Conjunction dalam Bahasa Inggris: Pengertian, 10 Jenis, Contoh Kalimat & Contoh Soal

Poin Penting

  • Conjunction adalah kata hubung dalam bahasa Inggris yang menyambungkan kata, frasa, atau klausa agar satu kalimat terbaca logis dan mengalir.

  • Ada dua cara mengelompokkan conjunction: berdasar struktur gramatikal (coordinating/FANBOYS, subordinating, correlative) dan berdasar makna (additive, contrastive, causal, temporal, comparative, concessive, connective).

  • Satu conjunction bisa masuk lebih dari satu kelompok makna tergantung konteks, misalnya "while" (waktu atau pertentangan) dan "as" (sebab atau waktu).

  • Aturan tanda baca menentukan benar-salahnya kalimat: pakai koma sebelum FANBOYS saat menyambung dua klausa independen, dan titik koma sebelum conjunctive adverb seperti "however".

  • Pasangan yang paling sering tertukar: because/since/as, although/though/even though, but/however, so/therefore, while/whereas, because/because of, dan although/despite.

  • Tersedia 20 contoh soal conjunction (pilihan ganda + isian) lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan.

Pernahkah kamu menulis dua kalimat bahasa Inggris yang masing-masing sudah benar, tapi saat digabung malah terasa janggal? Sering kali biang keroknya cuma satu: pilihan kata hubung. Conjunction adalah tulang punggung kalimat bahasa Inggris yang mengalir, sebab satu kata hubung menentukan apakah dua ide terbaca menyambung, bertentangan, atau saling sebab-akibat.

Panduan ini membahas pengertian dan fungsinya, dua sistem klasifikasi (berdasar struktur dan makna), pasangan kata yang paling sering tertukar, hingga 20 contoh soal berkunci yang menguji semuanya.

Panduan Lengkap Conjunction dalam Bahasa Inggris
Panduan Lengkap Conjunction dalam Bahasa Inggris

I. Apa Itu Conjunction?

Conjunction adalah kata hubung dalam bahasa Inggris yang berfungsi menyambungkan kata, frasa, atau klausa dalam satu kalimat. Definisi ini mengikuti konvensi grammar Inggris standar; kamus tepercaya seperti Cambridge Dictionary pun mendefinisikan conjunction sebagai kelas kata (part of speech) yang menghubungkan kata, frasa, atau klausa. 

Fungsi utamanya adalah membuat hubungan antar-ide menjadi jelas, logis, dan mengalir tanpa kalimat yang terputus-putus. Tanpa conjunction, sebuah paragraf akan terasa seperti daftar kalimat pendek yang saling lepas.  

Cara kerja conjunction bisa dilihat pada tiga tingkat penyambungan

  1. Menyambung dua kata yang setara: "Rani likes rice and chicken." (Rani suka nasi dan ayam.) 

  2. Menyambung dua frasa: "Budi studies in the morning or in the evening." (Budi belajar di pagi hari atau di malam hari.)

  3. Menyambung dua klausa - baik dua klausa yang setara maupun satu klausa induk dengan anak kalimat: "We stayed home because it rained in Bandung." (Kami tinggal di rumah karena hujan di Bandung.)

Definisi conjunction sebagai kata hubung bahasa Inggris
Definisi conjunction sebagai kata hubung bahasa Inggris

II. Jenis Conjunction Berdasarkan Struktur Gramatikal

Berdasarkan struktur gramatikal, conjunction terbagi menjadi 3 jenis: coordinating, subordinating, dan correlative. Ini satu dari dua sistem klasifikasi conjunction (yang lain berdasar makna), dan bagian ini memakai sudut struktur, yaitu bagaimana kata hubung menyusun klausa.

Tiga jenis conjunction berdasarkan struktur gramatikal
Tiga jenis conjunction berdasarkan struktur gramatikal

1. Coordinating Conjunction (FANBOYS)

Coordinating conjunction adalah kata hubung yang menyambung dua unsur setara: dua kata, dua frasa, atau dua klausa independen. Tujuh coordinating conjunction dirangkum dalam akronim FANBOYS (For, And, Nor, But, Or, Yet, So). 

Conjunction

Arti

Fungsi Utama

Contoh Kalimat

For

karena

memberi alasan/sebab

Rani stayed home, for she felt sick. (Rani di rumah, karena dia merasa sakit.)

And

dan

menambah ide setara

Dinda likes math and Fajar likes biology. (Dinda suka matematika dan Fajar suka biologi.)

Nor

juga tidak

menambah ide negatif

Andi doesn't like coffee, nor does he drink tea. (Andi tidak suka kopi, dan juga tidak minum teh.)

But

tetapi

pertentangan setara

The exam was hard, but I passed. (Ujiannya sulit, tetapi aku lulus.)

Or

atau

menyatakan pilihan

We can meet at the warung or at the library. (Kita bisa bertemu di warung atau di perpustakaan.)

Yet

namun

kontras tak terduga

Fajar studied all night, yet he felt fresh. (Fajar belajar semalaman, namun dia tetap segar.)

So

jadi

menyatakan akibat

It rained hard, so we canceled the trip. (Hujan deras, jadi kami membatalkan perjalanan.)

Ingat aturan komanya: koma diletakkan sebelum FANBOYS ketika kedua sisinya adalah klausa independen. Jika FANBOYS hanya menyambung dua kata atau dua frasa, koma tidak diperlukan.

2. Subordinating Conjunction

Subordinating conjunction adalah kata hubung yang menyambung klausa dependen (anak kalimat, tidak bisa berdiri sendiri) ke klausa independen (induk kalimat), sambil menunjukkan hubungan seperti sebab, waktu, syarat, atau kontras. 

Conjunction

Arti

Fungsi Utama

Contoh Kalimat

because

karena

menyatakan sebab

Sari studies hard because she wants a scholarship. (Sari belajar keras karena dia ingin beasiswa.)

although

meskipun

menyatakan konsesi

Although he was tired, Budi finished his homework. (Meskipun lelah, Budi menyelesaikan PR-nya.)

when

ketika

menyatakan waktu

When the bell rang, students left the class. (Ketika bel berbunyi, siswa meninggalkan kelas.)

if

jika

menyatakan syarat

If you practice daily, your English will improve. (Jika kamu berlatih tiap hari, bahasa Inggrismu akan membaik.)

since

sejak/karena

waktu atau sebab

Since he moved to Jakarta, Andi rides the TransJakarta. (Sejak pindah ke Jakarta, Andi naik TransJakarta.)

while

ketika/sementara

waktu atau kontras

Dewi read a book while she waited. (Dewi membaca buku ketika menunggu.)

before

sebelum

urutan waktu

Wash your hands before you eat. (Cuci tanganmu sebelum makan.)

after

setelah

urutan waktu

After finishing dinner, Fajar studied. (Setelah selesai makan malam, Fajar belajar.)

Kunci yang sering terlewat: penempatan koma bergantung pada posisi anak kalimat:

  • Jika klausa dependen berada di depan, beri koma sesudahnya

  • Jika di belakang, koma umumnya tidak dipakai

3. Correlative Conjunction

Correlative conjunction adalah kata hubung yang selalu datang berpasangan untuk menghubungkan dua unsur setara. Karena berpasangan, ia menuntut parallel structure - bentuk di kedua sisi harus setara. Kesalahan tersering justru bukan salah memilih kata, melainkan pasangan yang tidak lengkap atau tidak paralel.

Conjunction

Arti

Fungsi Utama

Contoh Kalimat

both ... and

baik ... maupun

menambah dua unsur

Sari likes both singing and dancing. (Sari suka baik menyanyi maupun menari.)

either ... or

entah ... atau

pilihan antara dua

We can meet either on Monday or on Tuesday. (Kita bisa bertemu entah Senin atau Selasa.)

neither ... nor

bukan ... maupun bukan

menolak dua unsur

Neither Rizky nor his brother likes durian. (Baik Rizky maupun kakaknya tidak suka durian.)

not only ... but also

tidak hanya ... tetapi juga

menekankan tambahan

Nadia is not only smart but also kind. (Nadia tidak hanya pintar tetapi juga baik.)

whether ... or

apakah ... atau

dua kemungkinan

I don't know whether to walk or to take a Gojek. (Aku tidak tahu apakah jalan kaki atau naik Gojek.)

III. Jenis Conjunction Berdasarkan Makna (Fungsi Semantik)

Berdasarkan makna, conjunction dikelompokkan menurut hubungan antar-ide yang dibangunnya: penambahan, pertentangan, sebab-akibat, waktu, perbandingan, konsesi, dan penghubung. 

Catatan: Satu conjunction bisa masuk lebih dari satu kelompok makna tergantung konteks.

Tujuh jenis conjunction berdasarkan makna
Tujuh jenis conjunction berdasarkan makna

1. Additive Conjunction (Penambahan)

Additive conjunction adalah kata hubung penambahan yang menandai "tambah ide sejenis". 

Conjunction

Arti

Fungsi Utama

Contoh Kalimat

and

dan

menambah ide (netral)

Dewi bought pens and a notebook. (Dewi membeli pulpen dan buku tulis.)

also

juga

menambah ide

Budi plays guitar; he also sings. (Budi main gitar; dia juga menyanyi.)

moreover

lebih lagi

menambah (formal)

The plan is cheap. Moreover, it saves time. (Rencana itu murah. Lebih lagi, ia menghemat waktu.)

furthermore

selain itu

menambah (formal)

The app is free. Furthermore, it works offline. (Aplikasinya gratis. Selain itu, bisa dipakai luring.)

in addition

sebagai tambahan

menambah (formal)

In addition to English, Nadia studies Japanese. (Sebagai tambahan bahasa Inggris, Nadia belajar Jepang.)

Yang membedakan anggotanya bukan makna, melainkan register (tingkat formalitas) dan tanda bacanya. Perhatikan bahwa "moreover", "furthermore", dan "in addition" bersifat lebih formal dan sering berada di awal kalimat, diikuti koma. Kata-kata ini termasuk conjunctive adverb, sehingga tanda bacanya berbeda dari "and" biasa.

2. Contrastive Conjunction (Pertentangan)

Contrastive conjunction adalah kata hubung pertentangan yang menandai "dua ide berlawanan". 

Conjunction

Arti

Fungsi Utama

Contoh Kalimat

but

tetapi

pertentangan (netral)

The bag is nice, but it is expensive. (Tasnya bagus, tetapi mahal.)

however

namun

pertentangan (formal)

It was late; however, we kept working. (Sudah larut; namun, kami terus bekerja.)

whereas

sedangkan

kontras dua fakta

Budi likes sports, whereas Dewi likes art. (Budi suka olahraga, sedangkan Dewi suka seni.)

on the other hand

di sisi lain

menyajikan sisi lain

Online class is flexible. On the other hand, it needs discipline. (Kelas daring fleksibel. Di sisi lain, butuh disiplin.)

yet

namun begitu

kontras tak terduga

The task was hard, yet Fajar enjoyed it. (Tugasnya sulit, namun begitu Fajar menikmatinya.)

Jebakan utamanya adalah mencampur kata setara (but) dengan conjunctive adverb (however) yang aturan tanda bacanya berbeda. Ingat, "however" adalah conjunctive adverb, bukan coordinating conjunction. Saat menyambung dua klausa independen, ia memerlukan titik koma di depan dan koma sesudahnya. 

3. Causal Conjunction (Sebab-Akibat)

Causal conjunction, atau causal conjunctions, adalah kata hubung sebab-akibat yang punya dua arah: sebagian menandai sebab (because, since, as), sebagian menandai akibat (so, therefore, as a result). Memilih yang tepat berarti tahu klausa mana yang menjadi alasan dan mana yang menjadi hasil.

Conjunction

Arti

Fungsi Utama

Contoh Kalimat

because

karena

penanda sebab (kuat)

We stayed home because it rained. (Kami di rumah karena hujan.)

since

karena

penanda sebab (diketahui)

Since you are here, let's start. (Karena kamu sudah di sini, ayo mulai.)

as

karena

penanda sebab (formal)

As the bus was full, Andi walked. (Karena busnya penuh, Andi berjalan kaki.)

so

jadi

penanda akibat (informal)

It rained, so we canceled the game. (Hujan, jadi kami membatalkan pertandingan.)

therefore

oleh karena itu

penanda akibat (formal)

It rained; therefore, the match was postponed. (Hujan; oleh karena itu, pertandingan ditunda.)

as a result

sebagai hasilnya

penanda akibat (formal)

Traffic was bad. As a result, we were late. (Lalu lintas macet. Sebagai hasilnya, kami terlambat.)

4. Temporal / Time Conjunction (Waktu)

Time conjunction adalah kata hubung yang menunjukkan hubungan waktu antar-peristiwa - kapan sesuatu terjadi: sebelum, sesudah, selama, atau sampai. Temporal conjunction mengurutkan peristiwa dalam waktu. 

Conjunction

Arti

Fungsi Utama

Contoh Kalimat

when

ketika

menandai satu titik waktu

When the bell rang, class ended. (Ketika bel berbunyi, kelas berakhir.)

before

sebelum

peristiwa lebih dahulu

Review your notes before the exam starts. (Ulang catatanmu sebelum ujian mulai.)

after

setelah

peristiwa sesudahnya

After the class ended, Dinda went to the canteen. (Setelah kelas berakhir, Dinda ke kantin.)

while

selama/ketika

dua peristiwa bersamaan

Rani listened to music while she studied. (Rani mendengarkan musik selama dia belajar.)

until

sampai

batas akhir waktu

We waited until the rain stopped. (Kami menunggu sampai hujan berhenti.)

as soon as

segera setelah

tepat sesudah

Call me as soon as you arrive. (Telepon aku segera setelah kamu tiba.)

Satu catatan penting: "while" dan "as" tidak eksklusif untuk waktu: "while" bisa berpindah ke kelompok pertentangan ("sementara"), dan "as" bisa berarti sebab. Konteks kalimatlah yang menentukan.

5. Comparative Conjunction (Perbandingan)

Comparative conjunction, atau comparative conjunctions, adalah kata hubung perbandingan yang menandai bahwa dua hal dibandingkan. 

Conjunction

Arti

Fungsi Utama

Contoh Kalimat

than

daripada

perbandingan tidak setara

Andi is taller than his brother. (Andi lebih tinggi daripada kakaknya.)

as ... as

sama ... dengan

perbandingan setara

Sari is as diligent as Dewi. (Sari sama rajinnya dengan Dewi.)

rather than

ketimbang

pilihan yang lebih disukai

She walked rather than waited for a Gojek. (Dia jalan kaki ketimbang menunggu Gojek.)

just as

sama seperti

kesetaraan / kemiripan

Just as Budi expected, the quiz was easy. (Sama seperti dugaan Budi, kuisnya mudah.)

Kuncinya membedakan perbandingan tidak setara (than, rather than) dari perbandingan setara (as ... as, just as).

Ringkasnya: "than" dan "rather than" menandai ketidaksetaraan atau preferensi, sedangkan "as ... as" dan "just as" menandai kesetaraan.

6. Concessive Conjunction (Konsesi)

Concessive conjunction adalah kata hubung konsesi ("meskipun") yang mengakui satu fakta atau hambatan, lalu menyatakan hasil yang tetap terjadi di luar dugaan. Ia sering tertukar dengan contrastive karena sama-sama terasa "berlawanan", padahal konsesi menekankan hasil yang mengejutkan.

Conjunction

Arti

Fungsi Utama

Contoh Kalimat

although

meskipun

mengakui fakta lawan (netral)

Although it was expensive, Dinda bought the dictionary. (Meskipun mahal, Dinda membeli kamus itu.)

even though

meskipun (kuat)

penekanan konsesi terkuat

Even though he was sick, Fajar joined the exam. (Meskipun sakit, Fajar tetap ikut ujian.)

though

meski

konsesi (informal)

Though it was late, we kept talking. (Meski sudah larut, kami terus mengobrol.)

despite the fact that

terlepas dari fakta bahwa

konsesi (formal, + klausa)

Despite the fact that it was raining, the event went on. (Terlepas dari fakta bahwa hujan turun, acaranya tetap berjalan.)

7. Connective Conjunction (Penghubung Ide)

Connective conjunction adalah kata hubung yang menautkan, menegaskan, atau menjelaskan ulang ide antar-kalimat, bukan sekadar dalam satu kalimat. Kelompok ini kerap berupa transition phrase yang membuat alur paragraf terasa nyambung.

Conjunction

Arti

Fungsi Utama

Contoh Kalimat

in fact

faktanya

menegaskan / mempertajam

The test was easy. In fact, I finished early. (Ujiannya mudah. Faktanya, aku selesai lebih awal.)

in other words

dengan kata lain

menjelaskan ulang

It's affordable. In other words, students can buy it. (Ini terjangkau. Dengan kata lain, siswa mampu membelinya.)

that is

yaitu

mengklarifikasi

The deadline is Friday, that is, two days from now. (Tenggatnya Jumat, yaitu dua hari lagi.)

besides

lagi pula

menambah + menautkan

It's late. Besides, we are tired. (Sudah larut. Lagi pula, kami lelah.)

Istilah logical conjunction sering muncul di konteks yang sama: ia merujuk pada hubungan logis antar-klausa (misalnya sebab-akibat, tambahan, atau kontras) dan pada dasarnya berfungsi sama seperti connective conjunction - menautkan ide agar penalaran kalimat runtut. Jadi kamu tidak perlu menganggapnya kategori yang benar-benar terpisah. Karena banyak connective conjunction bekerja antar-kalimat, ia sering ditulis di awal kalimat dan diikuti koma.

IV. Perbedaan Conjunction yang Sering Membingungkan

Memilih conjunction yang tepat jarang soal arti - sebagian besar pasangan di bawah punya arti yang mirip. Yang benar-benar membedakan adalah empat sumbu: formalitas, kategori kata (conjunction vs conjunctive adverb vs preposition), penempatan, dan tanda baca. Tujuh pasangan berikut adalah yang paling sering tertukar pembelajar Indonesia.

1. Because vs Since vs As

Ketiganya berarti "karena", tetapi "because" paling menekankan sebab dan menyampaikan informasi baru, sedangkan "since" dan "as" dipakai saat alasannya sudah diketahui; "as" paling formal dan penekanannya paling lemah.

Kata

Nuansa

Contoh Kalimat

because

sebab baru, paling ditekankan

I stayed home because I was sick. (Aku di rumah karena aku sakit.)

since

sebab yang sudah diketahui

Since you already know the topic, let's move on. (Karena kamu sudah tahu topiknya, mari lanjut.)

as

sebab, paling formal & lemah

As it was raining, we took a taxi. (Karena hujan, kami naik taksi.)

2. Although vs Though vs Even Though

Ketiganya berarti "meskipun": "although" paling netral dan sedikit formal, "though" lebih informal dan bisa diletakkan di akhir kalimat, sedangkan "even though" memberi penekanan kontras yang paling kuat.

Kata

Nuansa

Contoh Kalimat

although

netral, agak formal

Although he was tired, he finished. (Meskipun lelah, dia menyelesaikannya.)

though

informal, bisa di akhir

It was hard. I passed, though. (Sulit. Tapi aku lulus, kok.)

even though

penekanan kontras terkuat

Even though it rained, we played. (Meskipun hujan, kami tetap bermain.)

3. But vs However

"But" adalah coordinating conjunction yang menyambung dua ide dalam satu kalimat dengan koma di depannya, sedangkan "however" adalah conjunctive adverb yang lebih formal dan memerlukan titik koma (;) atau kalimat baru.

Kata

Kategori & Tanda Baca

Contoh Kalimat

but

coordinating conjunction, koma di depan

She was tired, but she finished the task. (Dia lelah, tetapi dia menyelesaikan tugasnya.)

however

conjunctive adverb, titik koma + koma

She was tired; however, she finished the task. (Dia lelah; namun, dia menyelesaikan tugasnya.)

4. So vs Therefore

"So" dan "therefore" sama-sama menyatakan akibat, tetapi "so" informal dan menyambung dalam satu kalimat dengan koma, sedangkan "therefore" formal dan memerlukan titik koma atau kalimat baru.

Kata

Register & Tanda Baca

Contoh Kalimat

so

informal, koma di depan

It rained, so the match was postponed. (Hujan, jadi pertandingan ditunda.)

therefore

formal, titik koma + koma

It rained; therefore, the match was postponed. (Hujan; oleh karena itu, pertandingan ditunda.)

5. While vs Whereas

"While" dapat berarti "selama/ketika" (waktu) maupun "sementara" (pertentangan) tergantung konteks, sedangkan "whereas" hanya menyatakan kontras murni dan tidak pernah dipakai untuk hubungan waktu.

Kata

Fungsi

Contoh Kalimat

while (waktu)

dua peristiwa bersamaan

Rani read a book while she waited. (Rani membaca buku ketika menunggu.)

while (kontras)

pertentangan

While I like tea, my brother likes coffee. (Sementara aku suka teh, kakakku suka kopi.)

whereas

kontras murni saja

Budi is calm, whereas Andi is energetic. (Budi tenang, sedangkan Andi enerjik.)

6. Because vs Because of

"Because" adalah conjunction yang harus diikuti klausa lengkap (subjek + kata kerja), sedangkan "because of" adalah preposition yang diikuti kata benda atau frasa.

Kata

Pola

Contoh Kalimat

because

+ klausa (subjek + verba)

We were late because it rained. (Kami terlambat karena hujan turun.)

because of

+ noun/frasa benda

We were late because of the rain. (Kami terlambat karena hujan.)

Kesalahan umum: "because the rain" (salah, tidak ada verba) → betulkan jadi "because of the rain" atau "because it rained".

7. Although vs Despite

"Although" adalah conjunction yang diikuti klausa lengkap, sedangkan "despite" adalah preposition yang diikuti kata benda atau gerund. Bentuk "despite of" salah dan harus dihindari.

Kata

Pola

Contoh Kalimat

although

+ klausa (subjek + verba)

Although the team lost, they were proud. (Meskipun tim itu kalah, mereka bangga.)

despite

+ noun/gerund

Despite the loss, they were proud. (Terlepas dari kekalahan itu, mereka bangga.)

Untuk memakai despite dengan klausa penuh, gunakan "despite the fact that" (Contoh: despite the fact that the team lost".)

V. Contoh Soal Conjunction

Latihan berikut menguji seluruh cakupan artikel - dari struktur (FANBOYS, subordinating, correlative) dan makna, hingga pasangan yang membingungkan dan aturan tanda baca.

1. Latihan 1: Pilihan Ganda (Multiple Choice)

Pilih conjunction yang paling tepat untuk melengkapi tiap kalimat.

1. Dinda wanted to join the English club, ___ she was too shy to sign up.

A. so

B. but

C. or

D. for

2. We can meet at the warung ___ at the library after school.

A. but

B. so

C. or

D. yet

3. ___ it was raining heavily, Budi still went to school.

A. Because

B. Although

C. So

D. And

4. Sari studies hard ___ she wants to get a scholarship.

A. but

B. because

C. although

D. or

5. ___ Rizky nor his brother likes durian.

A. Either

B. Both

C. Neither

D. Whether

6. The bus was late; ___, we still arrived on time.

A. however

B. because

C. so

D. and

7. Not only did Nadia win the contest, ___ she also received a medal.

A. or

B. but

C. and

D. nor

8. ___ finishing her homework, Dewi watched a movie.

A. Because

B. After

C. But

D. So

9. Andi is taller ___ his older brother.

A. as

B. than

C. so

D. but

10. Fajar didn't study for the test, ___ he failed it.

A. but

B. or

C. so

D. yet

Kunci Jawaban & Pembahasan

  1. B (but) - dua klausa berlawanan (ingin bergabung tetapi terlalu malu); "but" menandai pertentangan setara.

  2. C (or) - menyatakan pilihan antara dua tempat; "or" adalah coordinating conjunction untuk pilihan.

  3. B (Although) - mengakui hambatan (hujan) lalu hasil tetap terjadi; ini concessive conjunction.

  4. B (because) - klausa kedua adalah alasan; "because" adalah penanda sebab yang paling menekankan.

  5. C (Neither) - berpasangan dengan "nor" untuk menolak dua unsur; "neither ... nor" adalah correlative conjunction (bukan "neither ... or").

  6. A (however) - ada titik koma sebelum rumpang, penanda conjunctive adverb; "however" menandai pertentangan formal.

  7. B (but) - pasangan "not only ... but also"; parallel structure menuntut "but" yang berpasangan dengan "also".

  8. B (After) - menunjukkan urutan waktu (menyelesaikan PR dulu, lalu menonton); "after" adalah time conjunction.

  9. B (than) - perbandingan tidak setara (lebih tinggi); comparative conjunction "than" dipakai setelah bentuk komparatif.

  10. C (so) - klausa kedua adalah akibat dari tidak belajar; "so" adalah penanda akibat yang informal.

2. Latihan 2: Melengkapi Kalimat (Fill in the Blank)

Isi setiap rumpang dengan conjunction yang tepat (tanpa opsi). Sebagian rumpang menerima lebih dari satu jawaban benar tergantung makna, karena soal isian menuntut produksi aktif, bukan sekadar mengenali pilihan.

  1. I wanted to buy the novel, ___ I didn't have enough money.

  2. ___ you finish your homework, you can play games.

  3. Fajar was very tired, ___ he kept practicing his speaking.

  4. We arrived late ___ the heavy traffic in Jakarta.

  5. Sari enjoys both singing ___ dancing.

  6. ___ it was expensive, Dinda still bought the dictionary.

  7. Study hard now, ___ you will regret it later.

  8. The library was closed; ___, we studied at a café instead.

  9. ___ Rani arrived at school, the class had already started.

  10. Budi can't swim, ___ can he ride a bike.

Kunci Jawaban & Pembahasan

  1. but - dua ide berlawanan (ingin membeli tetapi tidak punya uang); coordinating conjunction pertentangan.

  2. After / When / Once - menandai urutan/waktu sebelum bisa bermain; ini time conjunction (beberapa jawaban diterima).

  3. but / yet - kontras antara lelah dan tetap berlatih; keduanya menandai pertentangan.

  4. because of - diikuti frasa benda "the heavy traffic", jadi harus preposition "because of", bukan "because".

  5. and - pasangan "both ... and"; correlative conjunction penambahan.

  6. Although / Even though - konsesi: mengakui harganya mahal, hasilnya tetap membeli.

  7. or - pilihan konsekuensi (belajar sekarang atau menyesal nanti); "or" menyatakan alternatif.

  8. therefore - ada titik koma; perpustakaan tutup adalah sebab, belajar di kafe adalah akibat, jadi pakai penanda akibat formal "therefore".

  9. When / By the time - menandai titik waktu kedatangan; time conjunction.

  10. nor - melanjutkan ide negatif ("tidak bisa berenang, juga tidak bisa naik sepeda"); "nor" diikuti inversi ("nor can he").

VI. Pertanyaan Umum (FAQ) seputar Conjunction

Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul seputar conjunction dalam bahasa Inggris.

1. Kapan harus menggunakan koma saat memakai conjunction?

Gunakan koma sebelum coordinating conjunction (FANBOYS) ketika menyambung dua klausa independen, contohnya "I was tired, but I finished." 

Untuk conjunctive adverb seperti "however" atau "therefore", gunakan titik koma: "It was late; therefore, we left." 

Jika klausa dependen berada di depan, beri koma sesudahnya: "Because it rained, we stayed home."

Empat aturan penempatan koma dalam kalimat dengan conjunction
Empat aturan penempatan koma dalam kalimat dengan conjunction

2. Bagaimana cara memilih antara "because", "since", dan "as" jika semuanya berarti "karena"?

Pilih "because" saat ingin menekankan sebab utama atau menyampaikan alasan baru, misalnya "I stayed home because I was sick." Pilih "since" atau "as" saat alasannya sudah diketahui pembaca, dengan "as" sebagai yang paling formal dan paling lemah penekanannya. 

Ketiganya benar secara tata bahasa; yang membedakan hanyalah seberapa kuat sebab itu ditekankan dan tingkat formalitasnya.

3. Apa perbedaan conjunction, transition words, dan preposition seperti "because of" atau "despite"?

Conjunction (seperti and, because) menyambung kata atau klausa dalam satu kalimat; transition words / conjunctive adverb (seperti however, therefore) menautkan antar-kalimat dan memakai titik koma; sedangkan preposition (seperti because of, despite) selalu diikuti kata benda atau frasa, bukan klausa lengkap. 

Contohnya: "because it rained" (conjunction + klausa), "It rained; however, ..." (transition + titik koma), dan "because of the rain" (preposition + noun).

Kesimpulan

Conjunction adalah kata hubung yang membuat kalimat bahasa Inggris mengalir. Kuasai dua sistem klasifikasinya, berdasar struktur (coordinating, subordinating, correlative) dan berdasar makna (additive hingga connective), lalu kunci memilih conjunction tinggal satu: tentukan hubungan ide apa yang ingin kamu bangun, bukan menghafal daftar. Latih lewat contoh soal di atas sambil memeriksa tanda bacanya. Kalau ingin umpan balik terarah, Prep sebagai platform belajar bahasa Inggris berbasis AI bisa membantu kamu mengasah grammar dan menyusun kalimat yang mengalir. Selamat berlatih, dan Make It Happen.

Sari
Product Content Admin

Halo! Nama saya Sari, saat ini saya bekerja sebagai Manajer Konten Produk di blog situs web prepedu.com.
Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam belajar mandiri bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Mandarin serta mempersiapkan ujian IELTS dan TOEIC, saya telah mengumpulkan banyak pengetahuan untuk mendukung ribuan orang yang menghadapi kesulitan dalam belajar bahasa asing.
Semoga apa yang saya bagikan dapat membantu proses belajar mandiri di rumah secara efektif bagi semua orang!

KomentarKomentar

0/300 karakter
Nancy Shyu
Nancy Shyu
10/03/2026 00:25
非常棒的解說呢!
Balas
Loading...
PREP PTE. LTD.

UEN: 202227322W

Alamat: Galeon Square 8th Floor Jalan M.H. Thamrin No. 10 Jakarta Pusat 10230 Indonesia

Nomor Hotline : +65 3129 31111

Nomor WhatsApp Hotline : +62 822 9993 9692 / +62 815 307 7737 (For Business) 

Email: halo@prepedu.com / partner.id@prepedu.com (for business) 

DISERTIFIKASI OLEH
DMCA protect