Imperative Sentence: Pengertian, Rumus, Jenis, dan Contoh Kalimat Imperatif Bahasa Inggris
Kalimat imperatif bahasa Inggris ada di setiap situasi yang kamu hadapi setiap hari. Dari pengumuman "Stand clear of the doors" di KRL Commuter Line, instruksi "Read the passage carefully" dalam soal TOEIC, hingga pesan dari manajermu yang berbunyi "Submit your report by Friday" , semuanya menggunakan imperative sentence dengan struktur yang sama.
Tapi ada masalah umum yang dialami pelajar Indonesia: kamu tahu kalimat imperatif adalah kalimat perintah, tapi tidak tahu ada 6 jenisnya, 3 rumus yang perlu dikuasai, dan 5 level kesantunan yang menentukan apakah kalimatmu terdengar profesional atau kurang sopan di tempat kerja.
Artikel ini membahas imperative sentence secara lengkap: pengertian kalimat imperatif adalah apa, ciri-ciri, rumus, jenis, dan 40+ contoh kalimat imperatif bahasa Inggris dari konteks kehidupan nyata Jakarta.
- I. Apa Itu Imperative Sentence?
- II. Ciri-Ciri Kalimat Imperatif Bahasa Inggris yang Membedakannya dari Jenis Kalimat Lain
- III. Rumus Kalimat Imperatif: 3 Pola yang Wajib Dikuasai
- IV. Jenis-Jenis Imperative Sentence dalam Bahasa Inggris
- V. Contoh Kalimat Imperatif Bahasa Inggris dalam Kehidupan Sehari-Hari
- VI. Tangga Kesantunan Kalimat Imperatif: 5 Level
- VII. Latihan Soal Kalimat Imperatif Bahasa Inggris
- VIII. FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Pelajar Indonesia tentang Kalimat Imperatif
- Kesimpulan
I. Apa Itu Imperative Sentence?
Imperative sentence adalah jenis kalimat yang digunakan untuk menyampaikan perintah, instruksi, permintaan, atau larangan kepada lawan bicara. Imperative sentence memiliki satu ciri yang langsung bisa dikenali: kata kerja bentuk dasar (base form) muncul di awal kalimat, tanpa subjek eksplisit.
Menurut Cambridge Grammar of English (Carter & McCarthy), imperative sentences are characterized by the absence of a subject , the subject "you" is understood from context and therefore deleted. Artinya, kalimat imperatif dalam bahasa Inggris bukan kalimat yang tidak lengkap, melainkan kalimat yang dirancang efisien secara gramatikal.
Kalimat imperatif memiliki 4 fungsi utama yang perlu kamu kenali:
|
Fungsi |
Contoh Imperative Sentence(Terjemahan) |
|
Perintah (Command) |
Close the door.(Tutup pintunya.) |
|
Permintaan (Request) |
Please pass me the report.(Tolong berikan laporannya.) |
|
Instruksi (Instruction) |
Press the power button.(Tekan tombol power.) |
|
Larangan (Prohibition) |
Don't touch the screen.(Jangan sentuh layarnya.) |
II. Ciri-Ciri Kalimat Imperatif Bahasa Inggris yang Membedakannya dari Jenis Kalimat Lain
Ada 3 ciri khas kalimat imperatif yang membedakannya dari kalimat deklaratif maupun interogatif. Mengenali ketiga ciri ini membantu kamu mengidentifikasinya dalam teks TOEIC maupun percakapan sehari-hari.
1. Menggunakan Bentuk Dasar Kata Kerja (Base Verb)
Kalimat imperatif selalu menggunakan kata kerja bentuk dasar (base form) tanpa perubahan apapun, tidak ada “-s”, “-ed”, “-ing”, atau "to" di depannya, tidak peduli siapa yang kamu ajak bicara.
Contoh:
-
Close the window.(Tutup jendelanya.)
-
Submit the report.(Kumpulkan laporan itu.)
-
Open the door.(Buka pintunya.)
Base form adalah bentuk paling dasar dari kata kerja, yaitu bentuk yang tercantum di kamus. Satu aturan yang perlu diingat: base form tidak berubah untuk 1 orang maupun 100 orang. "Open the door" berlaku sama ketika kamu berbicara kepada satu teman atau seluruh tim di kantor.
2. Subject Biasanya Tidak Ditulis (Implied Subject "You")
Kalimat imperatif bahasa Inggris tidak membutuhkan subjek karena lawan bicara sudah dipahami secara implisit sebagai "You".
Ini bukan kalimat yang tidak lengkap. Ini adalah fitur gramatikal yang disengaja; dalam konteks perintah atau instruksi, menyebutkan subjek yang sudah jelas justri membuat kalimat terdengar berlebihan.
Catatan penting: menambahkan "You" secara eksplisit ke kalimat imperatif justru mengubah nada menjadi lebih emosional atau lebih tegas, bukan lebih sopan. Pelajar Indonesia sering terkejut dengan fakta ini karena dalam bahasa Indonesia, "Kamu tutup pintunya" terdengar netral.
3. Kalimat Biasanya Diakhiri dengan Tanda Titik atau Tanda Seru
Kalimat imperatif diakhiri dengan tanda titik (.) untuk instruksi biasa, atau tanda seru (!) untuk perintah yang lebih tegas dan emosional.
Banyak pelajar mengira semua kalimat imperatif wajib menggunakan tanda seru. Padahal, dalam teks formal seperti soal TOEIC Part 6 dan 7, email profesional, dan SOP kantor, tanda titik jauh lebih umum dari tanda seru.
III. Rumus Kalimat Imperatif: 3 Pola yang Wajib Dikuasai
Kalimat imperatif memiliki 3 pola rumus: langsung (positif dan negatif), tidak langsung dengan softener, dan konstruksi dengan "Let". Masing-masing pola digunakan dalam konteks dan tingkat kesantunan yang berbeda.
1. Rumus Kalimat Imperatif Langsung (Positive dan Negative)
Kalimat imperatif langsung terdiri dari 2 bentuk yang harus kamu kuasai.
Rumus Kalimat Imperatif Positif: Verb (base form) + Object / Complement
Rumus Kalimat Imperatif Negatif: Don't / Never + Verb (base form) + Object / Complement
Catatan penting:
-
"Don't" menyatakan larangan situasional yang bisa berubah sesuai konteks.
-
"Never" menyatakan larangan absolut yang selalu berlaku.
Contoh:
-
Don't open that file.(Jangan buka file itu.)
-
Never share your password.(Jangan pernah bagikan kata sandimu.)
2. Rumus Kalimat Imperatif Tidak Langsung
Kalimat imperatif tidak langsung menyampaikan perintah atau permintaan dengan cara yang lebih sopan menggunakan 3 pola utama.
|
Rumus |
Contoh |
Tingkat Kesantunan |
|
Please + Verb |
Please open the document.(Tolong buka dokumennya.) |
Sopan, umum |
|
Could you + Verb? |
Could you send me the file?(Bisakah kamu kirimkan filenya?) |
Lebih sopan, untuk atasan / klien |
|
Would you mind + V-ing? |
Would you mind closing the door?(Apakah kamu keberatan menutup pintunya?) |
Sangat sopan, konteks formal |
Catatan penting: Setelah "mind", kata kerja yang digunakan adalah gerund (V-ing), bukan infinitif (to + verb). Aturan ini berlaku tanpa pengecualian.
3. Rumus Kalimat Imperatif dengan "Let"
Konstruksi dengan "Let" memiliki 2 pola yang fungsinya berbeda.
Pola 1: Let's + Verb (base form): mengajak bersama; pembicara termasuk dalam aksi
Pola 2: Let + Noun/Pronoun + Verb (base form): mengizinkan seseorang melakukan sesuatu
Contoh penggunaan kedua pola:
-
Let's schedule a meeting for Monday.(Ayo jadwalkan rapat hari Senin.)
-
Let me explain the process.(Izinkan aku menjelaskan prosesnya.)
Perbedaan penting: "Let's" digunakan dalam percakapan kasual sehari-hari, sedangkan "Let us" lebih formal dan sering muncul dalam konteks presentasi atau tulisan resmi.
IV. Jenis-Jenis Imperative Sentence dalam Bahasa Inggris
Kalimat imperatif dalam bahasa Inggris terbagi menjadi 6 jenis berdasarkan fungsi komunikatifnya. Memahami perbedaan keenam jenis ini membantu kamu menggunakan kalimat imperatif yang tepat di setiap situasi, dari instruksi kantor hingga percakapan sehari-hari.
1. Command (Perintah)
Command adalah jenis imperative sentence yang paling langsung, digunakan untuk memerintah seseorang melakukan atau menghentikan sesuatu secara tegas, biasanya tanpa softener.
Karakteristik command: kata kerja langsung di awal kalimat, nada tegas, tidak ada "please" atau softener lain. Paling sering muncul dalam situasi darurat, aturan tempat kerja, dan instruksi langsung dari atasan.
Contoh:
-
Close the door immediately.(Tutup pintunya sekarang juga.)
-
Don't enter without permission.(Jangan masuk tanpa izin.)
2. Request (Permintaan)
Request adalah kalimat imperatif yang disampaikan dengan nada sopan dan ramah. Biasanya menggunakan "please" atau softener lainnya untuk meminta bantuan atau tindakan dari orang lain.
Karakteristik request: ada unsur kesantunan yang jelas, tidak memaksa, cocok untuk konteks profesional dan percakapan sehari-hari di kantor Jakarta.
Contoh:
-
Please pass me the report.(Tolong berikan laporannya.)
-
Could you help me with this file?(Bisakah kamu bantu aku dengan file ini?)
3. Instruction (Instruksi)
Instruction adalah kalimat imperatif yang memberikan langkah-langkah atau arahan teknis tentang cara melakukan sesuatu. Ini adalah jenis yang paling sering muncul dalam SOP, manual produk, dan soal TOEIC Part 6 dan Part 7.
Karakteristik instruction: bersifat teknis, biasanya sequential (berurutan), tanpa nada emosi.
Contoh:
-
Press the button to confirm your selection.(Tekan tombolnya untuk mengonfirmasi pilihanmu.)
-
Read the passage carefully before answering the questions.(Baca teksnya dengan teliti sebelum menjawab soal.)
4. Advice (Nasihat)
Advice adalah kalimat imperatif yang memberikan saran untuk kebaikan lawan bicara. Nadanya lebih hangat dan peduli dibanding command, tanpa unsur otoritas yang memaksa.
Karakteristik advice: bernada peduli, bertujuan membantu, bukan memerintah dengan kekuasaan.
Contoh:
-
Get enough sleep before the exam.(Tidur yang cukup sebelum ujian.)
-
Always double-check your work before submitting.(Selalu periksa ulang pekerjaanmu sebelum dikumpulkan.)
5. Warning (Peringatan)
Warning adalah kalimat imperatif yang memperingatkan seseorang terhadap bahaya atau konsekuensi negatif. Biasanya menggunakan "Don't", "Never", atau "Be careful" dengan nada yang lebih serius dari command biasa.
Karakteristik warning: nada serius, bertujuan melindungi lawan bicara dari risiko atau bahaya nyata.
Contoh:
-
Never share your password with anyone.(Jangan pernah bagikan kata sandimu ke siapapun.)
-
Don't sign the contract without reading it first.(Jangan tanda tangani kontrak tanpa membacanya dulu.)
6. Invitation dan Suggestion (Ajakan dan Saran)
Invitation dan suggestion adalah kalimat imperatif yang mengundang atau menyarankan seseorang untuk melakukan sesuatu bersama-sama. Paling sering menggunakan "Let's" atau "Come", dan pembicara termasuk dalam ajakan.
Karakteristik invitation/suggestion: nada inklusif dan ramah, tidak ada tekanan atau otoritas, pembicara ikut serta dalam aksi yang dimaksud.
Contoh:
-
Let's have lunch together.(Ayo makan siang bersama.)
-
Come join us for the team meeting.(Ayo ikut rapat tim bersama kami.)
Catatan: invitation dengan "Let's" berbeda dari suggestion dengan "Why don't we...?", yang terakhir sudah berbentuk kalimat interogatif, bukan kalimat imperatif.
V. Contoh Kalimat Imperatif Bahasa Inggris dalam Kehidupan Sehari-Hari
Berikut ini adalah 40+ contoh kalimat imperatif bahasa Inggris yang dikelompokkan berdasarkan konteks kehidupan nyata. Kamu bisa langsung menggunakannya dalam percakapan, email, atau persiapan TOEIC / IELTS.
|
Kalimat Imperatif |
Jenis |
|
Stand behind the yellow line.(Berdirilah di belakang garis kuning.) |
Command |
|
Please hold on to the handrails.(Tolong pegang pegangan tangannya.) |
Request |
|
Do not lean against the doors.(Jangan bersandar di pintu.) |
Warning |
|
Stand clear of the doors.(Jauhi pintu.) |
Command |
|
Move to the back of the bus, please.(Tolong bergerak ke bagian belakang bus.) |
Request |
|
Submit your report by Friday.(Kumpulkan laporanmu sebelum Jumat.) |
Instruction |
|
CC your manager on this email.(Cantumkan manajermu di CC email ini.) |
Instruction |
|
Don't forget to save your work.(Jangan lupa simpan pekerjaanmu.) |
Warning |
|
Book the meeting room for 3 PM.(Pesan ruang rapat untuk jam 3 sore.) |
Command |
|
Let's schedule a call for Monday.(Ayo jadwalkan panggilan untuk hari Senin.) |
Invitation |
|
Please reply at your earliest convenience.(Tolong balas sesegera mungkin.) |
Request |
|
Always back up your files.(Selalu backup filenya.) |
Advice |
|
Never share your login credentials.(Jangan pernah bagikan kredensial loginmu.) |
Warning |
|
Submit your report by Friday.(Kumpulkan laporanmu sebelum Jumat.) |
Instruction |
|
CC your manager on this email.(Cantumkan manajermu di CC email ini.) |
Instruction |
|
Don't forget to save your work.(Jangan lupa simpan pekerjaanmu.) |
Warning |
|
Book the meeting room for 3 PM.(Pesan ruang rapat untuk jam 3 sore.) |
Command |
|
Let's schedule a call for Monday.(Ayo jadwalkan panggilan untuk hari Senin.) |
Invitation |
|
Please reply at your earliest convenience.(Tolong balas sesegera mungkin.) |
Request |
|
Always back up your files.(Selalu backup filenya.) |
Advice |
|
Never share your login credentials.(Jangan pernah bagikan kredensial loginmu.) |
Warning |
|
Read the instructions carefully.(Baca instruksinya dengan teliti.) |
Instruction |
|
Do not write in this booklet.(Jangan menulis di buku ini.) |
Warning |
|
Answer all questions in Part 5.(Jawab semua soal di Part 5.) |
Instruction |
|
Turn off your mobile phone.(Matikan ponselmu.) |
Command |
|
Do not open the booklet until told.(Jangan buka buku sampai diperintahkan.) |
Warning |
|
Let's grab coffee after work.(Ayo minum kopi setelah kerja.) |
Invitation |
|
Don't be late.(Jangan terlambat.) |
Command |
|
Check the attachment before forwarding.(Periksa lampirannya sebelum meneruskan.) |
Instruction |
|
Get enough sleep before the presentation.(Tidur yang cukup sebelum presentasi.) |
Advice |
|
Send me the update when you're done.(Kirimkan updatenya kalau sudah selesai.) |
Command |
|
Come join us for the team outing.(Ayo ikut outing tim bersama kami.) |
Invitation |
|
Take care of yourself.(Jaga kesehatanmu.) |
Advice |
|
Don't forget to check the attachment.(Jangan lupa periksa lampirannya.) |
Warning |
VI. Tangga Kesantunan Kalimat Imperatif: 5 Level
Ada 5 level kesantunan dalam kalimat imperatif bahasa Inggris, dari bare command yang paling langsung hingga indirect request yang paling sopan. Memilih level yang sesuai konteks adalah kunci komunikasi profesional yang matang.
|
Level |
Pola |
Contoh |
Konteks Tepat |
|
1 |
Bare command |
Send the file.(Kirimkan filenya.) |
Rekan kerja setara, situasi darurat |
|
2 |
Please + Verb |
Please send the file.(Tolong kirimkan filenya.) |
Umum, formal dan informal |
|
3 |
Do + Verb |
Do send the file.(Pastikan kamu mengirimkan filenya.) |
Undangan hangat, konteks formal |
|
4 |
Could you + Verb? |
Could you send the file?(Bisakah kamu mengirimkan filenya?) |
Atasan, klien |
|
5 |
Would you mind + V-ing? |
Would you mind sending the file?(Apakah kamu keberatan mengirimkan filenya?) |
VIP, situasi sensitif |
VII. Latihan Soal Kalimat Imperatif Bahasa Inggris
Tiga latihan berikut dirancang untuk menguji pemahamanmu tentang kalimat imperatif dari 3 sisi: identifikasi jenis, perbaikan kesalahan, dan perubahan level kesantunan.
1. Latihan 1: Identifikasi Jenis
Tentukan jenis kalimat imperatif dari kalimat-kalimat berikut (Command / Request / Instruction / Advice / Warning / Invitation).
1. Never share your OTP with anyone.
2. Please review the contract before signing.
3. Let's finalize the budget before the meeting.
4. Press Enter to confirm your selection.
5. Get some rest before the presentation.
Kunci Jawaban Latihan 1
1. Warning → menyampaikan larangan absolut untuk melindungi keamanan data
2. Request → menggunakan "please", nadanya sopan dan meminta bantuan
3. Invitation → menggunakan "Let's", pembicara termasuk dalam ajakan
4. Instruction → memberikan langkah teknis, tidak ada nada emosi
5. Advice → nadanya peduli, bertujuan untuk kebaikan lawan bicara
2. Latihan 2: Perbaiki Kesalahan
Temukan dan perbaiki kesalahan dalam kalimat berikut.
1. You closes the window.
2. Not touch the equipment.
3. Let's don't be late to the meeting.
4. Would you mind to review this document?
5. Please you sit down.
Kunci Jawaban Latihan 2
1. Close the window.(kalimat imperatif tidak membutuhkan subjek, dan tidak ada -s)
2. Don't touch the equipment.("not" tanpa "do" tidak benar secara gramatikal)
3. Let's not be late to the meeting.(bentuk negatif "Let's" adalah "Let's not")
4. Would you mind reviewing this document?(setelah "mind" gunakan gerund, bukan infinitif)
5. Please sit down.("please" langsung diikuti kata kerja, tanpa subjek)
3. Latihan 3: Ubah Level Kesantunan
Ubah kalimat berikut sesuai instruksi.
1. "Send the report." → ubah ke Level 4 (untuk email ke atasan)
2. "Close the window." → ubah ke Level 5 (untuk permintaan kepada tamu VIP)
3. "Explain the process." → ubah ke Level 2 (tambahkan "please")
Kunci Jawaban Latihan 3
1. Could you send the report?(Level 4, menggunakan "Could you")
2. Would you mind closing the window?(Level 5: "Would you mind + V-ing")
3. Please explain the process.(Level 2, menambahkan "please" di awal)
VIII. FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Pelajar Indonesia tentang Kalimat Imperatif
Berikut jawaban atas pertanyaan yang sering muncul setelah mempelajari materi kalimat imperatif bahasa Inggris.
1. Mengapa kalimat imperatif tidak memiliki subjek?
Kalimat imperatif tidak memiliki subjek karena lawan bicara sudah dipahami secara implisit sebagai "You" , dalam konteks perintah atau instruksi, menyebutkan subjek yang sudah jelas justru membuat kalimat terdengar berlebihan dan tidak efisien.
Ini adalah fitur gramatikal yang disengaja dan diakui dalam semua kamus dan referensi tata bahasa Inggris.
2. Apakah kalimat imperatif terdengar kasar dalam bahasa Inggris?
Tidak otomatis. Apakah kalimat imperatif terdengar kasar bergantung pada konteks, intonasi, dan pola yang dipilih, bukan pada struktur imperatifnya sendiri.
Pelajar Indonesia sering mengira bare command selalu kasar karena dalam bahasa Indonesia, perintah langsung tanpa "tolong" memang terkesan kurang sopan. Tapi di bahasa Inggris, "Hand me that report" antara dua rekan kerja setara di SCBD adalah percakapan yang normal dan efisien , tidak kasar sama sekali.
Solusinya bukan menghindari kalimat imperatif, tapi memilih level kesantunan yang sesuai konteks, seperti yang dibahas di bagian Tangga Kesantunan di atas.
3. Mengapa beberapa kalimat imperatif menggunakan "Let's"?
"Let's" digunakan dalam kalimat imperatif ketika pembicara ingin mengajak lawan bicara melakukan sesuatu bersama-sama. Berbeda dari perintah biasa yang hanya ditujukan kepada orang lain, "Let's" menyertakan pembicara itu sendiri dalam aksi tersebut.
"Let's" adalah kontraksi dari "Let us" yang secara harfiah berarti "izinkan kita". Ini mengubah relasi kalimat dari otoriter menjadi kolaboratif, itulah mengapa "Let's" sering muncul dalam rapat tim, presentasi kantor, dan situasi kerja di mana kerja sama lebih diutamakan dari sekadar perintah.
Kesimpulan
Setelah mempelajari semua bagian di atas, kamu kini mengenal imperative sentence bukan sebagai kalimat perintah semata, melainkan sebagai sistem komunikasi dengan 3 rumus, 6 jenis fungsi, dan 5 level kesantunan. Kemampuan memilih level yang tepat adalah ciri profesionalisme dalam komunikasi bahasa Inggris di tempat kerja. Mulai hari ini, coba gunakan contoh kalimat imperatif bahasa Inggris dari artikel ini dalam percakapan atau emailmu sehari-hari. Tingkatkan kemampuanmu lebih jauh bersama Prep Edu.

Halo! Nama saya Sari, saat ini saya bekerja sebagai Manajer Konten Produk di blog situs web prepedu.com.
Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam belajar mandiri bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Mandarin serta mempersiapkan ujian IELTS dan TOEIC, saya telah mengumpulkan banyak pengetahuan untuk mendukung ribuan orang yang menghadapi kesulitan dalam belajar bahasa asing.
Semoga apa yang saya bagikan dapat membantu proses belajar mandiri di rumah secara efektif bagi semua orang!
Komentar
Peta pembelajaran yang dipersonalisasi
Paling banyak dibaca

UEN: 202227322W
Alamat: Chubb Square 8th Floor Jalan M.H. Thamrin No. 10 Jakarta Pusat 10230 Indonesia
Nomor Hotline : +65 3129 31111
Nomor WhatsApp Hotline : +62 822 9993 9692 / +62 815 307 7737 (For Business)
Email: halo@prepedu.com / partner.id@prepedu.com (for business)










