Story Telling Bahasa Inggris: Pengertian, Contoh, dan Tips Praktis
Apakah Anda pernah ditugaskan story telling bahasa inggris di depan kelas atau lomba, tapi justru panik karena tidak tahu harus mulai dari mana? Banyak siswa SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa dan pemula bahasa Inggris mengalami hal yang sama: butuh contoh cerita yang siap dipakai, mudah dihafal, strukturnya jelas (pembukaan–isi–penutup), dan aman secara grammar. Salah pilih teks atau cara bercerita bisa membuat cerita terdengar kaku, datar, bahkan kehilangan pesan moral di akhir.
Masalahnya, story telling bahasa inggris bukan cuma soal punya cerita, tetapi soal cara menyampaikan. Anda perlu opening yang natural, kalimat transisi yang mengalir seperti then, suddenly, in the end, serta ending yang kuat dan berkesan. Tanpa panduan yang tepat, rasa takut salah, takut terdengar “hasil terjemahan”, dan kurang ekspresif akan terus menghantui—terutama saat tampil di depan banyak orang.
Melalui panduan dari PREP ini, Anda akan menemukan contoh story telling siap pakai, struktur yang rapi, hingga tips penyampaian yang efektif untuk kelas maupun lomba. Baca sampai tuntas dan siapkan diri Anda tampil percaya diri dengan story telling bahasa Inggris yang benar-benar hidup!
- I. Memahami Storytelling dalam Bahasa Inggris. Kuasai 5 Teknik Jitu Storytelling Bahasa Inggris
- III. 10 Contoh Storytelling Bahasa Inggris dan Artinya
- 1. Contoh 1: The Lion and The Mouse
- 2. Contoh 2: The Boy Who Cried Wolf
- 3. Contoh 3: The Ant and The Grasshopper
- 4. Contoh 4: The Thirsty Crow
- 5. Contoh 5: The Boy Who Wished for More
- 6. Contoh 6: The Tortoise and The Hare
- 7. Contoh 7: The Honest Woodcutter
- 8. Contoh 8: The Clever Fox
- 9. Contoh 9: The Two Friends and The Bear
- 10. Contoh 10: The Golden Goose
- Kesimpulan
I. Memahami Storytelling dalam Bahasa Inggris. Kuasai 5 Teknik Jitu Storytelling Bahasa Inggris
Story telling bahasa inggris bukanlah sekadar menyusun rangkaian kata menjadi kalimat, ini adalah seni membangun koneksi emosional untuk menghibur, mengedukasi, atau membujuk audiens. Sebuah story telling yang efektif tidak hanya bergantung pada naskah, tetapi juga melibatkan ekspresi wajah yang hidup, intonasi yang dinamis, dan gestur tubuh yang memperkuat narasi. Tanpa elemen-elemen ini, sebuah cerita hanya akan menjadi informasi datar yang membosankan dan gagal meninggalkan kesan mendalam bagi pendengarnya.
Menguasai tata bahasa saja tidak cukup; Anda perlu menerapkan strategi khusus agar cerita yang Anda bawakan mampu memikat perhatian audiens dari awal hingga akhir. Berikut adalah lima teknik jitu yang krusial untuk Anda terapkan dalam story telling bahasa inggris:
-
Pilih Cerita yang Relevan & Pahami Audiens: Anda harus memilih topik cerita yang sesuai dengan minat atau demografi pendengar dan menyesuaikan tingkat kesulitan bahasa agar pesan dapat diterima dengan jelas.
-
Struktur Cerita yang Jelas (Pembukaan, Isi, Penutup): Pastikan narasi Anda memiliki alur yang runtut, dimulai dengan pembukaan story telling bahasa inggris yang memikat (hook), bagian isi yang membangun konflik, dan penutup yang memberikan resolusi memuaskan.
-
Gunakan Kosakata yang Bervariasi dan Deskriptif: Hindari penggunaan kata-kata yang monoton dengan menyisipkan kata sifat (adjectives) dan kata keterangan (adverbs) yang deskriptif untuk melukiskan imajinasi visual yang kuat di benak pendengar.
-
Variasikan Intonasi, Volume, dan Kecepatan Bicara: Anda perlu memainkan dinamika suara—seperti berbisik saat suasana tegang atau meninggikan suara saat antusias—untuk mencegah kebosanan dan memberikan penekanan pada poin-poin penting.
-
Manfaatkan Ekspresi Wajah dan Gerak Tubuh: Komunikasi non-verbal sangat vital; gunakan kontak mata, mimik wajah, dan gerakan tangan yang sinkron dengan emosi cerita untuk menghidupkan karakter dan suasana dalam story telling bahasa inggris Anda.
III. 10 Contoh Storytelling Bahasa Inggris dan Artinya
Bagian ini menyajikan contoh konkret yang dapat Anda gunakan sebagai inspirasi, materi pemahaman lebih lanjut, dan bahan latihan mandiri. Setiap narasi di bawah ini telah dilengkapi dengan story telling bahasa inggris dan artinya serta pesan moral singkat untuk memudahkan proses belajar Anda.
1. Contoh 1: The Lion and The Mouse
English Text:
A lion was asleep in the sun one day. A little mouse came out to play. The little mouse ran up the lion’s neck and slid down his back. The lion caught him with a great big smack!‘I’m going to eat you!’ the lion roared, his mouth open wide.
‘No, no, please don’t!’ the little mouse cried. ‘Be kind to me and one day I’ll help you.’
‘I’m a lion! You’re a mouse! What can you do?’ The lion laughed, very hard, and the mouse ran away.
But the mouse was out walking the very next day. He heard a big roar, and squeaked when he saw the king of the jungle tied to a tree. But the mouse had a plan to set him free. The mouse worked quickly and chewed through the rope.
The lion said, ‘Oh little mouse, I had no hope. You were right, little mouse – thank you, I’m free. You’re the best friend there ever could be!’
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Suatu hari, seekor singa sedang tertidur lelap di bawah sinar matahari. Tak lama kemudian, seekor tikus kecil keluar untuk bermain. Tikus kecil itu berlari naik ke leher singa lalu meluncur turun di punggungnya. Tiba-tiba, BRAK! Singa menangkapnya dengan satu pukulan besar.
“Aku akan memakanmu!” aum singa dengan mulut terbuka lebar.
“Tidak, tidak, tolong jangan!” tangis tikus kecil. “Bersikaplah baik padaku, dan suatu hari nanti aku akan menolongmu.”
“Aku seekor singa! Kamu hanya tikus kecil! Apa yang bisa kamu lakukan?” Singa tertawa terbahak-bahak. Tikus kecil pun segera melarikan diri.
Keesokan harinya, tikus kecil berjalan-jalan di hutan. Tiba-tiba ia mendengar auman keras. Ia terkejut saat melihat raja hutan terikat pada sebuah pohon. Namun, tikus kecil punya rencana untuk membebaskannya. Ia bekerja cepat dan mengerat tali itu dengan giginya hingga putus.
Singa berkata, “Oh tikus kecil, aku sudah putus asa. Ternyata kamu benar. Terima kasih, tikus kecil—aku bebas sekarang. Kamu adalah sahabat terbaik yang pernah ada!”
Moral of the Story:
Kebaikan kecil bisa berdampak besar; jangan pernah meremehkan siapa pun hanya karena ukuran atau penampilan mereka. Ini adalah contoh story telling bahasa inggris klasik tentang balas budi.
2. Contoh 2: The Boy Who Cried Wolf
English Text:
There once was a shepherd boy who was bored as he sat on the hillside watching the village sheep. To amuse himself he took a great breath and sang out, "Wolf! Wolf! The Wolf is chasing the sheep!"The villagers came running up the hill to help the boy drive the wolf away. But when they arrived at the top of the hill, they found no wolf. The boy laughed at the sight of their angry faces.
"Don't cry 'wolf', shepherd boy," said the villagers, "when there's no wolf!" They went grumbling back down the hill.
Later, the boy sang out again, "Wolf! Wolf! The wolf is chasing the sheep!" To his naughty delight, he watched the villagers run up the hill to help him drive the wolf away.
When the villagers saw no wolf they sternly said, "Save your frightened song for when there is really something wrong! Don't cry 'wolf' when there is NO wolf!"
But the boy just grinned and watched them go grumbling down the hill once more.
Later, he saw a REAL wolf prowling about his flock. Alarmed, he leaped to his feet and sang out as loudly as he could, "Wolf! Wolf!"
But the villagers thought he was trying to fool them again, and so they didn't come.
At sunset, everyone wondered why the shepherd boy hadn't returned to the village with their sheep. They went up the hill to find the boy. They found him weeping.
"There really was a wolf here! The flock has scattered! I cried out, "Wolf!" Why didn't you come?"
An old man tried to comfort the boy as they walked back to the village.
"We'll help you look for the lost sheep in the morning," he said, putting his arm around the youth, "Nobody believes a liar...even when he is telling the truth!"
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Suatu ketika, seorang anak gembala merasa bosan duduk di lereng bukit sambil menjaga domba-domba milik desa. Untuk menghibur dirinya, ia menarik napas dalam-dalam lalu berteriak,
“Serigala! Serigala! Ada serigala yang mengejar domba!”
Warga desa pun berlari naik ke bukit untuk membantu mengusir serigala itu. Namun, saat mereka tiba di puncak bukit, tidak ada seekor serigala pun. Anak gembala itu tertawa melihat wajah mereka yang marah.
“Jangan berteriak ‘serigala’ kalau memang tidak ada serigala!” kata para warga dengan kesal. Mereka pun turun kembali sambil menggerutu.
Beberapa waktu kemudian, anak itu kembali berteriak,
“Serigala! Serigala! Serigala mengejar domba!”
Dengan senang, ia melihat para warga desa kembali berlari naik ke bukit. Namun sekali lagi, mereka tidak menemukan serigala apa pun.
Dengan tegas mereka berkata,
“Simpan teriakan panikmu untuk saat benar-benar ada bahaya! Jangan berteriak ‘serigala’ kalau tidak ada serigala!”
Anak gembala itu hanya tersenyum nakal dan menonton mereka turun kembali.
Tak lama setelah itu, ia melihat seekor serigala sungguhan mengintai kawanan dombanya. Terkejut dan ketakutan, ia segera berdiri dan berteriak sekuat tenaga,
“Serigala! Serigala!”
Namun, warga desa mengira ia hanya ingin mempermainkan mereka lagi, sehingga tidak ada yang datang.
Saat matahari terbenam, orang-orang mulai bertanya-tanya mengapa anak gembala belum kembali ke desa bersama domba-domba mereka. Mereka pun naik ke bukit dan menemukan anak itu sedang menangis.
“Benar-benar ada serigala! Domba-dombanya tercerai-berai! Aku sudah berteriak ‘Serigala!’ Mengapa tidak ada yang datang?” katanya.
Seorang lelaki tua mencoba menenangkannya saat mereka berjalan kembali ke desa.
“Kami akan membantumu mencari domba-domba yang hilang besok pagi,” katanya sambil merangkul anak itu.
“Tidak ada yang percaya pada pembohong… bahkan ketika ia mengatakan kebenaran.”
Moral of the Story:
Pembohong tidak akan dipercaya bahkan ketika mereka mengatakan kebenaran. Ini adalah materi yang cocok untuk story telling bahasa inggris pendek bagi pemula.
3. Contoh 3: The Ant and The Grasshopper
English Text:
One bright day in late autumn a family of Ants were bustling about in the warm sunshine, drying out the grain they had stored up during the summer, when a starving Grasshopper, his fiddle under his arm, came up and humbly begged for a bite to eat."What!" cried the Ants in surprise, "haven't you stored anything away for the winter? What in the world were you doing all last summer?"
"I didn't have time to store up any food," whined the Grasshopper; "I was so busy making music that before I knew it the summer was gone."
The Ants shrugged their shoulders in disgust.
"Making music, were you?" they cried. "Very well; now dance!" And they turned their backs on the Grasshopper and went on with their work.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Hari itu adalah hari cerah di akhir musim gugur. Sekeluarga semut tampak sibuk di bawah hangatnya sinar matahari, mengeringkan biji-bijian yang telah mereka simpan sepanjang musim panas. Tiba-tiba, seekor belalang yang kelaparan datang menghampiri, dengan biola kecil terselip di bawah lengannya, lalu dengan rendah hati memohon sedikit makanan.
“Apa?” seru para semut dengan terkejut. “Kamu tidak menyimpan apa pun untuk musim dingin? Lalu, apa yang kamu lakukan sepanjang musim panas?”
“Aku tidak punya waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh si belalang. “Aku terlalu sibuk bermain musik, sampai tidak terasa musim panas telah berlalu.”
Para semut mengangkat bahu dengan rasa jengkel.
“Bermain musik, ya?” kata mereka. “Kalau begitu, sekarang menarilah!”
Lalu mereka membalikkan badan dan kembali melanjutkan pekerjaan mereka, meninggalkan belalang itu sendirian.
Belalang itu pun pergi dengan langkah gontai. Angin dingin mulai bertiup, dan ia menyadari betapa beratnya musim dingin tanpa persiapan. Sejak hari itu, belalang menyesali kemalasannya dan berjanji pada dirinya sendiri bahwa jika musim panas kembali, ia akan bekerja keras dan mempersiapkan masa depannya.
Moral of the Story:
Bekerja keraslah hari ini untuk menuai hasilnya di masa depan; persiapan adalah kunci keberhasilan. Kisah ini sering digunakan sebagai story telling singkat bahasa inggris di sekolah.
4. Contoh 4: The Thirsty Crow
English Text:
One hot day, a thirsty crow flew all over the fields looking for water. For a long time, he could not find any. He felt very weak, almost lost all hope. Suddenly, he saw a water jug below the tree. He flew straight down to see if there was any water inside. Yes, he could see some water inside the jug!The crow tried to push his head into the jug. Sadly, he found that the neck of the jug was too narrow. Then he tried to push the jug to tilt for the water to flow out, but the jug was too heavy.
The crow thought hard for a while. Then, looking around it, he saw some pebbles. He suddenly had a good idea. He started picking up the pebbles one by one, dropping each into the jug. As more and more pebbles filled the jug, the water level kept rising. Soon it was high enough for the crow to drink. His plan had worked!
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Pada suatu hari yang panas, seekor burung gagak yang kehausan terbang berkeliling di atas ladang-ladang untuk mencari air. Dalam waktu yang lama, ia tidak dapat menemukan air sama sekali. Ia merasa sangat lemah dan hampir kehilangan harapan.
Tiba-tiba, ia melihat sebuah kendi air di bawah sebuah pohon. Ia langsung terbang turun untuk melihat apakah ada air di dalamnya. Ya, ia dapat melihat sedikit air di dalam kendi itu!
Burung gagak mencoba memasukkan kepalanya ke dalam kendi. Sayangnya, leher kendi itu terlalu sempit. Kemudian ia mencoba mendorong kendi tersebut agar airnya tumpah keluar, tetapi kendi itu terlalu berat.
Burung gagak berpikir keras sejenak. Lalu, ketika ia melihat ke sekeliling, ia melihat beberapa kerikil. Tiba-tiba, ia mendapatkan sebuah ide yang bagus. Ia mulai mengambil kerikil satu per satu dan menjatuhkannya ke dalam kendi.
Semakin banyak kerikil yang masuk ke dalam kendi, permukaan air pun terus naik. Tak lama kemudian, air itu cukup tinggi sehingga burung gagak dapat meminumnya. Rencananya berhasil!
Moral of the Story:
Di mana ada kemauan, di situ ada jalan; kecerdasan dan ketekunan dapat memecahkan masalah yang sulit. Pilihan tepat untuk story telling bahasa inggris singkat yang inspiratif.
5. Contoh 5: The Boy Who Wished for More
English Text:
A boy named Leo loved candy more than anything. One day, he found a jar filled with candies. He put his hand inside and grabbed a huge handful. However, the neck of the jar was narrow, and because his fist was full, he could not pull his hand out. He did not want to let go of any candy, yet he could not get his hand out. He began to cry. A wise man saw him and said, "Let go of half the candies, and you will easily get your hand out."
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Seorang anak laki-laki bernama Leo menyukai permen lebih dari apa pun. Suatu hari, ia menemukan sebuah toples berisi permen. Ia memasukkan tangannya ke dalam dan mengambil segenggam besar. Namun, leher toples itu sempit, dan karena kepalan tangannya penuh, ia tidak bisa menarik tangannya keluar. Ia tidak ingin melepaskan satu permen pun, namun ia tidak bisa mengeluarkan tangannya. Ia mulai menangis. Seorang pria bijak melihatnya dan berkata, "Lepaskan setengah permen itu, dan kau akan dengan mudah mengeluarkan tanganmu."
Moral of the Story:
Keserakahan sering kali membawa kesulitan; kita harus belajar merasa cukup dan tidak memaksakan kehendak berlebihan.
6. Contoh 6: The Tortoise and The Hare
English Text:
A Hare was making fun of the Tortoise one day for being so slow."Do you ever get anywhere?" he asked with a mocking laugh.
"Yes," replied the Tortoise, "and I get there sooner than you think. I'll run you a race and prove it."
The Hare was much amused at the idea of running a race with the Tortoise, but for the fun of the thing he agreed. So the Fox, who had consented to act as judge, marked the distance and started the runners off.
The Hare was soon far out of sight, and to make the Tortoise feel very deeply how ridiculous it was for him to try a race with a Hare, he lay down beside the course to take a nap until the Tortoise should catch up.
The Tortoise meanwhile kept going slowly but steadily, and, after a time, passed the place where the Hare was sleeping. But the Hare slept on very peacefully; and when at last he did wake up, the Tortoise was near the goal. The Hare now ran his swiftest, but he could not overtake the Tortoise in time.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Suatu hari, seekor Kelinci mengejek Kura-kura karena ia berjalan sangat lambat.
“Apakah kamu pernah sampai ke mana pun?” tanyanya sambil tertawa mengejek.
“Ya,” jawab Kura-kura, “dan aku akan sampai lebih cepat dari yang kamu kira. Aku akan berlomba denganmu dan membuktikannya.”
Kelinci merasa sangat terhibur dengan gagasan berlomba dengan Kura-kura, tetapi demi kesenangan semata, ia pun setuju. Maka Rubah, yang telah bersedia bertindak sebagai juri, menandai jarak perlombaan dan memulai lomba tersebut.
Tak lama kemudian, Kelinci sudah jauh di depan dan tidak terlihat lagi. Untuk membuat Kura-kura benar-benar merasa betapa konyolnya mencoba berlomba dengan seekor Kelinci, ia berbaring di samping lintasan dan tertidur untuk tidur siang sampai Kura-kura menyusulnya.
Sementara itu, Kura-kura terus berjalan perlahan tetapi mantap. Setelah beberapa waktu, ia melewati tempat Kelinci sedang tidur. Namun, Kelinci tetap tidur dengan sangat nyenyak; dan ketika akhirnya ia terbangun, Kura-kura sudah hampir mencapai garis finis.
Kelinci pun berlari secepat mungkin, tetapi ia tidak dapat menyusul Kura-kura tepat pada waktunya.
Moral of the Story:
Konsistensi dan ketekunan mengalahkan kecepatan yang disertai kesombongan ("Slow and steady wins the race"). Salah satu favorit dalam story telling bahasa inggris untuk anak-anak.
7. Contoh 7: The Honest Woodcutter
English Text:
There was a woodcutter who lived in a small village beside a forest. He was a hard-working, honest man and was happy with his profession. He used to cut trees and sold wood to the merchants to earn daily.One day, he was out there cutting a tree beside a river. It was a hot day, and his palms were sweating profusely. Suddenly, his axe handle slipped from his grip and fell into the river. The river was deep, and he could not find his axe.
He was very worried as he could not cut wood anymore. He was unable to figure out how to cut and sell wood with the axe to feed his family. The woodcutter started to pray to the Goddess of the river to get his axe back.
Listening to his prayer, the Goddess of the river appeared before him. To his surprise, he saw that his prayers were answered. He explained how he lost his only axe, and his family was in great distress.
He urged the Goddess to help him find his axe. The Goddess wanted to test him. She dipped in the water and brought a silver axe. She asked, “Is this axe yours?” The woodcutter replied humbly that it was not his axe. He explained that he could not cut trees with a silver axe.
She again dipped and picked a golden axe. She asked the same question to the crying man. He answered that the golden axe was not his. When he denied it, the Goddess dipped again and picked the axe he lost in the river.
She asked, “Is this the one?”
To her surprise, he yelled with joy, “Yes”. In this The Honest Woodcutter Story PDF, the Goddess realised how honest and humble this man is.
To the man’s surprise, she dipped and brought all three axes to him as a reward for his honesty. The man was astonished. He accepted the gifts from her and returned happily to his family in the village.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Ada seorang penebang kayu yang tinggal di sebuah desa kecil di tepi hutan. Ia adalah seorang pria yang rajin bekerja, jujur, dan merasa bahagia dengan pekerjaannya. Setiap hari, ia menebang pohon dan menjual kayu kepada para pedagang untuk mendapatkan penghasilan.
Suatu hari, ia sedang menebang sebuah pohon di tepi sungai. Hari itu sangat panas, dan telapak tangannya berkeringat deras. Tiba-tiba, gagang kapaknya terlepas dari genggamannya dan jatuh ke dalam sungai. Sungai itu sangat dalam, dan ia tidak dapat menemukan kapaknya.
Ia menjadi sangat khawatir karena tidak bisa lagi menebang kayu. Ia tidak tahu bagaimana cara menebang dan menjual kayu tanpa kapak untuk memberi makan keluarganya. Penebang kayu itu pun mulai berdoa kepada Dewi Sungai agar kapaknya dapat kembali.
Mendengar doanya, Dewi Sungai muncul di hadapannya. Ia sangat terkejut melihat doanya terkabul. Ia menjelaskan bagaimana ia kehilangan satu-satunya kapaknya dan bahwa keluarganya sedang berada dalam kesulitan besar.
Ia memohon kepada Dewi agar membantunya menemukan kapaknya. Dewi itu ingin mengujinya. Ia menyelam ke dalam air dan membawa sebuah kapak perak. Ia bertanya, “Apakah kapak ini milikmu?” Penebang kayu itu dengan rendah hati menjawab bahwa itu bukan kapaknya. Ia menjelaskan bahwa ia tidak bisa menebang pohon dengan kapak perak.
Dewi itu kembali menyelam dan mengambil sebuah kapak emas. Ia mengajukan pertanyaan yang sama kepada pria yang menangis itu. Ia menjawab bahwa kapak emas itu juga bukan miliknya. Ketika ia menolaknya, Dewi Sungai menyelam sekali lagi dan mengambil kapak yang hilang di sungai.
Ia bertanya, “Apakah ini kapakmu?”
Dengan penuh kegembiraan, pria itu berteriak, “Ya!” Dewi Sungai pun menyadari betapa jujur dan rendah hatinya pria tersebut.
Sebagai kejutan baginya, Dewi Sungai kembali menyelam dan membawa ketiga kapak itu kepadanya sebagai hadiah atas kejujurannya. Pria itu sangat terkejut. Ia menerima hadiah tersebut dan pulang dengan bahagia menemui keluarganya di desa.
Moral of the Story:
Kejujuran adalah kebijakan terbaik yang selalu membuahkan hasil manis pada akhirnya. Cerita ini sering diadaptasi menjadi story telling cerita rakyat bahasa inggris versi Eropa.
8. Contoh 8: The Clever Fox
English Text:
There once lived a crow. One day he was very hungry. He had not been able to get any food the previous day. “If I do not get anything to eat I will starve to death," he thought.As the crow was searching for food, his eyes fell on a piece of bread. He quickly swooped down, picked it up and flew off. Far away in a lonely place he sat on a tree to enjoy the bread.
Just then a hungry fox saw the crow sitting on the tree holding the bread in his mouth. “Yummy! That bread looks delicious. What I would give to get that piece of bread," the fox thought.
The fox decided to use all his cunning means to get the piece of bread from the mouth of the crow. He sat under the tree. The crow saw him and thought, “I guess this fox wants to eat my bread. I shall hold it carefully." And he held on to the bread even more tightly.
The clever fox spoke to the crow politely. He said, “Hello friend! How are you?" But the crow did not say anything.
“Crows are such lovely birds. And you are very charming too," said the fox, flattering the crow.
Then the fox said," I have heard that besides being beautiful you also have a sweet voice. Please sing a song for me."
By now the crow started to believe what the fox was saying. “The fox knows true beauty. I must be the most beautiful bird in this whole world. I will sing him a song," thought the crow.
As soon as the foolish crow opened his mouth to sing the bread fell from its beak and into the ground. The Clever fox, which had just been waiting for this very moment, caught the bread in his mouth and gulped it down his throat.
The crow had paid a heavy price for his foolishness.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Pada suatu waktu, hiduplah seekor burung gagak. Suatu hari, ia merasa sangat lapar. Ia tidak berhasil mendapatkan makanan pada hari sebelumnya. “Jika aku tidak mendapatkan apa pun untuk dimakan, aku akan mati kelaparan,” pikirnya.
Saat burung gagak itu sedang mencari makanan, matanya tertuju pada sepotong roti. Ia segera menukik turun, mengambil roti itu, lalu terbang pergi. Di sebuah tempat yang jauh dan sepi, ia hinggap di atas sebuah pohon untuk menikmati roti tersebut.
Tak lama kemudian, seekor rubah yang lapar melihat burung gagak itu duduk di atas pohon sambil menggenggam roti di paruhnya. “Hmm! Roti itu terlihat sangat lezat. Apa pun akan kulakukan untuk mendapatkan roti itu,” pikir si rubah.
Rubah itu pun memutuskan untuk menggunakan segala kecerdikannya untuk mendapatkan roti dari mulut burung gagak. Ia duduk di bawah pohon. Burung gagak melihatnya dan berpikir, “Sepertinya rubah ini ingin memakan rotiku. Aku harus memegangnya dengan hati-hati.” Ia pun menggenggam roti itu semakin erat.
Rubah yang cerdik itu berbicara kepada burung gagak dengan sopan. Ia berkata, “Halo, temanku! Apa kabar?” Namun burung gagak itu tidak mengatakan apa-apa.
“Burung gagak adalah burung yang sangat cantik. Dan kamu juga sangat menawan,” kata rubah itu sambil memuji burung gagak.
Kemudian rubah itu berkata, “Aku mendengar bahwa selain cantik, kamu juga memiliki suara yang merdu. Tolong nyanyikan sebuah lagu untukku.”
Pada saat itu, burung gagak mulai mempercayai apa yang dikatakan rubah. “Rubah ini tahu arti kecantikan yang sebenarnya. Aku pasti burung yang paling cantik di seluruh dunia. Aku akan menyanyikan sebuah lagu untuknya,” pikir burung gagak.
Begitu burung gagak yang bodoh itu membuka mulutnya untuk bernyanyi, roti tersebut jatuh dari paruhnya ke tanah. Rubah yang cerdik, yang memang sudah menunggu saat ini, segera menangkap roti itu dengan mulutnya dan menelannya.
Burung gagak itu telah membayar harga yang mahal atas kebodohannya.
Moral of the Story:
Berhati-hatilah terhadap sanjungan palsu; jangan mudah tertipu oleh pujian yang memiliki maksud tersembunyi.
9. Contoh 9: The Two Friends and The Bear
English Text:
Once two friends were walking through the forest. They knew that anything dangerous can happen to them at any time in the forest. So they promised each other that they would remain united in any case of danger.Suddenly, they saw a large bear approaching them. One of the friends at once climbed a nearby tree. But the other one did not know how to climb. So being led by his common sense, he lay down on the ground breathless, pretending to be a dead man.
The bear came near the man lying on the ground. It smelt in his ears, and slowly left the place. Because the bears do not touch the dead creatures.Now the friend on the tree came down and asked his friend on the ground, “Friend, what did the bear tell you into your ears?” The other friend replied, “The bear advised me not to believe a false friend.”
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Suatu ketika, dua orang sahabat sedang berjalan melalui hutan. Mereka tahu bahwa hal berbahaya apa pun bisa terjadi kepada mereka kapan saja di dalam hutan. Oleh karena itu, mereka saling berjanji bahwa dalam keadaan berbahaya apa pun, mereka akan tetap bersatu.
Tiba-tiba, mereka melihat seekor beruang besar mendekati mereka. Salah satu sahabat itu segera memanjat pohon di dekatnya. Namun, sahabat yang lain tidak tahu cara memanjat. Maka, dengan mengandalkan akal sehatnya, ia berbaring di tanah tanpa bergerak dan menahan napas, berpura-pura menjadi orang mati.
Beruang itu mendekati pria yang terbaring di tanah. Ia mengendus telinganya, lalu perlahan meninggalkan tempat itu, karena beruang tidak menyentuh makhluk yang sudah mati.
Setelah itu, sahabat yang berada di atas pohon turun dan bertanya kepada temannya yang terbaring di tanah, “Teman, apa yang dikatakan beruang itu ke telingamu?” Sahabat yang lain menjawab, “Beruang itu menasihatiku agar tidak mempercayai teman palsu.”
Moral of the Story:
Teman sejati adalah mereka yang tetap bersama kita di saat-saat sulit, bukan yang lari saat ada masalah.
10. Contoh 10: The Golden Goose
English Text:
There was once a Countryman who possessed the most wonderful Goose you can imagine, for every day when he visited the nest, the Goose had laid a beautiful, glittering, golden egg.The Countryman took the eggs to market and soon began to get rich. But it was not long before he grew impatient with the Goose because she gave him only a single golden egg a day. He was not getting rich fast enough.
Then one day, after he had finished counting his money, the idea came to him that he could get all the golden eggs at once by killing the Goose and cutting it open. But when the deed was done, not a single golden egg did he find, and his precious Goose was dead.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Pada suatu waktu, hiduplah seorang petani desa yang memiliki seekor angsa paling luar biasa yang bisa dibayangkan. Setiap hari ketika ia mengunjungi sarangnya, angsa itu selalu bertelur sebuah telur emas yang indah, berkilauan, dan berharga.
Petani itu membawa telur-telur emas tersebut ke pasar dan tidak lama kemudian ia mulai menjadi kaya. Namun, tak lama setelah itu, ia mulai merasa tidak sabar terhadap angsa tersebut karena angsa itu hanya memberinya satu telur emas setiap hari. Menurutnya, ia tidak menjadi kaya dengan cukup cepat.
Suatu hari, setelah ia selesai menghitung uangnya, muncul sebuah gagasan dalam pikirannya bahwa ia bisa mendapatkan semua telur emas sekaligus dengan membunuh angsa itu dan membelah tubuhnya.
Namun, ketika perbuatan itu telah dilakukan, ia tidak menemukan satu pun telur emas, dan angsa berharganya pun telah mati.
Moral of the Story:
Keserakahan bisa membuat kita kehilangan apa yang sudah kita miliki; bersyukurlah atas rezeki yang datang secara bertahap.
Kesimpulan
Anda telah menemukan bahwa story telling bahasa inggris bukan sekadar menghafal cerita, melainkan keterampilan menyampaikan pesan dengan struktur jelas, emosi yang hidup, dan penutup bermakna. Dengan memahami contoh, teknik, dan pola kalimat yang tepat, Anda kini punya bekal untuk tampil lebih percaya diri—baik di kelas, lomba, maupun saat berbicara di depan publik.
Di PREP, masih banyak panduan, contoh teks, dan materi belajar bahasa Inggris praktis yang dirancang agar mudah dipahami dan langsung bisa dipakai. Mulai latihan sekarang, jelajahi materi PREP, dan ubah kemampuan story telling bahasa Inggris Anda jadi keunggulan nyata!
PREP berkomitmen menciptakan platform pembelajaran bahasa yang paling cerdas, melalui teknologi Teacher Bee AI yang inovatif, menyediakan bimbingan presisi layaknya tutor pribadi bagi peserta didik IELTS dan TOEIC. Teacher Bee AI mewarisi karakteristik kecerdasan kolektif lebah, mampu terus belajar dan mengoptimalkan strategi pengajaran, menyesuaikan konten pembelajaran dan tingkat kesulitan secara dinamis berdasarkan kemajuan dan kebutuhan setiap peserta didik. Platform cerdas kami mengombinasikan lingkungan latihan berbicara virtual dengan sistem penilaian menulis AI, membuat pembelajaran bahasa menjadi lebih efisien dan menyenangkan.
PREPEDU berpegang teguh pada filosofi pendidikan "mengajar dengan sepenuh hati, memberikan dukungan tepat waktu, mengakui kemajuan", menggunakan algoritma canggih Teacher Bee AI, berhasil membimbing puluhan ribu peserta didik melangkah maju dengan mantap di jalur pembelajaran bahasa. Apapun tujuan Anda, baik studi lanjut ke luar negeri, promosi karir, atau aplikasi imigrasi, PREPEDU akan menjadi mitra pembelajaran yang paling dapat dipercaya, bersama Anda menuju jalan sukses penguasaan bahasa.

Halo! Nama saya Sari, saat ini saya bekerja sebagai Manajer Konten Produk di blog situs web prepedu.com.
Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam belajar mandiri bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Mandarin serta mempersiapkan ujian IELTS dan TOEIC, saya telah mengumpulkan banyak pengetahuan untuk mendukung ribuan orang yang menghadapi kesulitan dalam belajar bahasa asing.
Semoga apa yang saya bagikan dapat membantu proses belajar mandiri di rumah secara efektif bagi semua orang!
Komentar
Peta pembelajaran yang dipersonalisasi
Paling banyak dibaca

UEN: 202227322W
Alamat: Chubb Square 8th Floor Jalan M.H. Thamrin No. 10 Jakarta Pusat 10230 Indonesia
Nomor Hotline: +65 3129 3111
Nomor WhatsApp : +62 857 3901 1119 / +62 815 307 7737 (for business)
Email: halo@prepedu.com / partner.id@prepedu.com (for business)










