akhirnya naik cukup tinggi untuk gagak minum dengan nyaman. Burung bijaksana ini membuktikan bahwa kebutuhan adalah ibu dari penemuan, dan bahwa pemikiran kreatif dapat memecahkan bahkan masalah yang paling sulit.
Tabel Kosakata Penting:
|
Kosakata |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
thirsty /ˈθɜːrsti/ |
haus |
The thirsty marathon runner grabbed a bottle of water at the aid station. (Pelari maraton yang haus meraih sebotol air di stasiun bantuan.) |
|
parched /pɑːrtʃt/ |
kering |
The parched desert landscape hadn't seen rain in months. (Lanskap gurun kering tidak melihat hujan dalam berbulan-bulan.) |
|
fruitless /ˈfruːtləs/ |
tidak membuahkan hasil |
After hours of fruitless negotiations, both sides gave up. (Setelah berjam-jam negosiasi yang tidak membuahkan hasil, kedua belah pihak menyerah.) |
|
abandoned /əˈbændənd/ |
terbengkalai |
The abandoned factory became a popular spot for urban explorers. (Pabrik terbengkalai menjadi tempat populer bagi penjelajah perkotaan.) |
|
peered /pɪrd/ |
mengintip |
She peered through the keyhole to see who was at the door. (Dia mengintip melalui lubang kunci untuk melihat siapa yang ada di pintu.) |
|
narrow /ˈnæroʊ/ |
sempit |
The narrow alley was barely wide enough for one person to pass. (Gang sempit itu nyaris cukup lebar untuk satu orang lewat.) |
|
setback /ˈsetbæk/ |
kemunduran |
The company experienced a major setback when its main factory burned down. (Perusahaan mengalami kemunduran besar ketika pabrik utamanya terbakar.) |
|
scattered /ˈskætərd/ |
berserakan |
Children's toys were scattered across the living room floor. (Mainan anak-anak berserakan di lantai ruang tamu.) |
|
brilliant /ˈbrɪliənt/ |
cemerlang |
The scientist made a brilliant discovery that changed medicine forever. (Ilmuwan membuat penemuan cemerlang yang mengubah kedokteran selamanya.) |
|
persistence /pərˈsɪstəns/ |
ketekunan |
Success in any field requires talent, hard work, and persistence. (Kesuksesan di bidang apa pun memerlukan bakat, kerja keras, dan ketekunan.) |
Kesimpulan
Melalui kumpulan cerita bahasa inggris dalam artikel ini, Anda telah melihat bahwa belajar bahasa Inggris tidak harus membosankan atau penuh tekanan. Dengan pendekatan berbasis cerita, pemahaman meningkat lebih cepat, kosakata lebih melekat, dan motivasi belajar perlahan kembali tumbuh.
Di PREP, masih ada banyak materi belajar bahasa Inggris lain yang terstruktur, praktis, dan dirancang khusus untuk membantu Anda benar-benar berkembang. Jangan berhenti di sini—jelajahi panduan lengkap PREP sekarang dan mulai belajar bahasa Inggris dengan cara yang lebih cerdas dan menyenangkan hari ini!
Dengan pemikiran inovatif yang transformatif, PREPEDU telah menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam bidang pendidikan bahasa Inggris online di Indonesia melalui integrasi yang berhasil antara teknologi kecerdasan buatan generasi baru dengan metode pengajaran yang telah diverifikasi secara ilmiah. Sistem Teacher Bee AI berfungsi sebagai mentor cerdas yang selalu mendampingi, dikombinasikan dengan teknologi penilaian canggih dan jalur pembelajaran yang disesuaikan dengan setiap kebutuhan spesifik, telah membantu PREP menciptakan platform pendidikan yang unggul agar peserta didik dapat meraih prestasi membanggakan dalam IELTS, TOEIC dan komunikasi bahasa Inggris yang mahir.
Perjalanan menaklukkan bahasa Inggris Anda akan diubah menjadi pengalaman belajar yang penuh semangat dan efektif berkat dukungan dari teknologi AI yang revolusioner dan dedikasi tanpa henti dari tim pengajar profesional PREP.

Halo! Nama saya Sari, saat ini saya bekerja sebagai Manajer Konten Produk di blog situs web prepedu.com.
Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam belajar mandiri bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Mandarin serta mempersiapkan ujian IELTS dan TOEIC, saya telah mengumpulkan banyak pengetahuan untuk mendukung ribuan orang yang menghadapi kesulitan dalam belajar bahasa asing.
Semoga apa yang saya bagikan dapat membantu proses belajar mandiri di rumah secara efektif bagi semua orang!
Komentar
Peta pembelajaran yang dipersonalisasi
Paling banyak dibaca

UEN: 202227322W
Alamat: Chubb Square 8th Floor Jalan M.H. Thamrin No. 10 Jakarta Pusat 10230 Indonesia
Nomor Hotline: +65 3129 3111
Nomor WhatsApp : +62 857 3901 1119 / +62 815 307 7737 (for business)
Email: halo@prepedu.com / partner.id@prepedu.com (for business)










