10 Cerita Fabel Bahasa Inggris Pilihan dengan Makna Kehidupan (Lengkap Terjemahan)
Apa itu cerita fabel dalam bahasa Inggris, dan mengapa metode ini sering dianggap jalan pintas untuk belajar bahasa secara alami? Cerita fabel adalah kisah pendek dengan tokoh hewan yang menyampaikan pesan moral melalui bahasa sederhana, penuh konteks, dan mudah dicerna. Itulah sebabnya banyak pelajar memilih cerita fabel bahasa Inggris singkat untuk melatih reading, menambah kosakata, sekaligus memahami makna kalimat tanpa harus menghafal rumus yang melelahkan.
Sayangnya, mencari cerita yang “pas” ternyata tidak semudah kelihatannya. Banyak cerita terlalu sulit, terjemahannya membingungkan, atau tidak memberi gambaran kosakata penting. Akhirnya, belajar terasa seperti menebak-nebak, bikin ragu, dan pelan-pelan menguras semangat. Bukannya berkembang, kemampuan justru jalan di tempat.
Melihat masalah itu, PREP menyusun artikel ini sebagai solusi praktis dan menyenangkan. Anda akan menemukan 10 cerita fabel bahasa Inggris pilihan lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia serta kosakata kunci yang benar-benar relevan untuk belajar. Baca sampai akhir dan temukan bagaimana cerita sederhana bisa membuat bahasa Inggris terasa jauh lebih mudah!
- 1. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Tortoise and the Hare
- 2. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Crow and the Pitcher
- 3. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Fox and the Grapes
- 4. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Ant and the Grasshopper
- 5. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Wolf and the Lamb
- 6. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Dog and the Shadow
- 7. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Lion and the Mouse
- 8. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Frog and the Ox
- 9. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Goose & the Golden Egg
- 10. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Boy Who Cried Wolf
- Kesimpulan
1. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Tortoise and the Hare
Fabel klasik ini menjadi salah satu contoh cerita fabel bahasa inggris paling terkenal di dunia, mengajarkan tentang pentingnya konsistensi dan ketekunan dalam mencapai tujuan. Kisah persaingan antara kelinci yang sombong dan kura-kura yang tekun ini telah menginspirasi jutaan pembaca selama berabad-abad dengan pesan moral yang sederhana namun powerful.
English Text:
A Hare was making fun of the Tortoise one day for being so slow.
“Do you ever get anywhere?” he asked with a mocking laugh.
“Yes,” replied the Tortoise, “and I get there sooner than you think. I’ll run you a race and prove it.”
The Hare was much amused at the idea of running a race with the Tortoise, but for the fun of the thing he agreed. So the Fox, who had consented to act as judge, marked the distance and started the runners off.
The Hare was soon far out of sight, and to make the Tortoise feel very deeply how ridiculous it was for him to try a race with a Hare, he lay down beside the course to take a nap until the Tortoise should catch up.
The Tortoise meanwhile kept going slowly but steadily, and, after a time, passed the place where the Hare was sleeping. But the Hare slept on very peacefully; and when at last he did wake up, the Tortoise was near the goal. The Hare now ran his swiftest, but he could not overtake the Tortoise in time.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Pada suatu hari, seekor Kelinci mengejek Kura-kura karena gerakannya yang sangat lambat.
“Apakah kamu pernah benar-benar sampai ke suatu tempat?” tanyanya sambil tertawa mengejek.
“Ya,” jawab Kura-kura, “dan aku bisa sampai lebih cepat dari yang kamu kira. Aku akan berlomba denganmu dan membuktikannya.”
Kelinci sangat terhibur mendengar ide berlomba dengan Kura-kura. Namun demi kesenangan semata, ia pun setuju. Maka Rubah, yang telah bersedia menjadi juri, menandai jarak perlombaan dan memberi tanda mulai kepada para pelari.
Tak lama kemudian, Kelinci sudah jauh meninggalkan Kura-kura. Untuk membuat Kura-kura benar-benar merasa betapa konyolnya mencoba berlomba dengan seekor Kelinci, ia berbaring di sisi lintasan dan tertidur untuk tidur siang sampai Kura-kura menyusulnya.
Sementara itu, Kura-kura terus berjalan perlahan namun mantap. Setelah beberapa waktu, ia melewati tempat Kelinci sedang tertidur. Kelinci tetap tidur dengan nyenyak, dan ketika akhirnya ia terbangun, Kura-kura sudah hampir mencapai garis akhir. Kelinci pun berlari secepat mungkin, tetapi ia tidak berhasil menyusul Kura-kura tepat waktu.
Kosakata Penting:
|
Kosakata Cerita Fabel Bahasa Inggris |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
Boasting /ˈbəʊstɪŋ/ |
Membual, membanggakan diri |
The athlete was boasting about his achievements. (Atlet itu membual tentang pencapaiannya.) |
|
Challenge /ˈtʃælɪndʒ/ |
Tantangan, menantang |
She challenged him to prove his theory. (Dia menantangnya untuk membuktikan teorinya.) |
|
Steadily /ˈstedɪli/ |
Dengan mantap, terus-menerus |
The company has been growing steadily over the years. (Perusahaan telah berkembang dengan mantap selama bertahun-tahun.) |
|
Overconfidence /ˌəʊvəˈkɒnfɪdəns/ |
Terlalu percaya diri |
His overconfidence led to many mistakes. (Rasa terlalu percaya dirinya menyebabkan banyak kesalahan.) |
|
Arrogance /ˈærəɡəns/ |
Kesombongan, keangkuhan |
Her arrogance made her unpopular among colleagues. (Kesombongannya membuatnya tidak disukai di antara rekan kerja.) |
|
Perseverance /ˌpɜːsɪˈvɪərəns/ |
Ketekunan, keuletan |
Success requires perseverance and dedication. (Kesuksesan memerlukan ketekunan dan dedikasi.) |
|
Nap /næp/ |
Tidur sebentar |
He took a short nap after lunch. (Dia tidur sebentar setelah makan siang.) |
|
Finish line /ˈfɪnɪʃ laɪn/ |
Garis finish |
The runner crossed the finish line first. (Pelari itu melewati garis finish pertama.) |
|
Moral /ˈmɒrəl/ |
Pesan moral, nilai moral |
Every fable has a moral lesson. (Setiap fabel memiliki pelajaran moral.) |
|
Beat /biːt/ |
Mengalahkan, menang atas |
No one could beat him in chess. (Tidak ada yang bisa mengalahkannya dalam catur.) |
2. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Crow and the Pitcher
Cerita fabel dalam bahasa inggris ini mendemonstrasikan kekuatan kreativitas dan pemecahan masalah ketika menghadapi situasi sulit. Kisah burung gagak yang haus ini mengajarkan bahwa kecerdasan dan resourcefulness sering kali lebih berharga daripada kekuatan fisik semata.
English Text:
Once upon a time, during a hot, dry summer, a thirsty crow was flying over the countryside searching for water. The sun beat down, and the poor crow’s throat was parched. After a long while, he spotted a pitcher sitting in the shade of a tree. Excited, the crow flew down, hoping to find water inside.
When he reached the pitcher, he looked inside and saw that there was some water at the bottom—but there was a problem. The pitcher was tall and narrow, and no matter how hard he tried, the crow couldn’t reach the water with his beak.
He tilted the pitcher, pushed it with his wings, and even tried sticking his beak inside, but the water was just too far down.
Feeling frustrated, the crow nearly gave up. But then, he had a clever idea. He noticed some small pebbles scattered around the ground. The crow thought, “If I drop these pebbles into the pitcher, the water level might rise high enough for me to reach.”
Determined, the crow began picking up one pebble at a time and dropping it into the pitcher.
Plop! Plop! Plop!
With each pebble, the water level rose just a little bit.
The crow kept at it, picking up pebbles and dropping them in.
Slowly but surely, the water rose higher and higher.
At last, after many pebbles, the water was high enough for the crow to drink. He dipped his beak into the pitcher and drank deeply, quenching his thirst at last.
The crow flew away, feeling proud of his cleverness and determination. He had solved the problem not by giving up, but by using his wits and patience.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Pada suatu waktu, di musim panas yang panas dan kering, seekor gagak yang kehausan terbang melintasi pedesaan untuk mencari air. Matahari bersinar terik, dan tenggorokan gagak malang itu terasa sangat kering. Setelah terbang cukup lama, ia melihat sebuah kendi yang terletak di bawah naungan sebuah pohon. Dengan penuh harapan, gagak itu terbang turun, berharap ada air di dalamnya.
Ketika ia sampai di dekat kendi, ia mengintip ke dalam dan melihat bahwa memang ada sedikit air di bagian dasar—namun ada masalah. Kendi itu tinggi dan sempit, dan sekuat apa pun ia berusaha, gagak tersebut tidak bisa menjangkau air itu dengan paruhnya.
Ia memiringkan kendi, mendorongnya dengan sayap, dan bahkan mencoba memasukkan paruhnya ke dalam, tetapi airnya tetap terlalu jauh di bawah.
Merasa frustrasi, gagak itu hampir menyerah. Namun kemudian, ia mendapatkan sebuah ide cerdas. Ia melihat beberapa kerikil kecil berserakan di tanah. Gagak itu berpikir, “Jika aku menjatuhkan kerikil-kerikil ini ke dalam kendi, permukaan air mungkin akan naik cukup tinggi untuk bisa kujangkau.”
Dengan penuh tekad, gagak itu mulai mengambil kerikil satu per satu dan menjatuhkannya ke dalam kendi.
Plop! Plop! Plop!
Setiap kali sebuah kerikil masuk, permukaan air naik sedikit demi sedikit. Gagak itu terus melakukannya—mengambil kerikil dan menjatuhkannya ke dalam kendi. Perlahan namun pasti, air pun naik semakin tinggi.
Akhirnya, setelah banyak kerikil dimasukkan, air itu cukup tinggi untuk diminum. Gagak tersebut mencelupkan paruhnya ke dalam kendi dan minum dengan puas, akhirnya menghilangkan rasa hausnya.
Gagak itu pun terbang pergi dengan perasaan bangga atas kecerdikan dan ketekunannya. Ia berhasil menyelesaikan masalah bukan dengan menyerah, melainkan dengan menggunakan akal dan kesabaran.
Kosakata Penting:
|
Kosakata Cerita Fabel Bahasa Inggris |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
Thirsty /ˈθɜːsti/ |
Haus, kehausan |
After the long walk, I felt very thirsty. (Setelah berjalan jauh, saya merasa sangat haus.) |
|
Pitcher /ˈpɪtʃə(r)/ |
Kendi, teko |
She poured water from the pitcher into glasses. (Dia menuangkan air dari kendi ke gelas.) |
|
Beak /biːk/ |
Paruh |
The bird used its beak to crack the seed. (Burung itu menggunakan paruhnya untuk memecahkan biji.) |
|
Tilting /ˈtɪltɪŋ/ |
Memiringkan |
He was tilting his head to hear better. (Dia memiringkan kepalanya untuk mendengar lebih baik.) |
|
Pebbles /ˈpeblz/ |
Kerikil-kerikil |
Children were throwing pebbles into the pond. (Anak-anak melempar kerikil ke kolam.) |
|
Quench /kwentʃ/ |
Memuaskan (dahaga), memadamkan |
Cold water can quench your thirst quickly. (Air dingin dapat memuaskan dahaga Anda dengan cepat.) |
|
Determination /dɪˌtɜːmɪˈneɪʃn/ |
Tekad, keteguhan hati |
Her determination helped her achieve her goals. (Tekadnya membantunya mencapai tujuannya.) |
|
Obstacle /ˈɒbstəkl/ |
Hambatan, rintangan |
They overcame many obstacles to succeed. (Mereka mengatasi banyak hambatan untuk berhasil.) |
|
Persistence /pəˈsɪstəns/ |
Ketekunan, keuletan |
Persistence is key to mastering any skill. (Ketekunan adalah kunci untuk menguasai keterampilan apa pun.) |
|
Refuse /rɪˈfjuːz/ |
Menolak, tidak mau |
She refused to give up on her dream. (Dia menolak menyerah pada impiannya.) |
3. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Fox and the Grapes
Contoh cerita fabel bahasa inggris ini mengungkap kecenderungan manusia untuk meremehkan apa yang tidak bisa kita capai. Kisah rubah dan anggur ini menjadi sumber idiom terkenal "sour grapes" yang masih digunakan hingga kini untuk menggambarkan sikap merendahkan sesuatu karena kegagalan memperolehnya.
English Text:
A Fox one day spied a beautiful bunch of ripe grapes hanging from a vine trained along the branches of a tree. The grapes seemed ready to burst with juice, and the Fox's mouth watered as he gazed longingly at them.
The bunch hung from a high branch, and the Fox had to jump for it. The first time he jumped he missed it by a long way. So he walked off a short distance and took a running leap at it, only to fall short once more. Again and again he tried, but in vain.
Now he sat down and looked at the grapes in disgust.
"What a fool I am," he said. "Here I am wearing myself out to get a bunch of sour grapes that are not worth gaping for."
And off he walked very, very scornfully.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Suatu hari, seekor rubah melihat segerombol anggur yang indah dan matang bergantung pada sulur yang merambat di dahan sebuah pohon. Anggur-anggur itu tampak siap pecah karena penuh dengan sari, dan mulut si rubah pun berair saat ia menatapnya dengan penuh keinginan.
Rangkaian anggur itu tergantung di cabang yang tinggi, sehingga rubah harus melompat untuk meraihnya. Pada lompatan pertama, ia gagal dan masih sangat jauh dari anggur tersebut. Lalu ia mundur beberapa langkah dan mengambil ancang-ancang untuk melompat lebih jauh, tetapi tetap saja tidak berhasil. Berkali-kali ia mencoba, namun semuanya sia-sia.
Akhirnya, rubah itu duduk dan memandangi anggur-anggur tersebut dengan rasa jijik.
“Betapa bodohnya aku,” katanya. “Aku sudah menghabiskan begitu banyak tenaga hanya untuk mendapatkan segerombol anggur asam yang bahkan tidak layak untuk diinginkan.”
Dengan sikap sangat meremehkan, rubah itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
Kosakata Penting:
|
Kosakata Cerita Fabel Bahasa Inggris |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
Vineyard /ˈvɪnjəd/ |
Kebun anggur |
They visited a beautiful vineyard in France. (Mereka mengunjungi kebun anggur yang indah di Prancis.) |
|
Ripe /raɪp/ |
Matang |
The mangoes are ripe and ready to eat. (Mangga-mangga sudah matang dan siap dimakan.) |
|
Juicy /ˈdʒuːsi/ |
Berair, banyak sari |
She bit into a juicy orange. (Dia menggigit jeruk yang berair.) |
|
Mouth watered /maʊθ ˈwɔːtəd/ |
Mulut berair |
His mouth watered at the smell of fresh bread. (Mulutnya berair mencium bau roti segar.) |
|
Exhausted /ɪɡˈzɔːstɪd/ |
Lelah, kelelahan |
After the marathon, he felt completely exhausted. (Setelah maraton, dia merasa benar-benar kelelahan.) |
|
Frustrated /frʌˈstreɪtɪd/ |
Frustasi, kecewa |
She felt frustrated when her plan didn't work. (Dia merasa frustasi ketika rencananya tidak berhasil.) |
|
Despise /dɪˈspaɪz/ |
Meremehkan, menghina |
We should not despise those who are different. (Kita tidak boleh meremehkan mereka yang berbeda.) |
|
Excuse /ɪkˈskjuːs/ |
Alasan, dalih |
He made an excuse for being late. (Dia membuat alasan karena terlambat.) |
|
Acknowledge /əkˈnɒlɪdʒ/ |
Mengakui, menerima |
It's important to acknowledge your mistakes. (Penting untuk mengakui kesalahan Anda.) |
|
Limitation /ˌlɪmɪˈteɪʃn/ |
Keterbatasan, batasan |
Everyone has limitations they must accept. (Setiap orang memiliki keterbatasan yang harus diterima.) |
4. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Ant and the Grasshopper
Cerita fabel bahasa inggris 2 paragraf ini menyajikan kontras tajam antara perencanaan yang bijaksana dan hidup yang hanya mementingkan kesenangan sesaat. Kisah semut pekerja keras dan belalang yang suka bersenang-senang mengajarkan pentingnya persiapan untuk masa depan dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan.
English Text:
One bright day in late autumn a family of Ants were bustling about in the warm sunshine, drying out the grain they had stored up during the summer, when a starving Grasshopper, his fiddle under his arm, came up and humbly begged for a bite to eat.
"What!" cried the Ants in surprise, "haven't you stored anything away for the winter? What in the world were you doing all last summer?"
"I didn't have time to store up any food," whined the Grasshopper; "I was so busy making music that before I knew it the summer was gone."
The Ants shrugged their shoulders in disgust.
"Making music, were you?" they cried. "Very well; now dance!" And they turned their backs on the Grasshopper and went on with their work.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Pada suatu hari yang cerah di akhir musim gugur, sekeluarga semut tampak sibuk di bawah sinar matahari yang hangat, menjemur biji-bijian yang telah mereka kumpulkan dan simpan selama musim panas. Pada saat itu, datanglah seekor belalang yang kelaparan, dengan biolanya terselip di bawah lengan, lalu dengan rendah hati memohon sedikit makanan.
“Apa!” seru para semut dengan terkejut, “kamu tidak menyimpan apa pun untuk musim dingin? Sebenarnya apa yang kamu lakukan sepanjang musim panas kemarin?”
“Aku tidak sempat menyimpan makanan,” rengek si belalang. “Aku terlalu sibuk membuat musik, sampai-sampai tanpa kusadari musim panas sudah berlalu.”
Para semut mengangkat bahu mereka dengan rasa jijik.
“Membuat musik, ya?” seru mereka. “Baiklah, sekarang menarilah!”
Lalu mereka membalikkan badan, meninggalkan belalang itu, dan kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
Kosakata Penting:
|
Kosakata Cerita Fabel Bahasa Inggris |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
Tirelessly /ˈtaɪələsli/ |
Tanpa lelah, tanpa henti |
She worked tirelessly to complete the project. (Dia bekerja tanpa lelah untuk menyelesaikan proyek.) |
|
Gathering /ˈɡæðərɪŋ/ |
Mengumpulkan, mengumpulkan |
They were gathering flowers in the garden. (Mereka sedang mengumpulkan bunga di taman.) |
|
Storing /ˈstɔːrɪŋ/ |
Menyimpan, menimbun |
She is storing food for the winter. (Dia menyimpan makanan untuk musim dingin.) |
|
Ignored /ɪɡˈnɔːd/ |
Mengabaikan, tidak menghiraukan |
He ignored all the warning signs. (Dia mengabaikan semua tanda peringatan.) |
|
Starving /ˈstɑːvɪŋ/ |
Kelaparan |
The refugees were cold and starving. (Para pengungsi kedinginan dan kelaparan.) |
|
Desperate /ˈdespərət/ |
Putus asa, sangat membutuhkan |
He was desperate for help. (Dia sangat putus asa membutuhkan bantuan.) |
|
Begged /beɡd/ |
Memohon, mengemis |
The child begged for another chance. (Anak itu memohon kesempatan lain.) |
|
Planning ahead /ˈplænɪŋ əˈhed/ |
Merencanakan ke depan |
Planning ahead helps avoid problems. (Merencanakan ke depan membantu menghindari masalah.) |
|
Security /sɪˈkjʊərəti/ |
Keamanan, jaminan |
Financial security is important for retirement. (Keamanan finansial penting untuk pensiun.) |
|
Hardship /ˈhɑːdʃɪp/ |
Kesulitan, penderitaan |
They endured many hardships during the war. (Mereka menanggung banyak kesulitan selama perang.) |
5. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Wolf and the Lamb
Cerita fabel singkat bahasa inggris ini mengungkap realitas pahit tentang ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan. Kisah seram antara serigala yang kejam dan anak domba yang tidak berdosa ini mengingatkan kita bahwa tiran tidak membutuhkan alasan yang sah untuk melakukan kejahatan terhadap yang lemah.
English Text:
A stray Lamb stood drinking early one morning on the bank of a woodland stream. That very same morning a hungry Wolf came by farther up the stream, hunting for something to eat. He soon got his eyes on the Lamb. As a rule Mr. Wolf snapped up such delicious morsels without making any bones about it, but this Lamb looked so very helpless and innocent that the Wolf felt he ought to have some kind of an excuse for taking its life.
"How dare you paddle around in my stream and stir up all the mud!" he shouted fiercely. "You deserve to be punished severely for your rashness!"
"But, your highness," replied the trembling Lamb, "do not be angry! I cannot possibly muddy the water you are drinking up there. Remember, you are upstream and I am downstream."
"You do muddy it!" retorted the Wolf savagely. "And besides, I have heard that you told lies about me last year!" "How could I have done so?" pleaded the Lamb. "I wasn't born until this year."
"If it wasn't you, it was your brother!"
"I have no brothers."
"Well, then," snarled the Wolf, "It was someone in your family anyway. But no matter who it was, I do not intend to be talked out of my breakfast."
And without more words the Wolf seized the poor Lamb and carried her off to the forest.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Pada suatu pagi yang masih sangat awal, seekor anak domba tersesat berdiri di tepi sebuah sungai kecil di hutan sambil minum air. Pada pagi yang sama, seekor serigala yang lapar datang dari arah hulu sungai, sedang mencari sesuatu untuk dimakan. Tak lama kemudian, ia melihat anak domba itu.
Biasanya Tuan Serigala akan langsung menerkam mangsa lezat seperti itu tanpa banyak alasan. Namun kali ini, anak domba itu tampak begitu lemah dan polos sehingga serigala merasa perlu mencari alasan terlebih dahulu untuk mengambil nyawanya.
“Berani-beraninya kamu bermain-main di sungai milikku dan mengeruhkan airnya!” teriaknya dengan garang. “Kamu pantas dihukum berat atas kelancanganmu!”
“Ampun, Tuanku,” jawab anak domba dengan gemetar. “Jangan marah! Aku sama sekali tidak mungkin mengeruhkan air yang sedang Tuanku minum. Ingatlah, Tuanku berada di hulu dan aku di hilir.”
“Kamu memang mengeruhkannya!” bentak serigala dengan kasar. “Lagipula, aku pernah mendengar bahwa kamu menjelek-jelekkan aku tahun lalu!”
“Bagaimana mungkin aku melakukannya?” pinta anak domba dengan memohon. “Aku bahkan belum lahir tahun lalu.”
“Kalau begitu, pasti saudaramu!”
“Aku tidak punya saudara.”
“Kalau begitu,” geram serigala, “pasti seseorang dari keluargamu. Tapi siapa pun itu, aku tidak berniat membiarkan sarapanku lolos hanya karena dibantah.”
Tanpa berkata apa-apa lagi, serigala itu langsung menerkam anak domba yang malang dan membawanya pergi ke dalam hutan.
Kosakata Penting:
|
Kosakata Cerita Fabel Bahasa Inggris |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
Stream /striːm/ |
Sungai kecil, aliran |
They crossed a small stream in the forest. (Mereka menyeberangi sungai kecil di hutan.) |
|
Muddy /ˈmʌdi/ |
Mengotori, berlumpur |
Don't muddy the clean floor with your shoes. (Jangan mengotori lantai bersih dengan sepatumu.) |
|
Downstream /ˌdaʊnˈstriːm/ |
Di hilir |
The town is located downstream from the factory. (Kota itu terletak di hilir dari pabrik.) |
|
Accused /əˈkjuːzd/ |
Menuduh |
He was falsely accused of stealing. (Dia dituduh mencuri secara salah.) |
|
Devoured /dɪˈvaʊəd/ |
Melahap, memakan habis |
The lion devoured its prey quickly. (Singa melahap mangsanya dengan cepat.) |
|
Innocent /ˈɪnəsnt/ |
Tidak bersalah, polos |
The innocent man was proven not guilty. (Pria yang tidak bersalah itu terbukti tidak bersalah.) |
|
Tyrant /ˈtaɪrənt/ |
Tiran, penguasa kejam |
The tyrant ruled with an iron fist. (Tiran itu memerintah dengan tangan besi.) |
|
Justification /ˌdʒʌstɪfɪˈkeɪʃn/ |
Pembenaran, justifikasi |
There is no justification for such cruelty. (Tidak ada pembenaran untuk kekejaman seperti itu.) |
|
Cruelty /ˈkruːəlti/ |
Kekejaman, kejamnya |
Animal cruelty should be punished. (Kekejaman terhadap hewan harus dihukum.) |
|
Unreasonable /ʌnˈriːznəbl/ |
Tidak masuk akal, tidak wajar |
His demands were completely unreasonable. (Tuntutannya benar-benar tidak masuk akal.) |
6. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Dog and the Shadow
Cerita fabel bahasa inggris panjang ini memberikan pelajaran mendalam tentang bahaya keserakahan dan ketidakpuasan. Kisah anjing yang kehilangan tulang sungguhan karena mengejar bayangannya sendiri menggambarkan ironi tragis dari mereka yang menginginkan lebih dan akhirnya kehilangan apa yang sudah mereka miliki.
English Text:
A Dog was carrying a piece of meat in his mouth to eat it in peace at home. On his way he had to cross a bridge across a brook. As he crossed, he looked down and saw his own reflection in the water. Thinking it was another dog with another piece of meat, he made up his mind to have that also. So he made a snap at the shadow in the water, but as he opened his mouth the piece of meat fell out, dropped into the water and was lost.
A Dog, to whom the butcher had thrown a bone, was hurrying home with his prize as fast as he could go. As he crossed a narrow footbridge, he happened to look down and saw himself reflected in the quiet water as if in a mirror. But the greedy Dog thought he saw a real Dog carrying a bone much bigger than his own.
If he had stopped to think he would have known better. But instead of thinking, he dropped his bone and sprang at the Dog in the river, only to find himself swimming for dear life to reach the shore. At last he managed to scramble out, and as he stood sadly thinking about the good bone he had lost, he realized what a stupid Dog he had been.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Seekor anjing sedang membawa sepotong daging di dalam mulutnya, berniat memakannya dengan tenang di rumah. Dalam perjalanannya, ia harus menyeberangi sebuah jembatan di atas anak sungai. Saat menyeberang, ia menunduk dan melihat bayangannya sendiri di permukaan air. Mengira itu adalah anjing lain yang membawa sepotong daging, ia pun berniat untuk merebutnya juga. Maka ia menggigit bayangan di air itu, tetapi ketika ia membuka mulutnya, daging yang dibawanya terjatuh, jatuh ke dalam air, dan hilang terbawa arus.
Pada kesempatan lain, seekor anjing yang baru saja dilempari tulang oleh seorang tukang daging bergegas pulang dengan harta rampasannya secepat mungkin. Ketika ia menyeberangi sebuah jembatan kecil yang sempit, ia tanpa sengaja menunduk dan melihat bayangannya sendiri terpantul di air yang tenang seperti cermin. Namun anjing yang rakus itu mengira ia melihat seekor anjing sungguhan yang membawa tulang jauh lebih besar daripada miliknya.
Seandainya ia berhenti sejenak untuk berpikir, tentu ia akan menyadari kesalahannya. Tetapi bukannya berpikir, ia malah menjatuhkan tulangnya dan meloncat ke arah “anjing” di sungai itu. Yang terjadi justru ia harus berenang mati-matian untuk menyelamatkan diri dan mencapai tepi sungai. Akhirnya ia berhasil naik ke daratan. Berdiri dengan sedih sambil memikirkan tulang lezat yang telah hilang, ia pun menyadari betapa bodohnya dirinya sendiri.
Kosakata Penting:
|
Kosakata Cerita Fabel Bahasa Inggris |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
Reflection /rɪˈflekʃn/ |
Bayangan, pantulan |
She saw her reflection in the mirror. (Dia melihat bayangannya di cermin.) |
|
Greedy /ˈɡriːdi/ |
Serakah, tamak |
The greedy man wanted all the treasure. (Pria serakah itu menginginkan semua harta.) |
|
Swept away /swept əˈweɪ/ |
Tersapu, terbawa |
The boat was swept away by the strong current. (Perahu tersapu oleh arus yang kuat.) |
|
Current /ˈkʌrənt/ |
Arus |
The river has a strong current. (Sungai memiliki arus yang kuat.) |
|
Scare away /skeə(r) əˈweɪ/ |
Menakuti, mengusir |
The loud noise scared away the birds. (Suara keras mengusir burung-burung.) |
|
Realized /ˈriːəlaɪzd/ |
Menyadari |
He realized his mistake too late. (Dia menyadari kesalahannya terlambat.) |
|
Loss /lɒs/ |
Kehilangan, kerugian |
The loss of his job was devastating. (Kehilangan pekerjaannya sangat menghancurkan.) |
|
Contentment /kənˈtentmənt/ |
Kepuasan, rasa puas |
She found contentment in simple pleasures. (Dia menemukan kepuasan dalam kesenangan sederhana.) |
|
Gratitude /ˈɡrætɪtjuːd/ |
Rasa syukur, rasa terima kasih |
He expressed gratitude for their help. (Dia menyatakan rasa terima kasih atas bantuan mereka.) |
|
Blessings /ˈblesɪŋz/ |
Berkat, anugerah |
Count your blessings every day. (Hitung berkatmu setiap hari.) |
7. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Lion and the Mouse
Cerita fabel hewan bahasa inggris ini mendemonstrasikan bahwa tidak ada makhluk yang terlalu kecil untuk memberikan bantuan yang berarti. Kisah singa perkasa yang diselamatkan oleh tikus kecil mengajarkan kita tentang pentingnya kebaikan hati tanpa memandang ukuran atau status, serta bagaimana pertolongan dapat datang dari tempat yang paling tidak terduga.
English Text:
A Lion lay asleep in the forest, his great head resting on his paws. A timid little Mouse came upon him unexpectedly, and in her fright and haste to get away, ran across the Lion's nose. Roused from his nap, the Lion laid his huge paw angrily on the tiny creature to kill her.
"Spare me!" begged the poor Mouse. "Please let me go and some day I will surely repay you."
The Lion was much amused to think that a Mouse could ever help him. But he was generous and finally let the Mouse go.
Some days later, while stalking his prey in the forest, the Lion was caught in the toils of a hunter's net. Unable to free himself, he filled the forest with his angry roaring. The Mouse knew the voice and quickly found the Lion struggling in the net. Running to one of the great ropes that bound him, she gnawed it until it parted, and soon the Lion was free.
"You laughed when I said I would repay you," said the Mouse. "Now you see that even a Mouse can help a Lion."
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Seekor singa sedang terlelap di hutan, dengan kepala besarnya bertumpu di atas kedua cakarnya. Seekor tikus kecil yang pemalu tiba-tiba datang tanpa sengaja, dan karena terkejut serta terburu-buru ingin melarikan diri, ia berlari melintasi hidung sang singa. Terbangun dari tidurnya, singa itu dengan marah meletakkan cakarnya yang besar di atas tubuh kecil tikus itu, siap untuk membunuhnya.
“Ampuni aku!” pinta tikus malang itu. “Tolong lepaskan aku, dan suatu hari nanti aku pasti akan membalas kebaikanmu.”
Singa itu sangat terhibur membayangkan bahwa seekor tikus bisa menolong dirinya. Namun, karena ia berhati mulia, akhirnya ia membiarkan tikus itu pergi.
Beberapa hari kemudian, ketika sedang mengintai mangsanya di hutan, singa tersebut terjebak dalam jaring perangkap milik seorang pemburu. Tidak mampu membebaskan diri, ia mengaum dengan marah hingga memenuhi hutan dengan suaranya. Tikus kecil itu mengenali suara tersebut dan segera menemukan singa yang sedang berjuang di dalam jaring. Ia berlari menuju salah satu tali besar yang mengikat sang singa, lalu menggerogotinya hingga putus, dan tak lama kemudian singa itu pun bebas.
“Kamu tertawa ketika aku berkata akan membalas kebaikanmu,” kata tikus itu. “Sekarang kamu tahu bahwa bahkan seekor tikus pun bisa menolong seekor singa.”
Kosakata Penting:
|
Kosakata Cerita Fabel Bahasa Inggris |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
Peacefully /ˈpiːsfəli/ |
Dengan damai |
The baby slept peacefully through the night. (Bayi tidur dengan damai sepanjang malam.) |
|
Accidentally /ˌæksɪˈdentəli/ |
Secara tidak sengaja |
She accidentally broke the glass. (Dia secara tidak sengaja memecahkan gelas.) |
|
Paw /pɔː/ |
Cakar, kaki (hewan) |
The cat licked its paw. (Kucing menjilati cakarnya.) |
|
Terrified /ˈterɪfaɪd/ |
Ketakutan, sangat takut |
The children were terrified of the dark. (Anak-anak sangat takut gelap.) |
|
Spare /speə(r)/ |
Menyelamatkan, mengampuni |
Please spare his life. (Tolong selamatkan nyawanya.) |
|
Repay /rɪˈpeɪ/ |
Membalas, membayar kembali |
I will repay your kindness. (Aku akan membalas kebaikanmu.) |
|
Generous /ˈdʒenərəs/ |
Murah hati, dermawan |
He is very generous with his time. (Dia sangat murah hati dengan waktunya.) |
|
Gnawed /nɔːd/ |
Menggerogoti, menggigit |
The rat gnawed through the wood. (Tikus menggerogoti kayu.) |
|
Grateful /ˈɡreɪtfl/ |
Berterima kasih |
I am grateful for your support. (Saya berterima kasih atas dukungan Anda.) |
|
In times of need /ɪn taɪmz ɒv niːd/ |
Di saat dibutuhkan |
True friends help in times of need. (Teman sejati membantu di saat dibutuhkan.) |
8. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Frog and the Ox
Cerita fabel bahasa inggris beserta strukturnya ini menyoroti bahaya dari kesombongan dan keinginan untuk menjadi sesuatu yang bukan diri kita sebenarnya. Kisah katak yang ingin sebesar sapi mengajarkan tentang pentingnya menerima diri sendiri dan memahami batasan natural kita alih-alih berusaha meniru orang lain dengan cara yang berbahaya.
English Text:
An Ox came down to a reedy pool to drink. As he splashed heavily into the water, he crushed a young Frog into the mud.
The old Frog soon missed the little one and asked his brothers and sisters what had become of him.
"A great big monster," said one of them, "stepped on little brother with one of his huge feet!"
"Big, was he!" said the old Frog, puffing herself up. "Was he as big as this?"
"Oh, much bigger!" they cried.
The Frog puffed up still more.
"He could not have been bigger than this," she said. But the little Frogs all declared that the monster was much, much bigger and the old Frog kept puffing herself out more and more until, all at once, she burst.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Seekor lembu datang ke sebuah kolam berair dangkal yang dipenuhi rerumputan untuk minum. Saat ia melangkah berat ke dalam air, ia menginjak seekor katak kecil hingga terbenam ke dalam lumpur.
Tak lama kemudian, katak tua itu menyadari bahwa si kecil telah menghilang dan bertanya kepada saudara-saudara katak lainnya apa yang telah terjadi padanya.
“Seekor monster yang sangat besar,” kata salah satu dari mereka, “menginjak adik kecil dengan salah satu kakinya yang besar!”
“Besar, katamu?” ujar katak tua itu sambil mengembangkan tubuhnya. “Apakah sebesar ini?”
“Oh, jauh lebih besar!” teriak mereka.
Katak itu pun mengembangkan tubuhnya lebih besar lagi.
“Tidak mungkin lebih besar dari ini,” katanya. Namun anak-anak katak itu tetap bersikeras bahwa monster tersebut jauh, jauh lebih besar. Katak tua itu terus mengembungkan tubuhnya, semakin lama semakin besar, hingga akhirnya—tiba-tiba saja ia meledak.
Kosakata Penting:
|
Kosakata Cerita Fabel Bahasa Inggris |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
Grazing /ˈɡreɪzɪŋ/ |
Merumput |
The sheep were grazing in the field. (Domba-domba sedang merumput di padang.) |
|
Envy /ˈenvi/ |
Iri hati, dengki |
He felt envy toward his successful friend. (Dia merasa iri pada temannya yang sukses.) |
|
Puff up /pʌf ʌp/ |
Menggembungkan, membengkakkan |
The bird puffed up its feathers. (Burung menggembungkan bulunya.) |
|
Inhaled /ɪnˈheɪld/ |
Menghirup |
She inhaled deeply to calm herself. (Dia menghirup dalam-dalam untuk menenangkan diri.) |
|
Swelling /ˈswelɪŋ/ |
Membengkak |
The swelling went down after treatment. (Pembengkakan berkurang setelah perawatan.) |
|
Nearly /ˈnɪəli/ |
Hampir, nyaris |
We nearly missed the train. (Kami nyaris ketinggalan kereta.) |
|
Burst /bɜːst/ |
Meledak, pecah |
The balloon burst with a loud noise. (Balon meledak dengan suara keras.) |
|
False pride /fɔːls praɪd/ |
Kesombongan palsu |
False pride prevents people from learning. (Kesombongan palsu mencegah orang belajar.) |
|
Self-destruction /ˌself dɪˈstrʌkʃn/ |
Kehancuran diri |
His bad habits led to self-destruction. (Kebiasaan buruknya menyebabkan kehancuran diri.) |
|
Appreciate /əˈpriːʃieɪt/ |
Menghargai |
We should appreciate what we have. (Kita harus menghargai apa yang kita miliki.) |
9. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Goose & the Golden Egg
Cerita fabel dalam bahasa inggris singkat ini mengajarkan pelajaran abadi tentang kesabaran dan bahaya keserakahan yang menghancurkan. Kisah tentang angsa yang bertelur emas ini mengingatkan kita bahwa menginginkan kekayaan instan sering kali menghancurkan sumber kemakmuran jangka panjang yang kita miliki.
English Text:
There was once a Countryman who possessed the most wonderful Goose you can imagine, for every day when he visited the nest, the Goose had laid a beautiful, glittering, golden egg.
The Countryman took the eggs to market and soon began to get rich. But it was not long before he grew impatient with the Goose because she gave him only a single golden egg a day. He was not getting rich fast enough.
Then one day, after he had finished counting his money, the idea came to him that he could get all the golden eggs at once by killing the Goose and cutting it open. But when the deed was done, not a single golden egg did he find, and his precious Goose was dead.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Pada suatu waktu hiduplah seorang petani desa yang memiliki seekor angsa yang sangat luar biasa. Setiap hari, ketika ia mendatangi sarangnya, angsa itu selalu bertelur sebuah telur emas yang indah dan berkilau.
Petani tersebut membawa telur-telur emas itu ke pasar dan dalam waktu singkat ia mulai menjadi kaya. Namun, tidak lama kemudian ia menjadi tidak sabar terhadap angsanya, karena setiap hari angsa itu hanya menghasilkan satu butir telur emas saja. Menurutnya, ia tidak menjadi kaya dengan cukup cepat.
Suatu hari, setelah selesai menghitung uangnya, sebuah ide muncul di benaknya. Ia berpikir bahwa ia bisa mendapatkan semua telur emas sekaligus dengan cara membunuh angsa itu dan membelah tubuhnya. Namun, setelah perbuatan itu dilakukan, tidak satu pun telur emas ia temukan, dan angsa kesayangannya pun mati.
Kosakata Penting:
|
Kosakata Cerita Fabel Bahasa Inggris |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
Remarkable /rɪˈmɑːkəbl/ |
Luar biasa, menakjubkan |
She made a remarkable recovery. (Dia membuat pemulihan yang luar biasa.) |
|
Comfortable living /ˈkʌmftəbl ˈlɪvɪŋ/ |
Kehidupan yang nyaman |
They earned a comfortable living from their business. (Mereka memperoleh kehidupan nyaman dari bisnis mereka.) |
|
Impatient /ɪmˈpeɪʃnt/ |
Tidak sabar |
The children became impatient waiting for gifts. (Anak-anak menjadi tidak sabar menunggu hadiah.) |
|
Blinded by /ˈblaɪndɪd baɪ/ |
Dibutakan oleh |
He was blinded by ambition. (Dia dibutakan oleh ambisi.) |
|
Horror /ˈhɒrə(r)/ |
Kengerian, ketakutan |
To his horror, the building was on fire. (Yang mengejutkan, gedung itu terbakar.) |
|
Ordinary /ˈɔːdnri/ |
Biasa, umum |
It was just an ordinary day. (Itu hanya hari biasa.) |
|
Steady /ˈstedi/ |
Mantap, tetap |
She found steady employment. (Dia menemukan pekerjaan tetap.) |
|
Prosperity /prɒˈsperəti/ |
Kemakmuran, kesejahteraan |
The country enjoyed years of prosperity. (Negara menikmati tahun-tahun kemakmuran.) |
|
Impatience /ɪmˈpeɪʃns/ |
Ketidaksabaran |
His impatience cost him the opportunity. (Ketidaksabarannya mengorbankan kesempatan.) |
|
Ruin /ˈruːɪn/ |
Kehancuran, keruntuhan |
The scandal led to his ruin. (Skandal menyebabkan kehancurannya.) |
10. Cerita Fabel Bahasa Inggris: The Boy Who Cried Wolf
Cerita fabel bahasa inggris 1 paragraf yang diperluas ini memberikan pelajaran krusial tentang konsekuensi berbohong dan pentingnya kejujuran. Kisah penggembala yang suka berbohong ini menunjukkan bahwa kredibilitas sekali hilang sangat sulit untuk dipulihkan, dan ketika kita benar-benar membutuhkan bantuan, tidak ada yang akan mempercayai kita.
English Text:
A young boy gets a job with a shepherd looking after his flock of sheep and each day he takes them up into the hills to graze. If he sees a wolf he is to ring the bell he has been given and shout 'Wolf!'
Soon the boy is feeling bored: the days are long and there is no-one to talk to. So he decides to pretend there is a wolf. He rings the bell and shouts 'Wolf!' and the men from the village come running with their guns. The boy tells them the wolf has already run off and the men are pleased with the boy and pat him on the back.
A few days later the boy is feeling bored again and decides to cry 'Wolf!' once more. This time when the men arrive and discover no wolf they are unimpressed and the boy worries that they don't believe him.
Shortly after the boy is minding the sheep when a wolf really does appear and attacks the sheep. The boy rings his bell and shouts 'Wolf!' but no one comes. Down in the village the men hear the boy but presume he is lying. As the shepherd says that night: 'Nobody believes a liar…even when he's speaking the truth.'
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Seorang anak laki-laki muda mendapatkan pekerjaan membantu seorang gembala untuk menjaga kawanan dombanya. Setiap hari ia membawa domba-domba itu naik ke perbukitan untuk merumput. Jika ia melihat seekor serigala, ia harus membunyikan lonceng yang diberikan kepadanya dan berteriak, “Serigala!”
Tak lama kemudian, anak itu merasa bosan. Hari-harinya terasa panjang dan tidak ada siapa pun untuk diajak bicara. Karena itu, ia memutuskan berpura-pura ada serigala. Ia membunyikan lonceng dan berteriak, “Serigala!” Orang-orang dari desa pun berlari datang sambil membawa senapan mereka. Anak itu lalu mengatakan bahwa serigalanya sudah kabur. Orang-orang desa merasa lega, memuji anak itu, dan menepuk punggungnya.
Beberapa hari kemudian, anak itu kembali merasa bosan dan sekali lagi berteriak, “Serigala!” Namun kali ini, ketika orang-orang desa datang dan mendapati tidak ada serigala, mereka tidak terkesan sama sekali. Anak itu pun mulai khawatir karena mereka tidak lagi mempercayainya.
Tak lama setelah itu, saat anak itu sedang menjaga domba-domba, seekor serigala sungguhan benar-benar muncul dan menyerang kawanan domba. Anak itu membunyikan loncengnya dan berteriak, “Serigala!” tetapi tidak seorang pun datang. Di desa, orang-orang mendengar teriakannya, tetapi mereka mengira ia sedang berbohong lagi. Seperti yang dikatakan sang gembala malam itu, “Tidak ada yang percaya pada seorang pembohong—bahkan ketika ia mengatakan kebenaran.”
Kosakata Penting:
|
Kosakata Cerita Fabel Bahasa Inggris |
Arti |
Contoh Kalimat |
|
Shepherd /ˈʃepəd/ |
Penggembala |
The shepherd guided his flock to fresh pasture. (Penggembala membimbing kawanannya ke padang rumput segar.) |
|
Bored /bɔːd/ |
Bosan |
The children were bored during the long trip. (Anak-anak bosan selama perjalanan panjang.) |
|
Trick /trɪk/ |
Trik, tipuan |
He played a trick on his friends. (Dia memainkan trik pada teman-temannya.) |
|
Rushed /rʌʃt/ |
Bergegas, terburu-buru |
They rushed to catch the train. (Mereka bergegas mengejar kereta.) |
|
Annoyed /əˈnɔɪd/ |
Kesal, jengkel |
She was annoyed by the constant noise. (Dia kesal dengan kebisingan yang terus-menerus.) |
|
False alarm /fɔːls əˈlɑːm/ |
Alarm palsu |
The fire drill was a false alarm. (Latihan kebakaran adalah alarm palsu.) |
|
Warned /wɔːnd/ |
Memperingatkan |
The teacher warned students about cheating. (Guru memperingatkan siswa tentang menyontek.) |
|
Ignored /ɪɡˈnɔːd/ |
Mengabaikan |
He ignored all the warnings. (Dia mengabaikan semua peringatan.) |
|
Flock /flɒk/ |
Kawanan |
A flock of birds flew overhead. (Sekawanan burung terbang di atas.) |
|
Liar /ˈlaɪə(r)/ |
Pembohong |
Nobody trusts a known liar. (Tidak ada yang mempercayai pembohong yang dikenal.) |
Kesimpulan
Anda telah menemukan kumpulan cerita fabel bahasa inggris pendek yang tidak hanya seru dibaca, tetapi juga efektif untuk melatih pemahaman, kosakata, dan rasa bahasa secara alami. Dengan membaca cerita-cerita ini, belajar bahasa Inggris tidak lagi terasa berat karena Anda memahami makna lewat konteks, bukan sekadar menghafal.
Di PREP, masih banyak panduan belajar, materi terstruktur, dan konten praktis lain yang dirancang untuk membantu Anda berkembang lebih cepat dan percaya diri. Jelajahi materi PREP sekarang dan ubah cara Anda belajar bahasa Inggris mulai hari ini!
Puluhan ribu siswa yang meraih kesuksesan dengan prestasi gemilang menjadi bukti keahlian PREPEDU dalam pelatihan bahasa yang profesional. Kami menggunakan platform pembelajaran cerdas, memadukan analisis kecerdasan buatan yang akurat dengan kurikulum yang dirancang khusus, guna menyediakan strategi persiapan IELTS dan persiapan TOEIC di rumah yang paling efektif. Ruang latihan berbicara virtual yang canggih serta sistem evaluasi menulis yang pintar memastikan setiap siswa dapat mengembangkan keterampilan secara menyeluruh dan mendalam.
PREPEDU.COM menjadikan "mengajar dengan sepenuh hati, mendukung tepat waktu, dan mengakui kemajuan" sebagai nilai inti, membantu tak terhitung banyaknya siswa mewujudkan impian studi di luar negeri, menaklukkan puncak karier, dan menyelesaikan rencana migrasi dengan lancar. Kami memahami dengan mendalam bahwa keterampilan bahasa adalah jembatan yang menghubungkan dunia dan, yang lebih penting, merupakan alat penting untuk mewujudkan tujuan hidup. Bersama PREPEDU, Anda akan mendapatkan bimbingan profesional dan dukungan yang paling kokoh.

Halo! Nama saya Sari, saat ini saya bekerja sebagai Manajer Konten Produk di blog situs web prepedu.com.
Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam belajar mandiri bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Mandarin serta mempersiapkan ujian IELTS dan TOEIC, saya telah mengumpulkan banyak pengetahuan untuk mendukung ribuan orang yang menghadapi kesulitan dalam belajar bahasa asing.
Semoga apa yang saya bagikan dapat membantu proses belajar mandiri di rumah secara efektif bagi semua orang!
Komentar
Peta pembelajaran yang dipersonalisasi
Paling banyak dibaca

UEN: 202227322W
Alamat: Chubb Square 8th Floor Jalan M.H. Thamrin No. 10 Jakarta Pusat 10230 Indonesia
Nomor Hotline: +65 3129 3111
Nomor WhatsApp : +62 857 3901 1119 / +62 815 307 7737 (for business)
Email: halo@prepedu.com / partner.id@prepedu.com (for business)










